
Setelah Jam 7 malam, selepas sholat Isya, Acara Syukuran Pernikahan aku dan Vanny selesai, Acara tadi di mulai bada Magrib, dan alhamdulillah selesai juga acara hari ini.
Bapak sudah terlihat lelah, usia nya sudah tidak muda lagi, sudah sepuh...aku saja bungsu nya sudah 30 tahun, apalagi bapak ku. Aku duduk di dekat nya, Menemani nya duduk di atas karpet yang masih di gelar di sepanjang rumah.
" Makasih yah Pak...Buat semua nya, Maaf Iya sering kecewain bapak"
Bapak ter senyum dan menepuk Pundak ku.
" Iya itu anak Bapak, Salah nya iya aja...bakal Bapak belain, apalagi kalo iya bener" jawab bapak dan itu kata kata yang luar biasa untuk ku
" Bapak udah makan?" tanya ku kemudian, aku mengambil Kaki nya dan aku simpan di paha ku.
" Udah ya, pipi iya masih sakit?" tanya Bapak dengan memegang wajah ku
" Gigi iya patah pak, Besok lah iya ke dokter, sekalian pasang gigi palsu" Jawab ku dan Bapak menepuk pipi ku. Rasa nya kasih sayang bapak memang selalu lebih untuk ku, untuk hal hal kecil bapak selalu memperhatikan aku dari dulu, bapak adalah bapak super, Bisa menjadi bapak sekaligus mengisi kekosongan sosok ibu untuk ku.
" Setelah ini mau tinggal dimana ya?" tanya bapak
" Di sentul lah pak, deket ke jalan tol, iya gampang ke bogor, Vanny juga deket ke kantor" Jawab ku dengan memijat kaki bapak
" Ga isi rumah yang di Ciputat aja?"
" Jaaauuhh pak, Jual aja pak" Ucap ku dan Bapak tertawa
" Jual ya, beliin Vanny Mobil, 3 ipar iya waktu nikah bapak beliin mobil" Cerita Bapak dan kini aku yang tertawa
" Iya becanda Pak, Jangan di jual lah, Rumah nya adem, sayang banyak rambutan kalo pas musim" Jawab ku dan Bapak hanya tersenyum
" Besok, bapak cari mobil buat Vanny, tapi nunggu Hasna yah, bapak ga bisa bayar bayar nya"
" Gak usah pak...iya dan vanny udah cukup" Jawab ku menolak.
" Ya yah...liat nanti aja" Jawab bapak dan istri ku datang dengan membawa kopi untuk suami dan bapak mertua nya.
" Kamu beneran mau pulang ke sentul malem ini? ga besok aja?" Tanya bapak saat vanny sudah duduk di dekat ku
" Iya pak, Vanny pulang ke Bogor lah, hari ini Vanny ijin, ga mungkin besok ijin lagi" jawab istri ku
" Bos kamu kan Indah, Van. Panggil Indah deh" perintah bapak dan Vanny masuk kembali ke dalam rumah memanggil Mbak Indah, tidak lama kemudian mereka datang bersamaan.
" Vanny ga kamu kasih cuti, Ndah?"
" Dia ga minta, Pak. Kalo mau cuti...tinggal indah minta orang dari cabang laen kalo perlu, tapi kayanya masih bisa ke Handle lah" jawab Mbak Indah, aku membulatkan mata ku, enak aja besok kerja...malam pertama dulu lah.
" ih mbak indah ga kompak ah" keluh Vanny dengan tertawa, wajah nya merona merah,
__ADS_1
Malam setelah berpamitan pada keluarga Vanny, aku memboyong istri ku pulang kembali ke Jakarta, Saat ini aku yang mengendarai mobil, aku di kelilingi 4 wanita cantik dan satu anak kecil yang duduk manis di samping ku.
Jam 12 malam kami sampai di rumah Bang Rimba, Bang Yudha yang tadi membuat gigi ku patah, saat ini sedang berusaha merayu ku.
" Tidur rumah gw ga?"
" Gak bang, mau langsung ke Bogor aja" Jawab ku
" Gw dah transfer ya, buat ke dokter gigi" Ucap nya dengan menepuk bahu ku, aku tersenyum dan mengucapkan " Gak perlu bang"
" Sorry ya...jangan baper lah. gw paling ga demen kalo ada bohong bohong, apalagi diantara kita ya, kita keluarga" Jawab Bang Yudha dan aku setuju..." Kami berempat adalah keluarga"
Bang Yudha sudah pulang bersama Mbak Indah, Bang Cakra sudah pulang juga bersama istri nya Mbak Efi, hanya tinggal aku, Vanny, bapak, Mbak Hasna dan Bang Rimba kali ini yang masih me ngobrol ringan sebelum aku pulang ke bogor.
" Mau bawa si Mbak ga Van?" tanya Mbak Hasna
" Buat apa ?"
