
Aku tertawa saat Mbak Indah memulai Briefing pagi, bagaimana tidak, kami itu biasa berdiri saat briefing pagi atau pun sore dan tiba tiba satu kursi di dorong anak Teller " Buat Ibu Hamil " ucap nya dan aku terkekeh.
Atau pada saat aku dan team ku turun ke Lantai 1, tempat nya anak anak Customer service, Aku itu sudah seperti seorang putri Raja saja, Lukma memegang tangan ku, berjalan satu anak tangga lebih dahulu dan selalu meminta aku hati hati.
" gw bisa Man"
" Loe lagi Hamil" Jawab nya dan terus seperti itu sampai aku selesai menuruni semua anak tangga.
" Ga boleh jalan cepet cepet Van, Ganti heels loe kalo lagi di counter, Pake sendal jepit aja" cuit nya lagi dan aku tertawa.
Baru jam 10 pagi, Mbak Indah sudah datang ke Counter.
" Nyemil...kamu harus banyak cemil Van" Ucap nya dengan satu box roti yang di sambut gembira anak anak Customer Service.
" Makasih Mbak " Ucap ku lalu mengambil satu roti yang menarik untuk ku, sisa nya sudah di keep oleh teman teman ku.
Jam 11 siang, chat masuk dari Si Papih
Satria
Siang Bund, Jangan lupa susu nya di minum, Handphone saya Off sampai jam 1 yah, saya ikut operasi nya Dokter Hidayat.
dengan mengendap ngendap aku membalas chat suami ku.
Ok Pih, Nanti siang saya minum susu nya, Have a nive day work yah Pih. lengkap dengan emot ❤.
Jam 11.30 Eful sang OB sudah mulai sibuk mencatat pesanan makan siang.
" Bu...mau rujak buah ga?" Tanya nya dan aku tertawa, Begini nya rasa nya di Manja saat hamil, Senang sih tapi kok jadi pada lebay yah.
" Saya Es Campur aja Ful, Makan siang saya bawa bekal" Jawab Ku dan memberikan uang lembaran biru pada nya.
Jam Makan siang, biasanya aku makan di sesi ke dua, tapi sekarang ini anak anak meminta aku untuk makan di sesi pertama.
" Ibu duluan, Ibu lagi Hamil, ga boleh Laper, nanti pingsan lagi kaya kemaren" Ucap Anak anak ku dan aku tertawa, Huuffttt berlebihan sekali.
Akhirnya aku makan siang di sesi pertama, Ardhian yang melihat aku akan istirahat bersama Della langsung menghampiri kami.
" Kamu makan apa ?"
" Bawa Bekel Pak " Jawab ku sambil berjalan
" Ya udah...selamat Makan Siang" Ucap Ardhian, aku tersenyum dan Della mencolek pinggang ku.
__ADS_1
" Care banget, So Sweet punya Mantan gitu Bu" Canda Della dan akhir nya aku tertawa.
" Suami saya lebih care Del dan bukan cuma sweet, sekarang udah diabetes saking manis nya" canda ku dan Della tertawa.
Jam 5 Sore Satria sudah duduk manis sebagai nasabah yang terlambat, dia tersenyum dan sesekali memainkan handphone nya.
selesai dengan briefing sore, satu persatu karyawan pulang, begitu juga aku, Satria tersenyum dan mengusap pucuk kepala ku
" Cape Yah, Bund?"
" Lumayan" Jawab ku dan satria merangkul bahu ku.
" Jemput Gigi dong Pih!" Pinta ku Kami sudah duduk di mobil
" kangen Yah Bund?"
" kangen Lah " Jawab ku, dan melepas heels ku
" Sama saya juga!"
" Papih kangen juga sama Gigi?"
" Kangen nya ama Kamu!" Jawab Satria dan aku tertawa.
