My Vanny

My Vanny
OTW Bandung


__ADS_3

Satria


Aku beruntung, memiliki keluarga ini, mereka sangat menyayangi ku dengan tulus, dan Juga si Gresek Reno, sahabat yang selalu ada dan mengerti aku.


" Atlet ga bener" ucap Bang Yudha, dia membersihkan darah dari hidung dan mulut ku


" Dokter brengsek" cibir bang Rimba dengan menekan Pipi ku yang bengkak, mereka menyiksa aku habis habisan, dan aku hanya bisa pasrah saja.


setelah cairan infus masuk ke tubuh ku, aku mulai bisa bernafas lega, tadi itu dada ku sakit, aku kesulitan bernafas, bahkan tadi aku menghirup oksigen untuk alat bantu ku bernafas, tapi aku tenang dan tidak cemas sama sekali, seberat apapun luka ku, ada Bang Yudha yang pasti merawatku dengan baik, dia seorang dokter sama seperti ku, paham untuk penanganan darurat yang terjadi pada ku tadi.


" Bang...infusan nya ga pake tiang apa?" Tanya ku pada bang Yudha


" Di irak ga ada tiang infusan, ga usah manja, udah bagus loe gw infus" ucap Bang Yudha


" lagian loe infus...harus nya pelaku pemerkosaan itu di suntik mati, karna bikin trauma si Korban" Cuit Bang Rimba, dan aku tersenyum kecut, aku melirik Reno, Dia sih asyik...dia sedang duduk dan minum kopi di dekat bapak.


tiga Jam kemudian, sudah jam 1 malam, semua orang sudah bersiap.


" Mau kemana sih Mbak?" Tanya ku pada mbak Hasna


" Bapak mau kita semua ke Bandung, iya ikut yah....iya harus kuat, Iya harus bisa tanggung jawab" Jawab Mbak Hasna dengan lembut, dan aku tersenyum, aku mengambil tangan Mbak Hasna, aku simpan di atas kepala ku. Mbak Hasna mengusap kepala ku dan air mata ku menetes.


" Iya emang salah Mbak, Iya memang brengsek, Iya bohongin Vanny, Tapi tadi sore...Iya udah siap mau Jujur ke Vanny... Mbak, Iya bakal bawa Vanny ke Rumah Ini, iya bakal Jujur....Tapi sayang Vanny nya keburu datang ke rumah Sakit, Dia Marah Mbak"


" tadi dia emang ijin pulang cepet ya, Dia bilang belom prepare buat ntar Sore" Ucap Mbak Indah


" Jadi tadi tuh keburu ke " Hong " dong Ya? " Tanya Mbak Efi


" bener Mbak..." Hong Iya" " Ucap ku menirukan Jargon nya anak anak kecil saat bermain petak umpat dan menemukan teman nya yang bersembunyi. Kami tertawa kecil dan aku mulai duduk.


" Kapan ML nya Ya, Si Vanny kan Baru balik dari cirebon?" Tanya Mbak Indah dan aku tertawa dalam hati


" Minggu sore Mbak, iya ga kuat lagi, Kanggeeennn banget seminggu ga ketemu dia" jawab ku jujur dan Mbak Efi memukul kepala ku


" Berapa kali ya?"


" 3 kali, terakhir senin pagi pagi bener" Jawab ku seperti orang bodoh


" eeehhh busyetttt langsung 3 kali aja, Kasian banget si Vanny nya " Ucap Mbak Efi dan lagi lagi memukul kepala ku.

__ADS_1


" Lepas sendiri Infusan nya, kita mau jalan" suara Tegas dari Bang Rimba memerintah aku, aku segera melepas suntikan dan botol infus yang sudah hampir habis ini.


" Sekarang Pah?" tanya Mbak Hasna Pada Suami nya


" Iyah....lebih cepet lebih baik, kita harus siap segala kemungkinan, setelah orang tua nya tau cerita ini " Jawab Bang Rimba, seolah olah itu adalah pesan untuk ku. aku menarik nafas ku...otak ku mencerna ucapan Bang Rimba.....bagaimana nanti reaksi Si Om di Bandung. " Mati Gw"


3 abang ku, Bapak dan Reno Bersiap.


" Iya...ikut di mobil mbak aja" pinta ku pada 3 ipar ku


" Takut yah Ya?" Tanya Mbak Hasna


" Banget" Jawab ku jujur. Dengan langkah kaki masih menahan rasa sakit di badan ku, aku duduk di Samping Reno, 3 ipar ku duduk di bangku belakang. Bapak dan 3 abang ku menaiki mobil lain. Reno mengendarai mobil mengikuti mobil abang ku dan mobil pengawalan di depan nya.


Reno menepuk nepuk bahu ku


" Yang kamu lakukan itu perbuatan Keji ....Satria" Canda Reno dan Dia tertawa bersama ipar ipar ku, Aku hanya diam tidak menjawab nya... aku menghubungi Vanny lagi, Handphone nya aktif tapi panggilan ku di biarkan begitu saja.


" Mbak indah...chat Vanny napa, tanya dia mana gitu!"


" Udah kali ya...cuma ga di baca baca" Jawab Mbak Indah.


" kita makan Bubur dulu, Yud. sambil tunggu subuh, setelah sholat kita ke rumah orang tua nya Vanny"


Saat mereka semua makan, aku diam di dalam mobil, merebahkan tubuh ku di jok mobil, dan saat ku dengar suara Adzan subuh, aku turun dari mobil, lalu masuk ikut masuk ke dalam Masjid, Sholat berjamaah bersama jamaah masjid di luar komplek Tak Jauh dari rumah Vanny.