" Lahhhh kamu ini, siapa yang ngurusin anak nya si iya, kamu kerja, si iya kerja" ucap Mbak Hasna
" Gitu yah mbak? Vanny...Gak kepikir mbak " Jawab Istri ku terkesan jujur, Tadi setelah menceritakan semua soal Gineung di Bandung, melihat juga sikap Gineung yang baik menurut keluarga ku, dan juga rasa peduli istri ku yang luar biasa, Kami sepakat untuk merawat Gineung sampai pihak rumah sakit memberikan kebijakan mengenai Gineung nanti nya.
" Bi Narti aja Yah Pah" Ijin Mbak Hasna pada suami nya dan suami nya hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Van, buat si gineung mbak bawain baju kecil nya Vio yah...lumayan buat dia pake sehari hari" ucap Mbak Hasna lagi. Issshhh hebat nya keluarga ku ini, Apalagi Istri ku, Makin sayang deh sama istri.
Bi Narti dan Gineung sudah tidur di kamar yang tidak pernah di isi sebelum nya, Dan Istri ku yang Jutek tapi manis sedang membersihkan wajah nya.
" Dah cantik ngapain dandan Van"
" Bukan dandan Sat...ini bersihin muka" Jawab nya, dia sibuk dengan kapas dan alat alat kecantikan nya.
" Ga Mandi?"
" Masih Cantik" Jawab nya singkat dan aku tertawa
" Girang benerrrr" Komentar dari istri ku membuat aku semakin tertawa.
" kamu ga Mandi?" tanya nya Balik pada ku
" Masih Ganteng Van" Jawab ku dan Vanny yang tertawa saat ini.
" iya bener Sat...ganteng, kalo ga ganteng, saya ogah di ajak kawin" ucap nya.." Ya Allah gini banget yah punya istri, Jujur nya nyebelin"
Istri ku mulai naik ke tempat tidur, Kami berbagi selimut tebal, menutupi tubuh kami sampai ke perut.
__ADS_1
" Beneran masih bengkak Van?" Tanya ku dengan menarik guling yang sedang di peluk nya
" Beneran "
" Coba saya cek, biar saya tau kondisi nya Gimana!" ucap ku lalu duduk dan membuka celana pendek yang sedang di pakai nya
" Satttrrriiiaaa"
" Ngecek doang" protes ku dengan terus membuka celana ber renda nya.
" Kamu sih Modus Aaaahhh"
" Kagakkkk Van" Ucap ku dengan membuka lebar paha yang sedang dia dipertahankan untuk tidak terbuka
" Sattriiiaaa" Vanny berteriak lagi, saat aku menyentuh bagian yang kemarin sempat bengkak
" Mana bengkak nya?" tanya ku dengan mengusap usap nya dengan lembut, isstt dia sudah bergerak tidak jelas. Apalagi saat aku mengusap bulu lembut nya, istri ku semakin tidak karuan, menggerakan kaki dan paha nya ke kiri dan kanan.
" Nanggung Van" celoteh ku sambil membuka kaos dan celana pendek juga
" Pelan pelan"
"Iya Van"
" Sat. .ih pelan" Keluh nya lagi
" belom masuk Van, nempel juga belom" protes ku sambil tertawa,
" Biar kaya di novel novel Sat" Jawab nya dan kami tertawa
" Jadi ga nih" Tanya ku karna kami malah tertawa dan becanda seperti anak kecil,
" Sikaaatt " Cuit nya dengan melepas kaos yang di pakai nya. Ya ampunnn gemeus banget punya istri modelan gini.
" Pelan" ancam nya istri ku dengan suara yang lembut. Aku mulai mencium pipi lalu bibir nya dan mulai ke leher nya yang jenjang. tangan ku membelai lembut 2 bukit bohongan, wajah ku semakin turun ke bawah dan mulai mengesek hidung ku di dua bukti putih itu, menyesap nya dan memberikan gigitan kecil yang pasti akan membekas nanti nya.
Vanny mengusap rambut dan leher ku, mengigit kecil daun telinga ku, menekan kepala ku agar aku lebih dalam mengesap nya.
Tangan ku mulai bergerak turun ke bawah, mencari benda kecil yang bisa aku mainkan, lalu turun ke bawah sedikit dan Vanny semakin memeluk ku, aku mulai memposisikan adik ku, tanpa aku ajari, dia tau kemana tempatnya harus berjalan.
" Sat...pelan. masih sakit " Pinta nya dengan suara yang berat
" Iya sayang...Ini pelan kok " Jawab ku, sedikit demi sedikit si adik mulai bisa masuk walau masih terasa sulit.
" SAT "
__ADS_1
" kenapa?" tanya ku kaget
" Enak Sat...in penuh " Jawab nya dan aku tersenyum bangga. ******* kami menjadi lagu merdu percintaan kami di malam menjelang pagi, apalagi Bogor yang mulai memasuki musim hujan, gerakan ku semakin liar, Istri ku semakin menjerit menahan rasa nikmat nya dan berakhir dengan keluarnya benih benih cinta kami.