
SATRIA
" Vannn...Vannn " aku memanggilnya
" Heyyy...Van " Aku menjaga tubuh nya yang miring dan seperti hendak jatuh
" Vann " Ucap ku lagi.
" Van...Gak Lucu " Ucap ku dengan nada yang masih kesal tentu nya, dan kemudian tubuh istri ku jatuh dalam dekapan ku, Aku panik....istri ku pingsan rupanya, tubuh yang begitu banyak busa sabun, aku mulai membasuh nya, membilas tubuh nya dan baju yang aku pakai pun basah di bawah guyuran air shower, aku mulai merasa dingin lalu aku tersadarkan lagi, aku lupa mengatur suhu air, dan aku menangis saat ini, " Istri ku pasti kedinginan " Ucap ku dalam hati.
Aku angkat tubuh istri ku, aku tarik handuk di lemari kecil yang ada di kamar mandi dan tubuh ku yang basah aku membawa nya ke kamar kami, aku merebahkan perlahan di tempat tidur.
" Sebentar sayang, saya ganti baju dulu" ucap ku dengan menutup tubuh nya lagi dengan tambahan selimut tebal, aku menangis.
Aku menganti pakaian ku dengan air mata yang terus menetes, aku kesulitan untuk bergerak, aku begitu kaku melakukan setiap gerakan ku, mata ku terus menatap ke arah istri ku yang sedang terbaring.
Ganti baju selesai, bahkan lantai kamar pun basah terkena tetesan air dari baju ku. aku duduk di samping istri ku, lalu mengeringkan tubuh istri ku, ku ambil tangan nya lalu memeriksa denyut nadi nya, air mata ku semakin menetes karna aku kesulitan untuk menghitung denyut nadi istri ku.
" Harus Konsen, Satria" Ucap ku lagi, aku harus fokus, bagaimana mungkin seorang dokter seperti aku tidak bisa menghitung denyut nadi pasien nya.
aku pusatkan konsentrasi, aku lepaskan lengan nya sebentar lalu meraih nya lagi, aku menekan urat nadi di tangan kiri nya, awal nya sulit tapi akhirnya aku dapatkan, dan ternyata ini adalah hasil dari kosentrasi ku, Denyut nadi yang sangat lemah apalagi untuk ibu hamil muda seperti istri ku, otak ku ini rasa nya ingin meledak, panas kepala ku,
" Istri ku? Baby nya?" keluh ku. aku tekan pelan perut istri ku yang masih polos saat ini, aku raba dan mencoba merasakan getaran di perut nya, tapi tidak berhasil dan tangis ku semakin kencang.
" Kita ke rumah sakit sayang!" ucap ku dan mulai mencari baju yang bisa di pakai oleh istri ku, aku pakaikan baju seadanya menyelimuti nya lagi dengan selimut tebal dan istri ku masih saja diam dan lemas.
__ADS_1
Kegaduhan ku di kamar, seperti nya membuat Bi Narti terbangun, dia mengetuk pintu kamar ku, dan melihat semua kondisi saat ini.
" Ada Apa Pak?"
" Ibu kenapa?"
Tanya nya Bi Narti dan tanpa menjawab nya aku meminta nya untuk membuka pintu mobil dan membuka garasi mobil, aku mengendong tubuh istri ku, berlari dan ku rebahkan istri ku di bangku belakang. Bibir nya tidak lagi berwarna merah muda, sekarang ini berubah menjadi putih dengan wajah yang sangat pusat.
" Bertahan Bund" Pinta ku dengan mencium kening nya.
Aku kemudikan mobil dengan cepat, aku menghubungi Reno dan menanyakan Adel dimana, Rencana nya aku akan membawa Vanny ke Sil*** tempat adel praktek juga di sana, karna ke rumah sakit tempat aku bekerja itu harus putar arah dan memakan waktu lebih.
Reno
" Adel Udah tidur!" Jawab ku ketika Satria bertanya Adel dimana
" Bangunin Ren! Gw mau Sil*** sekarang, Vanny Sakit" Ucap nya dan aku menelan saliva ku,
" Pasti gara gara loe" tebak ku dan Satria menangis.
" Tolong bangunin Ren...gw ga ada kenal di situ" pinta nya dengan sangat memohon.
aku mematikan handphone, malas menjawab nya lagi, lalu aku mulai mencium pipi pipi nya Adel dan menindih tubuh nya.
" Adelll Sayang " Aku merajuk dan mencium pipi lalu ke leher nya
__ADS_1
" Ngantuk Bang "
" Bangun dong Yank, Please" Pinta ku dan menyimpan tubuh ku terus di atas tubuh nya. Adel tertawa dan mulai membuka matanya.
" Ada apa Bang?" tanya nya dengan mengusap leher ku,
" Si Vanny Sakit Del, Si Satria udah Mewek, Dia mau ke Sil***, Temenin Yuks" Ajak ku lalu mencium bibir nya.
" Males Bang....temen loe gitu mlulu" Keluh nya dan aku tertawa
" Satria Bukan cuma temen gw kali Del, Temen loe Juga" Jawab ku lalu mencium nya lagi, Adel ini memang unik untuk ku, Dia bicara apa ada nya dan tidak berpura pura.
" Yah yah...dia temen gw juga, tapi gw males" Jawab nya dan aku tertawa lagi
" Please lakuin buat gw!" Pinta ku
" Kurangin jatah yah Bang, seminggu!" nego Adel dan aku tertawa
" 2hari aja yank, Gw mah ga bisa lama lama gak begituan" Jawab ku dengan jujur.
" 5 hari deh Bang!" Pinta adel menggoda aku
" Sebulan aja Del...awas kalo loe pengen" Canda ku dan kami tertawa, Huuffttt senang nya hidup bersama Adel, Semua bisa di bicarakan dan penuh dengan negoisasi.
Kami hanya membasuh wajah kami, aku memakaikan Jaket untuk Adel, dan Dengan motor ninja balap ku, hanya 5 menit kami sampai di RS Sil***. Adel berlari menuju UGD, meninggalkan aku yang masih harus mencari tempat parkir.
__ADS_1