My Vanny

My Vanny
Perhatian Suami


__ADS_3

Aku terharu saat satria membeli satu unit alat USG portable untuk ku, dia ingin mendokumentasikan kehamilan ku secara lengkap.


Baby ku sudah 5 minggu, dia bergerak aktif dan tumbuh sehat, Satria mencium perutku setelah membersihkan gel di kulit perut ku.


" Jaga dia baik baik Bund" pinta SATRIA, dan tanpa dia meminta pun aku sudah pasti akan menjaga nya dengan baik. Aku tersenyum dan menjawab " Iya Pih"


" Papih pergi dulu, Gigi siapin Tas dan Buku buat besok sekolah yah " Ucap Satria setelah menyimpan alat USG ke dalam Buffet di ruang keluarga.


" Siaaap Pih"


" Mau pesen Apa Gi, Buat Nyemil?" Tanya Vanny


" keripik Kusuka boleh Ga Bund?" Tanya gigi.


" Boleh...tapi yang balado yah" canfa ku dan Gigi tertawa. aku tau Gigi itu mirip dengan Satria, hampir bisa di bilang mereka Anti makanan pedas


" Keliatan gak niat nya Pih?" Tanya Ku dan Satria tertawa


" Nah itu tau!" Jawab Satria dengan Mengusap kepala ku.


" Bund...Biasain dong, Kalo abis duduk, trus mau Bangun Gak usah pake acara bikin anak saya Kaget" Pesan Satria dengan mengusap perut ku.


" Maksud nya?"


" Bangun dari duduk, Slow aja. hati hati" Jawab Satria


" Memang tadi kaya gimana?"


" Loncat kaya bocah, Kegirangan mirip Gigi" Jawab Satria dan aku tertawa mengingat bagaimana tingkah ku tadi.


Setelah Sholat Magrib, Aku pergi bersama Satria, Tujuan pertama ke salah satu Mall untuk membeli Laptop, Gigi sudah mulai sekolah besok, Dan waktu nya untuk mengenalkan penggunaan Laptop pada nya, Ada 2 laptop di rumah kami, Tapi 2 - 2 nya kami pakai untuk keperluan pekerjaan kami, aku dan Satria setuju memisahkan hal hal yang berhubungan antara urusan pekerjaan dengan rumah.

__ADS_1


Satu laptop sudah terbeli, Papih nya Gigi memang royal, bahkan harga Laptop Gigi lebih mahal dari punya ku, aku hanya tersenyum dan tidak melakukan protes sama sekali.


" Kita liat Bund, Apa gigi bisa jaga barang pribadi nya!" Ucap Satria mengeñai laptop yang akan di berikan pada nya.


" Gigi apik sih Pih, Buku buku dari Bapak aja dia tata rapi" Jawab ku


" Di baca apa di pajang doang?!" Tanya Satria dengan membulatkan mata nya


" di baca Pih, abis di baca di simpen lagi ke rak nya "


" Oh berarti Mirip Saya itu " bangga Satria dan aku tertawa, " Yah semua yang baik menurun dari Papih Satria" puji ku dalam hati.


Waktu nya membeli kebutuhan rumah untuk 2 minggu ke depan, aku dan satria masuk ke supermarket, banyak kebutuhan yang kami beli, camilan dan juga susu untuk calon baby ku.


Satu troli penuh sudah terisi penuh, apalagi camilan untuk Gigi, Gigi tidak pernah keluar rumah seperti anak anak lain yang gemar Jajan, jadi untuk camilan Gigi, kami harus punya banyak stock.


Dan Saat melewati lorong Es Krim, aku liat anak kecil yang hendak berlari tapi dia sangat kesulitan untuk berlari, Seorang perempuan yang usia nya mungkin seumur dengan ku, mengejar nya dengan tersenyum, aku sibuk kembali memilih es cream mini corneto, satria berdiri di samping ku.


" Papaaa " sapa Anak laki laki berusia mungkin sekitar 6 tahun, anak laki laki ini memiliki postur tubuh tinggi, Cenderung kurus, berkulit putih dan memakai Masker bermotif biru, aku menoleh lagi ke arah nya, karna suara nya terlalu kencang untuk ku.


" Hai ganteng!" Jawab Satria dan aku memeluk pinggang satria yang sedang memegang Troli belanja Kami.


" Pa_pa " Sapa anak itu lagi lebih tegas


" Maaf Mas " Ucap Wanita yang mengejar nya tadi, " Bukan Papa Sayang, Papa di rumah" Ucap perempuan itu dengan berjongkok lalu menyamakan ukuran tinggi mereka berdua


" Ma_u pe_luk Pa_pa " Ucap nya terbata,


" Nanti di rumah sayang!"


" Se_ka_rang!" Pinta nya dengan Memohon. Satria menepikan Troli nya, Lalu meraih tangan kecil itu.

__ADS_1


" Mau peluk Papa?" Tanya Satria dengan lembut dan aku membulatkan mata ku.


" Ma_uuu Pa_pah" Jawab nya, dia mendorong tubuh wanita itu lalu satria memeluk nya.


" Maaf Ya Mbak" Seru perempuan itu, dan aku mengangukkan kepala ku.


" Anak Saya Mbak" Ucap nya dan aku menjawab nya " Iya Bu...ganteng"


" Rizki BerKebutuhan Khusus" Ucap ibu nya dengan posisi kami masih melihat Satria yang peluk erat oleh Rizki saat ini. Pelukan nya terurai dan Satria Mengendong nya.


" Nama nya Rizki Pih " Ucap ku, ketika Satria sudah menggendong nya.


" Ganteng Yah Bund ?!" Puji tulus Satria, anak ini terlihat tampan, tidak seperti anak anak Berkebutuhan khusus lain nya yang di biarkan begitu saja oleh keluarga nya, Rizki terlihat di rawat sekali oleh Ibu nya.


" Iya Pih, Kulit nya Putih " Jawab ku dan satria Tersenyum


" Udah Turun Ki" Pinta ibu nya dan Rizki pun meronta dari gendongan nya Satria, Satria menurunkan tubuh nya pelan pelan.


" Sudah bisa Jalan Om, Hanya melatih kesimbangan nya Saja" Ucap Ibu nya membantu anak nya agar bisa berdiri tegak


" Hebat Sekali!" ucap Satria dan mengusap kepala anak laki laki itu.


" Di coba salah satu olah raga Bu, Yang Rutin, membantu Agar tubuh bisa lebih seimbangan" Ucap Satria lagi. Ibu itu tersenyum dan seperti nya tidak percaya pada ucapan Satria


" Kawan saya Dokter Riri, Specialis Ortopedi di rumah Sakit ***, saat ini sedang menganjurkan olah raga yang teratur untuk anak anak hebat seperti Rizki"


" Oh Yah Dokt?" Tanya Si Ibu dengan semangat. Lalu satria dengan sangat bersemangat nya juga menjelaskan fungsi olah raga pada ibu ini.


" Saya praktek di ***, bisa hubungi saya untuk konsultasi bu" Ucap Satria dan aku tertawa dalam hati. Ibu itu pamit pada kami, karna Rizki sudah sangat tidak sabar pergi ke sana ke mari.


" Pih...." Aku memanggilnya yang saat ini memilih Es Krim juga

__ADS_1


" apa Bund?" jawab Satria menoleh pada ku


" Kamu itu Dokter bukan Sales, ga usah promo deh" Protes ku dan Satria tertawa.


__ADS_2