
" KB Suntik Sat" Jawab ku pelan saat Satria menanyakan KB apa yang aku gunakan.
" untuk berapa Bulan, 1 bulan atau 3 bulan?"
" Saya ga tanya Sat, saya juga asal Suntik aja" jawab ku
" Gila" Ucap Satria, Wajah nya semakin saja di Tekuk, kulit nya memang tidak begitu putih, tapi aku bisa lihat, kulit wajah nya berubah sedikit merah saat ini.
" Kapan Kamu Suntik KB nya, Dimana? dan mana surat keterangan nya?"
" Hari senin sore, Dimana saya datang ke rumah Sakit, dan Tau kerjaan kamu" Jawab ku, Satria mengambil Mug yang masih berisi susu lalu membuang nya di kamar mandi, aku menyusul nya, aku lihat dia begitu kesal saat menumpahkan nya begitu saja.
" Maaf Sat" Ucap ku dengan memeluk nya dari belakang, aku menyimpan kepala ku di punggung nya
" Kenapa Van? Kenapa harus kamu Suntik KB" tanya Satria dengan terus diam mematung
" Waktu itu saya takut Sat, kita udah ngelakuin itu...Dan kamu bohongin saya, Saya pikir kita ga akan pernah nikah" Jawab ku, aku mengusap perut nya, terus memeluk nya, Jujur aku takut saat ini.
" Kamu pikir saya cuma mau Have Fun sama Kamu? Kamu pikir saya Ga serius?" Tanya satria dengan melepaskan pelukan ku, dia sekarang menghadap ku, menatap mata ku dengan sorot mata yang tajam, gigi nya saja sampai berbunyi menahan emosi nya.
" Maaf Sat"
" Saya kecewa Van, Saya kecewa, kamu ga pernah anggap keseriusan saya dari awal kita berhubungan"
" Kamu apaan sih Sat? Gak Jelas Marah nya!" Jawab ku, emosi ku mulai terpancing saat ini,
" Gak Jelas Gimana? Yang ga jelas itu Kamu, Atau kamu memang ga mau nikah ama saya Yah? kamu masih nungguin Si Ardhi?" Tanya Satria dan emosi ku sudah benar benar naik saat ini.
" Ngaco omongan kamu itu, ga bermutu, Norak dan ke kanak kanakan " Jawab ku dengan meninggalkan nya sendiri di kamar mandi. aku naik ke tempat tidur, dan ku dengar suara bantingan pintu kamar mandi, aku menutup kuping ku dengan batal, malas mendengar suara gaduh di kamar mandi.
" Kamu suntik KB dimana? Mana Surat nya?" Tanya Satria dengan menarik bantal yang menutup wajah ku
" kertas nya Saya buang, Suntik KB di Bidan deket kostan nya Della" jawab ku
" Iihhh Bener bener nyebelin Kamu ini, Anter saya ke sana!".
" Males...dah Malem"
" Van...Please, saya ini lagi kesel, jangan bikin saya tambah kesel, trus saya marah"
__ADS_1
" Kamu udah marah Satria...Kamu dari tadi marah" jawab ku dengan bangun lalu duduk di tempat tidur.
Satria duduk di dekat ku, dia menarik nafas nya dalam dalam, mengepal tangan nya sendiri dan memukul paha nya
" Kamu belum tau marah saya, Van. Kamu belum liat saya marah"
" Saya udah liat tadi" jawab ku dengan mengusap paha nya lalu menyimpan kepala ku di punggung nya
" Itu cuma kesel doang Van, Marah saya ga gitu" Jawab nya dan aku tertawa
"Serem dong Sat?" ku masuk kan tangan ku ke dalan kaos nya, lalu mengusap perut nya
" JANGAN GINI"
" Saya mau " Jawab ku, aku masukkan tangan nakal ku ke dalam celana pendek nya
" Ga Lucu Van"
" Saya bukan Badut" Jawab ku, dan ku raih adik nya di dalam boxer nya, aku mengusap nya pelan sampai dia menjadi lebih besar saat ini.
" Jangan Gini"
" Saya mau Sattttt" Dan ku remas adik nya yang sudah besar dan lebih panjang saat ini, aku terus memegang nya dan Satria membuang nafas nya dengan berat.
