My Vanny

My Vanny
Saudara Ipar


__ADS_3

Mbak Indah dan semua orang bercerita, aku pingsan di kantor, tadi jam 3 sore kepala ku memang sakit, pagi tadi aku tidak sarapan, padahal pagi pagi sekali aku sudah melayani Nafs* dari laki laki yang sedang Emosi, tidak terbayang bagaimana sakit dan lemas badan ku tadi pagi itu, dan siang hari aku hanya makan 2 suap, lalu lebih banyak melamun di musholla kantor.


Dan sekarang aku berada di ruang perawatan, hampir semua orang di kantor ku datang, aku tidak enak hati, jadi merepotkan mereka semua, harus nya mereka bisa pulang, beristirahat dan berkumpul dengan keluarga mereka masing masing, tapi saat ini...mereka menghabiskan waktu lebih dari 1 jam menemani aku di sini.


Setelah Mereka pulang, dan Bang Yudha datang, Datang menjemput istri nya, aku salim mencium punggung tangan nya, dan Bang Yudha yang juga dokter memeriksa file kesehatan ku pada standing board yang tergantung di ujung tempat tidur.


" Hasil Lab belum keluar Van?"


" Belum Bang, baru satu jam lalu sih" Jawab ku, aku ikut memanggil nya Abang, sama seperti suami ku. " Hahhh suami!!!!" aku mencibir untuk diriku sendiri.


Handphone Mbak Indah Berdering, dan Mbak Indah langsung membuka Pintu, Aku tersenyum melihat Bapak, Mbak Efi dan juga Bang Cakra yang datang dengan banyak kantong di tangan nya.


Mereka memeluk aku, mereka berkumpul mengelilingi aku. lalu Mbak Efi dan Mbak Indah sibuk mengeluarkan makanan dan minuman.


" Vanny baik baik aja Pak, Maaf jadi ngerepotin " Ucap ku


" Baik baik bagaimana, Kamu itu sedang tidak sehat Vanny" ucap bapak


" Sudah temui Dokter nya Yudh?" Tanya Bapak pada anak ke tiga nya.


" Belum Pak, nanti tunggu Si Iya aja. biar dià yang ngobrol, Dia juga dokter" Jawab Bang Yudha dan aku menelan saliva ku saja.


" Sudah mengabari Papa mu Van?" tanya bapak lagi, dan aku menggelengkan kepala ku.


" Kenapa?" Tanya Mbak Efi

__ADS_1


" takut mereka khawatir" Jawab ku, dan Bapak meng angguk kan kepala nya.


" Ya Sudah...ada kami di sini Van" Jawab Bapak, mereka terus saling bertanya, mereka mengobrol dan Mbak Hasna datang bersama suami nya Bang Rimba, Sudah seperti acara reuni saja ruangan ini begitu ramai dan Bang Rimba Menanyakan keberadaan satria.


" Macet kali Bang, Tadi Iya udah telphone Indah" Jawab Mbak Indah, Bang Rimba melirik Jam Tangan nya.


" Udah Ampir jam 7, Masa belom sampe Juga" protes Bang Rimba dan aku hanya bisa tersenyum.


" Semoga dia gak datangggggg" Ucap ku dalam hati.


" Tadi Masih di rumah Sakit, waktu Yudha telphone 2 jam lalu" Jawab Bang Yudha membela adik nya.


Aku mendengarkan ocehan ocehan mereka, mereka terlihat saling menyayangi dan mendukung, enak banget kan jadi bagian keluarga mereka, tapi kok gw merasa tidak sebahagia mereka yah???


Dan Bintang tamu pun datang, siapa lagi kalo bukan Putra Bungsu nya Bapak Indra Dewantara, dokter umum yang paling bisa membuat aku menangis dan merasa di perlakukan layak nya Wanita pemuas nafs* nya saja, Satria datang bersama Gigi, Reno dan Adel saat ini.


