My Vanny

My Vanny
Saya Sendiri


__ADS_3

Jumat, 1 Desember.


Bellanova drama di pagi hari, setelah sholat subuh aku binggung, Dokter Haris meminta aku datang lebih pagi, ada yang ingin dia bicarakan dengan ku mengenai pasien yang kondisi nya semakin memburuk pagi ini.


Aku lihat Vanny sudah cantik berdandan, Tas nya sudah siap, bekal makan siang nya sudah siap, lalu aku masih binggung harus memulai bicara dari mana.


" Ada apa sih Sat" tanya nya ketika aku memakai kemeja ku, dia ikut membantu mengancingkan kemeja biru ku.


" Pasien di rumah sakit " Jawab ku, dengan mencium kening nya.


" Ga bisa anter saya?" tanya nya menebak


" Bisa kok" Jawab ku dengan memeluk nya, ada ragu saat mengatakan nya, waktu ku habis di jalan, tapi aku tidak tega membuat nya menyetir mobil sendiri, apalagi tadi malam, dia full service untuk ku.


" Saya sendiri aja" Jawab nya, ada senyum tidak puas di wajah nya, dia sedang mencoba mengerti tentang aku rupa nya.


Stevanny.


Satria sibuk ketika aku mengambil kunci mobil ku, dia berusaha mengejar ku ke depan rumah


" saya anter jemput Van"


" Gak usah, saya bisa sendiri, kamu juga jadi telat karna harus anter dulu kan" jawab ku dan Satria Diam, Iya lah dia pasti telat apabila mengantar aku ke kantor ku dulu.


" Sore saya jemput" Ucap nya


" Gak perlu saya kan bawa mobil" Jawab ku lagi

__ADS_1


" Marah?" tanya nya


" Gakkk...Ya udah saya jalan yah Sat" Jawab ku dengan mencium pipi nya. Satria memeluk aku, rasanya dia binggung juga antara ingin mengantar ku dan telat nya ke rumah sakit.


Ku kemudikan mobil merah ku, menembus jalan tol yang padat di pagi hari, semua orang menuju Jakarta, mencari dan mengisi kegiatan mereka di kota besar seperti aku. Gila cape banget, kemarin malam satria menggempur aku habis habis, aku dibuat nya tidak berdaya, dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi, satria tidak berhenti mengeluarkan jurus jurus maut nya di tempat tidur, ronde terakhir aku hanya bisa pasrah, membiarkan dia bekerja sendiri, dan aku hanya menikmati nya saja.


Sampai di kantor Jam 7.50, Handphone ku berdering dari nomor yang tidak aku kenal.


" Hallo "


" Selamat Pagi Stevanny"


Jantung ku langsung bergemuruh mendengar suara laki laki yang menghubungi ku, lutut ku lemas, dan ku paksa kan untuk tetap bisa berjalan memasuki kantor.


" Apa kabar Van?"


" Baik " Jawab ku singkat


" Oh Yah" tanya ku


" saya ke kantor mu siang ini"


" please...ga Usah" jawab ku dengan cepat,


" kenapa Van?"


" Nanti saya hubungi lagi " ku tutup sambungan telphone dengan cepat, lalu aku block nomor tersebut, aku tidak ingin dia memghubungi ku lagi.

__ADS_1


Pagi ini Mbak Indah sedang tidak mood, dia mempimpin briefing pagi dengan mode tidak baik, hal ini hampir tidak pernah terjadi. dan seperti biasa akhir tahun adalah saat saat yang sibuk, walaupun target tahunan sudah tercapai tapi biasanya menukik di bagian loan.


Siang ini Mbak ini mengajak aku makan siang di luar,


" Saya lagi BT nih Van...Ayo buru naek" ajak Bu indah mengajak aku masuk ke mobil nya


" Ada sih Mbak, BT bener" tanya ku ketika kami sudah di dalam mobil


" Kamu belom baca email?" tanya Bu Indah


" belom Mbak..ada apa sih, Tadi juga lukman dan Hesti langsung BT begitu liat email ?" Tanya ku


" nanti baca aja sendiri"


" Ya yah...nanti saya baca" Jawab ku


" Bu Indah menarik nafas nya berat" dia terlihat kesal tapi tidak lama di tersenyum


" Orang yang Gantiin Pak Siswanto itu adik saya Van" ucap nya dengan Bangga, nada yang berubah saat dia mengatakan BT dan Mengatakan Dia adik saya.


" Serius Mbak!" tanya ku tidak percaya, Pak Siswanto itu orang Pusat yang kerjaan nya memimpin para pimpinan cabang se JaBodetabek.


" Serius...Dia emang Pinter Van, Dia tekun, Dan Saya kesal aja...Dia itu jadi atasan saya, Saya kan Kaka nya" Jawab Bu Indah dengan tertawa.


" Berarti keluarga ibu hebat dong..."


" Gak lah...saya cuma dari keluarga guru doang, Saya dan adik saya memang selalu dapet beasiswa dari dulu, tapi adik saya beruntung, nasib dia lebih baik, dia kuliah di Luar, dan ternyata kantor pusat udah kontak dia 1 tahun lalu" jawab Bu Indah.

__ADS_1


" itu hebat Mbak "


" Yang hebat kelurga Bapak, anak anak berhasil semua nya, bapak punya perusahaan, ada rumah sakit keluarga yang sekarang di pegang Bang Yudha, dan semoga aja Satria bisa cepet gabung di sana, Biar suami saya ada waktu buat anak istri nya" Jawab Bu Indah. aku mengkerutkan dahi ku..." Waktu?"


__ADS_2