My Vanny

My Vanny
Satria berulah saya yang bermasalah


__ADS_3

" Ada apa ini" keluh ku, ketika aku mendapat chat langsung Boss ku di Group kesatuan tempat aku berdinas. Pasti ada hal sangat penting, dan ini di ketahui oleh semua anggota group di chat.


Boss 1


Reno, temui saya sekarang, Saya share loc. 30 menit dari sekarang saya tunggu.


Dan banyak chat yang masuk, biasalah mereka mencari tau apa yang terjadi pada ku sampai akhirnya Si Boss memanggil aku.


Dan Satu chat pribadi dari si Boss


Bang Rimba


share loc


30 menit, Reno.


" Hadduuuhhhh apa apa in ini, kencan gw gagal, baru juga dapet jatah Off"


Ku pacu Motor Ninja ku, dengan kecepatan penuh aku harus tiba 30 menit lagi di daerah Cinere.


35 menit akhir nya aku sampai di rumah Bang Yudha, aku berlari dan mencium tangan Bapak, lalu menghampiri Bang Cakra, Bang Yudha dan orang yang memanggil ku...Bang Rimba.


" kamu telat Reno"


" Macet bang, saya dari tempat nya Anwar"


" trus masalah saya di mana?"


Dan aku tersenyum, mana ada boss mau mengerti masalah anak buah nya.


" Ihhh serius banget Ren" celetuk Mbak Hasna. aku tertawa lalu mencium tangan 3 ipar nya Satria.


" Duduk Ren" Perintah Bapak, dengan ragu aku duduk juga di satu kursi di ruang tamu yang luas ini.


" Kapan terakhir ketemu Satria, Ren?" Tanya Bang Rimba


" Tadi subuh Bang"


" Dimana?" Tanya Bapak


" Di Bogor Pak, Reno nginep di rumah nya, Emang Satria kenapa Pak, Kabur?" Tanya ku dan Mbak Indah melempar kertas kecil struk transfer bank pada ku.


" cerita apa Satria ke kamu, Ren?" tanya Bapak dan aku berpikir


" Banyak pak, soal kerjaan dia, Dia mau ikut seminar tuh ke Jepang bulan Januari"


" yang laen Ren?" Tanya Bang Cakra

__ADS_1


" Mau ada rencana beli Matras lagi buat di ruko" Jawab ku


" Yang lain Reno" tanya Bang Yudha kali ini.


" Apa atuh Bang, kita sih ngobrol ga pernah yang terlalu serius lah" jawab Ku, Lalu menerima Botol air minum yang bawa di oleh Puput, dia salim pada ku lalu ku aku mengusap kepalanya.


" soal Wanita, Ren" Ucap Bapak dan aku tau maksud pertanyaan nya.


" oohhh itu"


" Dia cerita apa saja Ren?" tanya Bang Rimba, dan jawaban ku harus lengkap untuk nya.


" satria suka ke perempuan nama nya Stevanny Pak, Rumah keluarga nya di bandung, Di jakarta dia tinggal di Apartement Kalibata, Kerja nya Di B**, anak buah nya Mbak Indah" Jawab ku lengkap memberikan informasi


" Kamu ga cerita Mah?" Seru Bang Yudha pada istri nya, Istri nya hanya tersenyum tipis, takut dia pada suami nya.


" Serius Satria suka perempuan itu?" Tanya Bapak


" Serius Pak, Cuma cewe nya nih masih ragu waktu satria mau ajak ke bapak" Jawab ku dan Bapak terlihat berubah raut wajah nya


" Apa yang buat perempuan Itu Ragu, apa perempuan itu kaya raya? Cantik seperti bidadari?" tanya bapak


" Stevanny cuma tau satria itu ojek on line pak, asisten pelatih Teakwondo ..." Jawab ku dan Semua orang tertawa, kecuali bapak yang saat ini wajah nya berubah sedih.


" yang mana sih mah orang nya?" tanya Bang Yudha pada istri nya


" Supervisor nya CS pah, yang rambut nya panjang" Jawab Mbak Indah dan Bang Yudha hanya mengkerucutkan bibir nya


" Jadi kalian sudah bertemu dengan Stevanny!" Tanya Bapak pada 3 menantu nya


" Sudah pak?" jawab mereka kompak


" bagaimana menurut kalian?" Tanya Bapak


" Baik pak"


" Cantik Pak"


" sudah jadi karyawan tetap nya B**" itulah komentar dari 3 ipar nya Satria.


