My Vanny

My Vanny
Ini Gila


__ADS_3

Selasa sore, aku tiba di kantor nya, dengan langkah pasti aku di sambut oleh kepala cabang di sini, Senyum ku Mengembang


" Selamat datang di cabang kami Pak"


ucap nya dengan tersenyum dan mengulurkan tangan nya, aku jabat dengan hangat.


" Terima kasih, bisa ke ruangan ibu sekarang?" tanya ku dengan Formal,


" Bisa Pak" Jawab nya dan mengajak aku menaiki tangga dan masuk ke ruangan nya. Mata ku mencari nya, tapi dia tidak terlihat, Entah kemana dia saat ini. dan Saat di dalam ruangan kepala cabang, aku tersenyum, wanita yang mengajak aku masuk keruangan nya ini semakin Cantik...benar benar semakin cantik.


" Adik kurang Asem" Mbak Indah memukul aku berkali kali, aku menarik tangan Kakak perempuan ku, kakak cantik yang pintar, dia sudah menjadikan aku seorang Om, dengan 2 keponakan yang pasti aku sayang.


" Gak usah peluk peluk" Dia ketus sekali, tapi dia mengusap rambut ku


" Iyan Kangen Mbak"


" kalo kangen, begitu pulang langsung ke Rumah Mbak, bukan malah sibuk sendiri, Bang Yudha nanyain kamu terus"


" Oh Yah...Emang Bang Yudha sayang ke Iyan? Bukannya ade dia cuma seorang doang" canda ku dan Mbak indah tertawa.


" Dia Udah Nikah..."


" Masa?" Tanya ku hampir tidak percaya


" Iya...Hebat kan. Iyan Kapan?"


" Iyan lagi nyari cewe iyan" Jawab ku dan Mbak ku tertawa.


" BTW...kok kuat yah istri nya, Dia diem Gitu" ucap ku memikirkan sosok nya yang pendiam sekali.


" Bisa lah...bukti nya mereka having se* before Married loh" Ucap Mbak Indah sambil tertawa


" Waaaawww Metropolis banget style nya" Ucap ku dan Mbak Indah tertawa.


" Ok...stop bahas ipar Mbak indah. Iyan tinggal dimana sekarang?" tanya nya pada ku


" Satu bulan ini kantor siapin Apartement di Sudirman, tapi iyan mau nyari rumah Mbak, Uang iyan udah cukup buat beli rumah, sekalian mau beli nyonya rumah nya" Jawab Ku dan Mbak Indah tersenyum


" Ok...Mbak Bantuin yah" jawab nya.


" Lalu soal kerjaan Pak Ardhian Sastro Wardoyo?" Tanya nya menggoda aku

__ADS_1


" Saya minta semua file satu bulan ini, Dan Tolong Lukman di panggil ke sini, Biar dia bantu saya" jawab Ku seperti seorang atasan pada umum nya.


" Siap Pak Ardhian" Mbak ku tertawa dan aku merapihkan kemeja yang aku pakai saat ini.


10 menit kemudian Lukman sahabat ku datang...Tawa nya begitu Nyaring dan kami berpelukan.


" anjjjjjjj*****ng Jadi Big Bos" Ucap nya dan aku tertawa


" Loe yang Jadi Bos Man" Jawab Ku


" Kok Kenal sih?" Tanya Mbak Indah


" Dia mah sohib saya bu!" Jawab Lukman dan aku tertawa


" Dia itu adik saya Man!" Jawab Mbak Indah,


"Ya UDAH pindah ke Meeting Room Deh. Saya banyak kerjaan" ucap nya lagi.


Aku dan Lukman pindah ke ruang Meeting kecil, lalu kami tidak membahas pekerjaan, Tujuan aku hanya Satu...Bertemu dengan singa cantik ku.


" apa kabar Man?"