" Kamu kenapa Van. Sorry saya telat, Saya ada pasien dan jemput Gigi dulu ke rumah" Ucap Satria dengan memeluk aku, mengusap rambut ku dan aku hanya tersenyum, aku harus tersenyum karna semua mata melihat aku saat ini.


" Peluk Bunda Gi" Pinta ku, aku melepaskan pelukan Satria, aku raih tubuh gigi yang sudah salim pada semua orang, malas rasa nya di peluk lama lama oleh satria.


" Bobo sini bareng Bunda yah" Pinta ku dengan memeluk nya, lebih nyaman memeluk Gigi dari pada satria yang sekarang sibuk membaca file kesehatan ku. Kemudian Adel memeluk aku, tersenyum Smirk dan mencolek dagu ku, Reno menjabat tangan ku, mengusap pucuk kepala ku.


" Asam Lambung nya Naik, NGOPI MLULU, DI SURUH SARAPAN AJA SUSAH BENER" keluh Satria pada semua orang, setelah memeriksa file kesehatan ku


" Makan Van...jangan nyiksa perut" Ucap Bang Rimba

__ADS_1


" Vanny tuh males makan Bang, kalo ga Iya suapin" Jawab Satria dan semua orang tertawa, terkesan romatis dan care banget kan yah.... meringis gw mendengar ucapan satria tadi.


" Yah Suapin Lah Ya, istri kamu kewajiban kamu" ucap Bang Cakra dan aku tersenyum,


" Satria tuh manis kalo dah keluar, kalo udah gw service, kalo belum di service paling bisa nya diem" Maki ku dalam hati.


Adelia


Ruangan ini penuh kehangatan, mereka terlihat akrab, satu hubungan yang baik dan harus nya bisa di jaga. Mereka menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih Muda, Hebattt!!!!!.


Aku tersenyum pada Vanny, memeluk nya dengan erat sebagai salah satu bentuk dukungan, mencolek dagu nya, dan ada rasa iba di hati ku, aku kesal Mendengar cerita Satria saat tadi Siang dan ini lah salah satu akibat dari bentuk kejahatan laki laki yang terselubung dan terselamatkan dalam Nama Perkawinan.


Aku baru pertama kali bertemu bertemu keluarga nya Satria, juga laki laki yang bernama Ardhian, sosok laki laki yang mampu membuat seorang Satria cemburu buta. dan Ternyata Ardhian itu di terima baik di keluarga ini, walaupun terlihat Ardhian menjaga jarak dengan yang lain, tapi mereka mengobrol, dan aku terus memperhatikan mereka semua.


Aku pernah memperlajari psikologis walau tidak terlalu dalam, itu penting untuk mengenal pasien ku, dan saat ini aku sedang mencoba mempraktekkan kemampuan ku.


Untuk Satria, aku lihat...Dia sedang berusaha menutup rasa bersalah nya dengan banyak bicara saat ini, padahal asli nya dia itu tidak banyak bicara, bicara seperlunya, Kaku dan BASI.


Untuk Vanny, dia sedang pura pura bahagia, dia bahkan terlihat lebih nyaman bertukar kabar dengan Gigi, walau selalu menjawab dan mendengar kan cerita semua orang.


Untuk Abang Reno, Dia itu gila lah...aku sih tertawa, Pria gresek ini kocak, melucu dan melucu dari awal kami datang.


Untuk Laki Laki yang bernama ardhian, dia yang sedang duduk bersama 2 kakak laki laki nya Satria, terlihat sedih dan khawatir, walau dia berusaha keras menutupi nya, ada gurat halus di dahi nya, aku lihat dia selalu melirik Vanny, saat orang di ruangan ini menyebut nama nya, terlihat jelas, dia ingin mengetahui apa yang terjadi pada Vanny.


Hemmhhh Please jangan minta crazy up ampe 3 kali napa ka, Nge halu nya susah banget, ini aja ngetik sambil jagain bocah nonton tv sebelum sholat magrib dan belajar.

__ADS_1


Heheheheehe 2 kali aja ka, di tunggu hadiah nya, di tunggu koment dan like nya, Vote mana Vote...wakakakakak


__ADS_2