" Siap Ya?" tanya Bapak setelah aku salim pada nya


" Siap Pak!" Jawab ku


" Gak ngeyakinin banget Muka nya, Udah Siap Belom?" tanya Bang Rimba


" Siap Bannnggg" Jawab ku dengan sedikit kesal, Jujur kesal sekali pada nya, Pukulannya tadi terlalu bersemangat, bertubi tubi, dan rasa nya tadi ingin melawan, tapi ada 2 abang ku yang lain, Pasti aku di anggap tidak tau malu, Udah salah ngotot lagi, Jadi aku hanya bisa pasrah dan menggerutu dalam hati.


2 Mobil sudah berhenti di depan pagar rumah Si Om, Ternyata saat kami aku dari Mobil, Si om juga datang dengan motor Vespa nya, masih menggunakan Sarung dan Baju koko, tapi di tangan nya membawa plastik transparan yang aku coba intip berisi makanan untuk sarapan nya.


" Assalamualaikum Om" sapa ku


" Waalaikumsalam Sat...Eh Satria, Kenapa muka kamu Sat" tanya Si om dengan tangan yang memegang wajah ku, aku tersenyum dan tidak menjawab nya

__ADS_1


" Saya datang dengan keluarga saya Om" ucap ku dan semua orang yang tadi turun dari mobil sekarang semakin mendekat.


" Assalamualaikum " Sapa Semua keluarga ku


" Waalaikumsalam....Ya ampun, Gusti...Ada Pak Rimba...Eh Ada Punteun saya lupa nama Bapak" Ucap Si Om yang lupa lupa ingat nama bapak ku.


" Saya Indra Dewantara" Jawab bapak ku, bapak ku mengulurkan tangannya,


" Yang Di rumah Sakit Hasan Sadikin Kan!" Ucap Si Om.. Dan Bapak ku tersenyum, Bangga juga loh, Bapak dan Abang ku terkenal.


" Mari Masuk Pak...Ayo Pak Rimba" ajak Si om, Setelah masuk ke dalam rumah, Bang Rimba mengenalkan semua keluarga kami yang datang saat ini. Ternyata Bang Rimba sempat menjadi Atasannya Si Om saat di Lampung dulu, Hebat yah abang ku.


Si Tante Datang dengan membawa minuman untuk kami, dan Suasana setelah perkenalan tiba tiba menjadi hening.


" Kamu ga ajak Vanny, Sat?" Tanya Si Om setelah kami diam beberapa saat.


" Begini Pak Dandi" Ucap Abang ku. Abang ku menceritakan semua dari awal tentang aku dan Vanny, tentang kebohongan ku dan Hal terlarang soal hubungan yang aku dan Vanny telah lakukan, Bang Rimba Tidak mengatakan itu pemerkosaan karna pasti akan menjadi lebih rumit nanti nya.


Dan aku sangat tersentuh saat bang Rimba berkata" ijinkan saya untuk menyerahkan leher saya sebagai bentuk tanggung jawab atas adik saya yang dari tadi diam, dan sudah melakukan hal buruk kepada putri Pak Dandi" Lutut ku lemas, abang ku dengan Jabatan yang sudah tinggi nya, merendah kan diri nya pada Si Om, Hal yang tidak pernah dilakukan nya selama ini, kalo bukan untuk aku...untuk adik nya yang dia sayang.


" bukan salah Pak Rimba, Saya kecewa dengan adik Bapak" Jawab Si Om dengan tatapan tajam pada ku


" hukum saya Pak" ucap Bang rimba cepat


" saya Pak, saya yang SALAH " Ucap ku dengan cepat juga, aku tidak ingin Abang ku lebih merendah, aku pikir aku dan Vanny melakukan nya dengan cara suka sama suka, EGO ku bermain saat ini.


" iya kamu yang salah, Mana kata kata kamu soal niat baik dan nawaitu akan setia Hah?" ucap Si Om dengan satu tonjokan mendarat di wajah ku.


" Saya minta maaf Om, Saya khilaf" Jawab Ku


" Khilaf?" Tanya Si om dengan satu tonjokan lagi, Habis lah wajah ganteng hari ini, tamat mungkin wajah imut putra bungsu Keluarga Indra Dewantara.


Setelah si Om puas menghajar ku, dia duduk lemas, Si tante mencoba menenangkan suami nya, Tidak ada satu orang pun yang menolong aku untuk bangun setelah aku di hajar habis habisan oleh Si Om. Mereka membiarkan aku mempertangung jawabkan perbuatan ku.


" Saya mohon, Ijin kan anak saya...untuk menikahi putri Pak Dandi" Pinta Bapak ku


" Maaff....Tidak semudah Itu Pak" Jawab Si Om dan semua orang diam, Diam lah...hak menikahkan putri nya ada di tangan Si Om, Itu wewenangnya Si Om 100 %.


Andai Reno tidak bicara soal perkosaan pada bapak, mungkin kedatangan keluarga ku hanya lamaran saja tanpa pukulan lagi, tapi apa iya keluarga ku bersedia melamar Vanny yang jelas jelas tidak mau aku nikahi. aku tau tipical keluarga ku, dan Aku tau keras kepala nya Vanny, Dia pasti marah yang berkepanjangan dan sulit untuk ku menikah dengan nya, sedangkan aku cinta sangat pada nya. Huuuffffttt Gila sendiri.

__ADS_1


__ADS_2