" Gw ga ngilang Man, Gw cuma bertahan di sana, gw udah Janji ke dia, Gw Balik ke Jakarta dengan kesuksesan gw" Jawab ku dan Lukman ter Senyum kecut pada ku


" Iya loe sukses bikin dia kecewa, Loe Sukses bikin dia nunggu hampir 4 tahun, dan sayang banget...Vanny udah nikah satu bulan lalu" Cerita Lukman dan aku kaget


" Nikah?"


" Iya...dia nikah, kenapa loe heran, Bahkan loe dah kawin Satu tahun pertama loe tinggalin Dia" Jawab Lukman dan aku mengkerutkan dahi ku.


" Gw kawin?" Jawab ku tidak paham


" Iya...kita semua liat photo loe kawin di salah satu Ig stories yang nge tag loe" Jawab Lukman


Aku berpikir cepat, satu tahun keberangkatan ku, orang lain men_tag Aku?! dan akhir nya aku tertawa.


" Loe salah Man, gw ga kawin, Itu acara Kampus gw, setiap jurusan harus tampilin satu pertunjukan, dan gw ke pilih jadi aktor nya, gw bareng Meylin, karna kita sama sama Dari Jakarta" Jawab ku dan Lukman Diam.


" Ini Gila.... Gw ga percaya" Jawab nya kemudian


" nanya Mbak Indah, dia kakak gw, jangan kan kawin...pacaran aja gw ga pernah, 4 tahun ini gw sibuk kuliah, gw sibuk ngejar karier gw" Jawab ku

__ADS_1


" Loe Serius?" Tanya nya lukman


" gw berani Sumpah" Jawab ku lebih serius.


" Ya Tuhan" Keluh nya dan aku tersenyum


" Kenapa loe ga pernah hubungin Vanny atau kita setidak nya"


" Buat apa Man, Buat bikin rasa kangen ini semakin menjadi, buat bikin gw gagal fokus dengan semua impian dan harapan gw dan Vanny" Jawab ku dengan pelan


" kita anggap loe dah Nikah Ard, kita anggap loe berkhianat dan nyia nyiain Vanny"


" Itu anggapan Kalian, Bukti nya gw disini, Gw datang dengan semua ucapan gw dulu, gw datang buat penuhi janji gw dulu" Jawab ku


" Tapi Vanny udah nikah sekarang " Ucap Lukman


" Dan Gw bakal minta penjelasan dan pertanggung jawaban dia untuk ini" Jawab ku dengan tegas.


" Sekarang dia dimana?" tanya ku lagi


" Dia OTW, Dia jaga pameran tapi sore ini dia balik Ke kantor" jawab Lukman, ku lirik jam tangan ku, 15.30. masih banyak waktu ke jam 17.00.


Stevanny.


Chat Dari Satria langsung aku jawab


" saya mau kasih laporan dulu, kamu tunggu di ruangan Mbak Indah Aja yah"


dan Satria menjawab Ok.


Satria hari ini sengaja Cuti, besok dia akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti Seminar. Tadi pagi dia mengantar aku bersama gigi, dan sore ini dia menjemput ku lagi, dia bilang quality time sebelum pergi 5 hari.


Aku dan Della masuk ke dalam Counter kami, kami sudah selesai dengan pameran kami di Mall, lalu aku melirik ke depan...sudah melihat mobil nya terparkir, aku sudah melihat suami ku berjalan masuk ke Lobby dan naik ke tangga, dia langsung menuju ruangan Mbak Indah rupanya.


Aku menyusul nya naik, Hari ini aku harus memberikan laporan pada Ibu Boss tentang hasil pameran kami di Mall.


Ku ketuk pintu Ruangan Ibu Boss, teriakan Masuk aku dengar, dan aku buka pintu dengan perlahan.


Mata ku membulat, Mbak Indah sedang tertawa dengan 2 laki laki dan mereka begitu akrab.


" Vanny" Ucap 3 orang itu. Lutut ku lemas.

__ADS_1


__ADS_2