" Kenapa Satria Bohong, Ren?" tanya Bapak


Aku menarik nafas ku berat, aku minum air dalam botol yang sedang aku pegang


" Satria pengen punya istri yang bisa terima dia apa ada nya, satria ga mau istri nya suka atau cinta ke Satria, Karna pekerjaan atau harta keluarga nya" jawab ku pelan dan sedikit ku lihat wajah bapak, wajah bapak lebih bersedih, Bapak mengusap dahi nya


" Iya takut semua perempuan itu mirip ibu kali Pak" ucap Bang Rimba dan bapak merebahkan kepala nya pada Head board sofa

__ADS_1


" Apa iya setakut itu, Rim?" Tanya bapak pada Bang Rimba


" Mungkin pak, tapi bagus lah...semua wanita harus di test kesetiaannya" jawab Bang Rimba dan aku tidak enak hati. ini masalah keluarga mereka, masa lalu mereka semua. Suasana diam sesaat, semua dengan pikiran nya masing masing.


" Kasian Iya, Rim....Bapak harus bisa dapetin perempuan itu buat iya" Ucap Bapak


" Bapak pernah ketemu Stevanny waktu bapak ke kantor indah, Dia yang bantuin bapak soal ATM" Ucap Mbak Indah


" Oh...jadi Gadis yang itu, Dia itu ramah Loh Ndah" jawab Bapak


" Semua CS pasti Ramah Pak" celetuk Bang Yudha.


" Kamu tau Bandung nya dimana, Ren?" Tanya Bapak


" Rumah tepat nya Reno ga tau pak, Tapi kalo komplek rumah nya Reno Tau" jawab ku


" Bisa di Cari dong!" Ucap Bang Cakra


" 86 bang!" Jawab ku siap pada komando nya


" Kita ke Bandung Ren" Ajak Bapak


" Reno Libur Pak hari ini"


" lahhh Bagus karna kamu libur, ayo kita ke Bandung" jawab Bang Yudha


" Mau nge date atuh Bang" keluh ku dan meringis


" Bapak Mau sekarang?" tanya Bang Rimba, aku harus siap...saat Bang Rimba memerintah ku


" Bapak pikir, Kita tunggu hari Sabtu dulu, Siapa Tau wanita itu berubah pikiran, Siapa tau Satria mampu bawa wanita nya ke rumah ini" ucap Bapak


" selametttt" ucap ku dalam hati.


" Pak...bapak nya stevanny itu pensiunan polisi juga loh" Cerita Mbak Efi


" Serius Fi?" Tanya Bapak bersemangat


" waktu itu cerita nya gitu...bener kan Mbak!" Jawab Mbak Efi dan meminta dukungan dari Mbak Hasna


" Iya Pak..." Jawab Mbak Hasna


Rapat keluarga Indra Dewantara selesai, Bapak meminta aku untuk StandBy di minggu ini. Tugas Negara harus di NOTED, apalagi Bang Rimba, Dia sangat memprioritaskan Bapak dalam segala hal.


Satria


Kembali menjalani hari tanpa Vanny, berat tapi tetap harus di lalui. Rasa Rindu berat, tapi aku camkan dalam hati...." Gw Satria, cukup meminta nya 3x, dia mengabaikan, maka akan hilang kesempatan berikut nya" Senin sampai jumat malam aku sibuk di rumah sakit, aku lupakan semua tentang Vanny, walau rasanya sulit, karna senyuman dan tangis nya terakhir kami bertemu, masih begitu lekat dalam ingatan ku.

__ADS_1


Sabtu Di ruko, Sekitar jam 11, aku dan danish sedang membersihkan tempat latihan, Mobil Vanny berhenti dan parkir di depan Ruko, aku tersenyum tipis pada nya, Danish sudah mengejek aku.


" Gw balik ah Bam, Males liat yang pacaran" Ucap nya. dan Vanny semakin mendekat, berjalan ragu tapi dia menyapa Danish terlebih dahulu.


__ADS_2