" Ngapain Kamu"
" Mau " Jawab ku dengan manja, aku turun dari tempat tidur, melepaskan celana nya dan Satria masih saja dia, diam...tapi adik nya sudah berdiri sangat tegak. Aku yang sedang takut dengan Marah nya Satria, kesal juga akan marah nya satria yang tidak bermutu, ku cium rambut rambut tipis nya di bawah sana, lalu ku kulum adik nya tanpa memikirkan rasa jijik,
" Aarrgghh Van" ku dengar rintihan suara Satria, Satria mengusap pipi ku, aku terus mengulum nya, entahlah keberanian dari mana, yang pasti aku ingin seperti ini.
" Vannnn" satria memanggil ku, aku tidak menjawab nya, aku sibuk dengan mulut ku, tangan ku sibuk mengusap paha nya yang putih
" Jangan Gini" Ucap Satria dengan suara yang lebih dalam, dia menggeser tubuh nya dan ku lepas koas tidur ku, menyisakan satu G-string berwarna hitam.
" Saya lagi Ga Mau" Ucap Satria pelan, aku tertawa, dia menutup tubuh nya yang polos dengan menarik bed cover
" Serius Ga mau?" Tanya ku dengan ikut masuk ke dalam Bed cover dan Mengesekan paha ku ke paha nya
" Iya...Saya Serius " Jawab Satria dengan melipat tangan nya di dada nya, aku tertawa dan ku gesekan wajah ku ke leher nya, dia bergerak, menahan geli nya, aku yang melihat reaksi nya semakin mengesekan hidung ku, satu tangan Satria sudah mulai turun mengusap punggung ku, aku terus mencium nya, bahkan ku gigit kecil dan Satria menjerit kecil.
__ADS_1
" saya Mau Satria" Pinta ku dan Satria tersenyum di satu sudut bibir nya
" Terserah" jawab nya, Sumpah...Aku langsung Bad Mood, aku mengambil kaos ku dan ku pakai dengan cepat, lalu tidur dengan memeluk guling, aku me munggungi nya, dan rasa nya kesal sekali saat ini.
" Kata nya Mau!"
" Ga Jadi" Jawab ku dengan ketus.
Satria menarik memeluk tubuh ku, menarik pita kecil G-String ku dan mulai memasukan adik nya tanpa merubah posisi ku
" Saya Bantu kamu, kalo kamu mau" Ucap Satria, Aku menarik nafas ku berat, Tangan satria meremas bukit ku, terasa sakit untuk ku.
" Mana Suara mu?" tanya Satria drngan mengigit leher ku
" Saaaattt pelan, sakit" Ucap ku dengan menolak gigitan nya di leher ku,
" Sakit?" Tanya Satria
" Iya" Jawab ku, Satria melepaskan leher ku, dia terus meremas bukit ku, memacu di bawah sana dengan mencium pundak ku.
" Sattt"
" Hemmhh"
" Pelan Sat" Pinta ku. Satria merubah posisinya dia berada diatas ku saat ini, memasukan adik nya dengan satu hentakan.
" Pelan Sat"
" Ini Pelan"
" Gak...Ini gak pelan" Jawab ku dan Satria terus mengerakan tubuh nya, dengan cepat, lebih terburu buru dan meremas bukit ku.
" Arrhhggg Sat"
" Nikmati aja...Tadi kamu yang mau" jawab Satria
" ya udah berenti aja Sat, Saya bilang, saya udah gak mau" Jawab ku dengan mendorong tubuh nya.
" Nanggung" Jawab nya, Entahlah...mood ku benar benar rusak saat ini, bercinta tanpa rasa nikmat dan Satria terus memacu nya.
__ADS_1
" Saya keluar Vannn " ucap Satria dan mencabut adik nya, dia mengeluarkan nya di luar, di atas perut ku.
Satria terbaring sendiri, aku tetap pada posisi ku, bahkan aku menghindar nya, biasa nya setelah bercinta, aku selalu membalas pelukan nya, tapi saat ini aku malas untuk memeluk nya, dan Satria pun tidak memeluk ku seperti biasa nya. sedih rasanya saat Satria mengeluarkan nya di luar, serasa tidak dianggap dan ku peluk guling di samping ku.