My Vanny

My Vanny
Saya Ambil


__ADS_3

Satria tidak pulang malam ini. Kebiasaan buruk satria terulang, tidak bisa mengkotak-kotak kan masalah, Emosi berlebihan, tidak cepat menyelesaikan masalah, pergi menghindar dan aku yang sudah kenal satria 2 bulan, sedikit tau akan dibawa kemana arah hubungan ini.


Sudah jam 5 pagi, aku bangun dan Satria membuka pintu kamar.


" Dari rumah sakit Pih?" tanya ku bersikap biasa saja.


" Dari Rumah Shanti" Jawab nya dan masuk ke kamar mandi, aku menarik nafas ku berat dan ku tunggu Satria di depan pintu kamar mandi.


" Jangan dulu mandi" Ucap Satria


" Saya Mau Sholat " Jawab ku


" Nanti dulu, layanin saya dulu" Jawab Satria dengan menarik tangan ku ke tempat tidur, Satria melepas kan baju nya dan meminta aku melepaskan baju ku sendiri.


" saya ga mau"


" Harus mau Van, saya gak tidur semalem, saya lagi tinggi" Jawab Satria dengan suara datar nya, satria menyingkap baju tidur ku, menarik celana ku dan mulai menguasai tubuh ku


" Saya ga suka cara kamu Satttt" maki ku dengan menolak cumbuannya


" Setidak nya badan kamu masih sama saya, biar hati dan pikiran kamu ga pernah bisa saya miliki" Jawab Satria dengan terus mencumbu ku.


" Kamu Beneran Aneh Sat, Dan kemaren malem kamu bilang Talak loh, Saya gak Mau...bangun dari tubuh saya Satria" Ucap ku terus menolak tubuh satria.


" Saya tau, saya yang laki laki, kita masih halal, dan saya bisa tarik kata kata saya itu" Jawab Satria tersendat sendat, dia sudah berkabut dengan gairah dan emosi nya sendiri.


" Dasar EGOIS " Ucap ku dan memukul dada nya


" Kamu pikir kamu gak Egois?" Jawab Satria dengan tertawa dan sempat sempat nya mengusap rambut ku.


" Beraaattt Satttt" Teriak ku, dan aku dorong dada nya semampu aku, Satria sempat bergerak ke belakang karna dorongan ku, tapi badan nya kembali condong menghadap ku.


" Layani saya dulu, Setelah ini kamu terserah kamu" ucap Satria dan menghentakan adik nya begitu saja, menyatukan tubuh kami dengan paksa, dan Aku sudah tidak bisa menahan air mata ku lagi, ini lebih gila dari kejadian minggu lalu, dan aku semakin menangis saat Satria terus menggerakan tubuh nya tanpa memperdulikan perasaan ku.


" Kamu Puas Sat?" tanya ku ketika Satria selesai menabur benih nya di dalam tubuh ku.


Satria tertawa kecil dan memiringkan tubuh nya.


" Kurang Puas Van, Jujur pengen Lagi Cuma karna saya Sayang kamu...." Jawab Satria terpotong dan memakai Kaos nya kembali


" Pagi ini cukup.... kamu harus kerja dan ketemu ama laki laki yang kamu cintaaaiii banget.....Mandi gih, nanti kamu telat ketemuan" jawab Satria dengan mengusap kepala ku, aku menepis tangan nya, Satria benar benar membuat aku marah dan kecewa. dengan semua perasaan yang aku rasakan pagi ini, aku memakai baju tidur ku, lalu masuk ke dalam Mandi.


Selesai Mandi aku segera memakai seragam kerja ku, Satria sedang tengkurap di tempat tidur, ku ambil tas kerja ku, lalu menyapa Gigi dan pergi dengan melewatkan sarapan ku.


Aku menangis di dalam mobil, ku bakar rokok ku, dan rasa nya aku menyesal telah mengenal Satria.


" Nikah kok jadi gini Sih Van?!" Ucap ku dalam hati, menarik nafas ku dalam dalam, fokus pada jalanan, membakar rokok ku, dan huhuhuhuhuhu aku menangis lagi, air mata ku terus menetes, aku merasa yang satria lakukan tadi pagi, sudah sangat berlebihan, Talak, intimidasi verbal dan memaksakan bercinta dengan kasar pada ku.

__ADS_1


Minggu terakhir di Bulan Desember, closingan di depan Mata, aku dan Team ku sudah bersiap dengan semua permintaan ibu Boss dan juga Ardhian atau pun assistent nya Ardhian dari kantor pusat.


" Bu Van" Seru Rani anak CS ku


" Apa Ran?"


" Pembalut ada gak?"


" Ambil di locker saya, saya ga kunci kok" Jawab ku dan kembali fokus pada layar monitor.


15 menit kemudian, Rani kembali dan mengucapkan thanks pada ku.


" Masih banyak ga Ran pembalut nya?" Tanya ku pada Rani yang saat ini sedang minum dengan sembunyi sembunyi di kolong meja ku


" Banyak Bu, Ibu belom Pake?" Tanya nya dan ku lirik kalender di meja ku


" Belom..." Jawab ku jujur dan aku mengkerutkan dahi ku, aku berpikir cepat dan ada yang tidak beres dengan ku.