" Bisa lah" Jawab Satria dia mencium pipi ku lalu dengan enak nya membuka satu kancing kemeja ku
" Mesum bangettt sih Pihh"
" Kan Mau jemput Gigi, Bund. Nanti kalo ada Gigi gak bisa gini lagi " Jawab Satria dan bisa bisa nya mencium payuda** ku, aku mengusap rambut nya saat dia melakukan itu, mencium aroma rambutnya dan memberikan sensasi sendiri untuk me rileks kan lelah ku saat ini.
" Terserah Papih Aja " Jawab ku dan menerima apapun kemaunya Satria, toh ini bukan yang pertama dan aku pun menikmati nya. Satria tersenyum lalu merogoh tas selempang kecil milik nya.
" Buat Kamu Bund, Sorry telat, Harus nya bisa cair 2 hari setelah seminar" ucap Satria lagi
" Apaan sih Pih?"
" Uang jalan waktu seminar ke Jepang tempo Hari " Jawab Satria, Mobil meninggalkan Area kantor dan aku membuka Amplop Putih yang tidak tertutup seal teap nya
" Ini semua nya? Beneran?" Tanya ku tidak percaya, mendapat tambahan uang $dari Satria,
" Iya " Jawab Satria
" Thanks Pih " Aku mencium pipi nya lalu duduk manis kembali
__ADS_1
" Ntar malem yah Bund 2 x aja" Ucap Satria dan aku tertawa dengan memukul lengan nya.
" Ok...2 x " Jawab ku satria mengusap pucuk kepala ku.
Mobil sudah masuk ke komplek perumahan nya Bang Rimba, Komplek perumahan elite di Kemang Pratama, setelah aku menjawab Ok 2 x, satria diam, tidak ada percakapan kami, aku menikmati perjalanan dengan merebahkan kepala ku di pundak Satria
" Mau bund Punya rumah di sini?" Tanya Satria dengan melirik sekilas pada ku
" Ga mau "
" Kenapa, kan ke kantor mu lebih deket?" Tanya Satria
" Saya suka Bogor Pih, Kita ketemu di Bogor, biar Macet...Bogor itu nyaman buat semua melakukan semua hal" Jawab ku
" Sering Hujan, bikin udara adem dab bikin nikmat bercinta nya yah Bund?!"
" Kamu nih...kalo ngomong soal begituan lancar deh" Ucap ku dan Satria tertawa dengan mengusap rambut ku.
Mobil masuk ke rumah besar, rumah dengan satu pos pengamanan di depan nya, satu mobil Patroli bahkan terparkir di dalam rumah di dekat Pos Penjagaan tersebut.
RIMBA
" Vanny datang tuh Bang!" ucap Istri ku, nada suara nya sedikit kesal, aku sedang memakai baju salin yang sudah di siapkan nya, melirik padanya, Aku baru selesai mandi setelah bermain dengan 3 anak ku.
" Baru juga semalem, Udah di jemput sore sore gini" Keluh nya lagi
" Mungkin mereka sekalian pulang Kerja Mah" Jawab ku dan menyisir rambut ku.
" Gigi nya jangan di kasih pulang Bang, Tahan sama Papah, Biar dia trus tidur di sini" Pinta nya dan aku menoleh pada nya
" Nanti Papa ngomong, tapi jangan terlalu berharap Mah, Vanny itu sayang banget ama Gigi"
" Tapi Gigi Itu anak Kita" Jawab nya seolah ingin mendominasi Gigi
" Iya...anak yang hampir terlupakan, bahkan dia sendiri setelah ibu dan Nenek nya meninggal" Jawab ku datar.
" Maafff Pah, Mama Minta Maaf" Ucap Istri ku dengan raut wajah yang sudah merah, dia sedang menahan tangis nya lagi.
Aku menarik tangan nya, ku peluk dengan satu tangan ku, lalu ku simpan kepala nya di dada ku, aku usap kepalanya dengan lembut.
" Saya yang Minta Maaf Mah, Saya yang salah" Jawab Ku
" Andai saya bisa nolak permintaan kamu itu, andai saya bisa menahan Hasrat saya...Mungkin ga ada Gigi diantara kita saat ini" Jawab ku lagi.
__ADS_1