" Biasa nya ibu duluan loh...ibu selesai baru saya!" Jawab nya Rani dan aku tersenyum, Rani berjalan lagi ke kursi kerja nya, menekan tombol antrian di meja nya dan siap untuk melayani nasabah selanjutnya.


Aku memanggil Della, mengajak nya makan siang ini sudah sesi ke dua istirahat dan perut ku sudah sangat lapar.


" Dell....kok saya belom mens yah?" Tanya ku dan della tertawa, kami berjalan menuju lantai 2, makan siang kami sudah di siapkan kantor, Ada Ardhian yang sudah memesan lunch box untuk semua karyawan.


" ibu kan udah Nikah kali bu, wajar aja kalo gak dapet mens" Jawab Della dengan tawa nya


" Suntik KB?" tanya della, dan kami berhenti sejenak di anak tangga


" Lah...kamu gimana?" Aku kesal dengan jawabannya della


" Saya itu setiap bulan Suntik Vitamin Bu Van...Bukan Suntik KB" Jawab Della dengan memeluk bahu ku


" Bukannya kamu bilang kamu juga KB, cozzzz kamu..." Ucap ku terpotong, aku tidak ingin memperjelas cerita ku, karna Della pasti paham


" Saya emang Pernah suntik KB bu, tapi Gak cocok, badan tuh sempet gemuk, udah satu tahun ini saya pake Spiral, biar aman" Jawab Della pelan.


" Yahhhh kamu gak Bilang Delll" Ucap ku dengan kesal


" Laaahhhh emang kenapa Bu?"


" Saya pikir saya suntik KB" jawab ku lemas


" Ih ibu mah...inget gak....waktu itu saya pamit kan, Bu...saya mau suntik dulu, ibu mau ikut gak? trus ibu jawab mau" Inget gak bu, della mengingatkan percakapan kami waktu itu


" saya pikir kamu mau KB, Del. Kan ke Bidan" Jawab ku dengan polos, aku tetap berpikiran saat itu aku dan Della di Suntik KB.


" Haaddduuuhhh bidan sekarang banyak profesi lainnya kali bu, Dia bisa jadi tukang Rias, Tukang Jahit, Tukang masak" Jawab Della dengan tertawa

__ADS_1


" Jadi itu kemaren bukan suntik KB?" Tanya ku menyakinkan lagi.


" Bukan...itu suntik Vitamin, cek aja kalo ibu gak percaya" Jawab Della dengan tertawa, aku mengusap perut ku, sudah 10 hari aku terlambat haid, bahkan harus nya 15 hari, karna jadwal haid ku selalu maju setiap bulannya


" Ibu hamil loh, kalo ga dapet mens bulan ini" Ucap della dan aku menelan saliva ku.


Makan siang ku tidak nyaman, segera aku rapihkan box makan siang ini, duduk di ruangam yang biasa di jadikan musollah dan membakar lagi rokok ku.


" Kenapa belum Mens Yah?"


ku lihat handphone ku, women series yang biasa mencatat jadwal Haid ku.


" Bener....ini udah telat hampir 3 minggu" Ucap ku dengan mengangkat alis mata ku, berat kepala ku dan rasanya ingin aku menangis lagi, tapi kenapa susah sekali air mata ini untuk menetes, beda seperti tadi pagi, begitu deras dan sulit untuk aku tahan.


Tak ingin berlama lama berpikiran yang tidak tidak, Della sudah selesai dengan makan siang nya, kami sholat lalu melanjutkan kerja kami


Moreno


" Yank...dimana?" Aku chat adel dan segera chat ku terbalas


" Masih di Rumah sakit, ada apa Bang?"


" Kangen" Jawab ku dan tersenyum dengan menatap layar handphone ku


" Malessss banget...kirain penting" Jawab Adel dan aku tertawa membaca nya.


Siang ini aku makan siang di rumah Sakit, Satria sabahat ku memanggil aku, jadi aku berharap selain bertemu Satria aku bisa bertemu Adel juga.


Aku datang ke kantin di pinggiran rumah Sakit, Satria sedang membakar rokok nya, wajah nya terlihat kusut walau di tutupi oleh wajah kaku nya.


" Ada Apa Bro?" Tanya ku dengan posisi masih berdiri dan meminum Es Jeruk milik Satria


" Duduk Ren" Ucap nya dengan lemas, aku duduk di depan nya, memesan kopi hitam


" Vanny" Ucap nya


" kenapa dia, Hamil?"


" Boro...dia KB" Jawab nya dan aku tertawa, Satria diam lagi dan aku menepuk bahu nya


" Ada apa Sat?"


" Hukum talak itu gimana yah?" jawab Satria dan tawa ku meledak.


" Jangan maen maen ama kata kata itu, Dosa loh"


Satria diam dan menarik nafas nya berat.

__ADS_1


__ADS_2