
Aku mengusap pipi Satria, tangan nya langung melingkar di pinggang ku, tapi serasa ada yang beda, Satria diam, biasanya dia melakukan hal lain yang aku suka, seperti memeluk ku lebih erat, atau mencium pipi lalu bibir ku, Fix...satria marah.
" Kamu kenapa sih?"
" saya pulang Van, Reno nungguin saya di bawah" jawab Satria dengan mencium kening ku
" Abis nonton langsung pulang, jangan pulang terlalu malem" pesan Satria dengan menolak tangan ku yang ingin mengusap dada dan leher nya.
Aku membuang nafas ku berat, kesal rasanya, Satria pulang begitu saja dan saat ini aku sendiri.
Handphone ku berdering, Panggilan masuk dari Della, della sudah siap menjemput ku dan akhirnya aku turun ke lobby lagi, aku menunggu mobil Della yang akan menjemputku untuk nonton bersama teman teman di kantor.
Tidak lama kemudian, Mobil Della sudah terlihat, aku langsung masuk le dalam nya dan duduk di samping Della.
" Beneran jadi Nonton Del?" Tanya ku
" Beneran kali Bu, pak Edi udah nunggu kita bareng yang laen" Jawab Della
" Gak cuma kita dong nih?" Tanya ku lagi
" Kagak bu, anak teller juga datang kok, liat aja di group" Jawab Della dan ku cek handphone ku, isi chat group yang menumpuk dan terakhir satu photo temen temen ku yang sudah kumpul di XXI. Lalu masuk chat dari satria
Satria
Buat beli tiket kamu nonton sudah saya transfer.
Aku memeriksa notive Mbangking ku, lalu ku periksa mbaking ku, ada dua transaksi, 1 juta untuk Nonton XXI, 1 juta untuk satu minggu di cirebon, 2 juta hari ini Satria transfer untuk ku.
" Delll...punya temen yang kerja di Bank Man**** gak?" tanya ku ketika kami sampai di Atrium
" Ada bu...kenapa?"
" Pengen cek rekening orang, saya curiga deh..." ucap ku terpotong
" Maksud nya bu?"
" Ada laki laki sering transfer uang ke rekening saya Dell, tapi pas saya transfer balik ga bisa" jawab ku lalu berjalan di samping Della
__ADS_1
" Masa iya gak bisa, ibu ga niat balikin kali" jawab della dan aku tertawa
" Iya sih dell...lumayan lah buat tambah isi saldo" Jawab ku jujur dan della ter tawa
" Pengen tau isi saldo nya yah bu?" Tanya Della dan kami tertawa
" Iya dell...bisa gak?" tanya ku
" Bisa bu, tapi resiko buat temen saya, coba aja kasih nomor rekening dulu, senin biar di cek" Jawab della, ada ketakutan sih saat meminta della melakukan itu, standard di bank aku bekerja cukup ketat, untuk bisa memeriksa rekening nasabah seseorang, harus tingkat SPV keatas dan jelas tujuannya. tapi aku berharap temannya della bisa membantu aku, sambil berjalan aku memberikan nomor rekening satria melalui chat ke Della.
Sumpah garing banget, aku memaki sendiri, teman teman ku seperti sedang berusaha mendekatkan aku dengan Mas Edi, banyak candaan dari mereka yang membuat Mas Edi semakin bahagia dan aku menderita.
Saat kami sudah memesan tiket, Mas Edi mengatur letak duduk teman teman ku, dia rupa nya benar benar sedang " Usaha". Kursi ku dan Mas Edi berdekatan, lalu della dan teman teman yang lain.
" Buat camilan kamu Van" Mas Edi memberikan satu keranjang pop corn dan juga cola
" Thanks Mas" Jawab ku dengan berusaha tetap ramah, Aku nih harus tetap ramah lah, Mas Edi itu orang dari kantor pusat, sudah lebih senior dari ku, dia salah satu atasan ku juga, walaupun posisi nya masih di bawah Kepala cabang seperti Bu Indah.
Satria
" kalo gw jadi loe, gw bakal lama lamain bawa mobil nya, gw bakal cool di mobil, dan si Vanny gagal deh Nonton nya"
" Alahhh gw ga gitu, Iya gw suka ama dia, tapi kalo gw terlalu posesif atau nunjuk in gw cinta banget ama dia, gw Ogah" Jawab ku dan Reno tertawa
" Iya sih Sat, buat Seorang Satria yang selalu jomblo... loe banyak kemajuan ama Si Vanny, loe udah mau usaha wara wiri Bogor -Jakarta, ketemu ama keluarga tuh cewe, nginep di kamar cewe, Dah ciuman kan Sat?" Tanya Reno dan aku tertawa, mengingat manis nya ciuman aku dan Vanny.
" Bogor yuk ke Ruko, Ngecek persiapan besok" Ajak Ku pada Reno.
Jam 19.30 aku dan Reno sampai di ruko tempat aku latihan, Besok pagi kami akan mengadakan latihan bersama dengan beberapa club yang bernaung ke induk Polda, setiap 6 bulan sekali kami saling berkunjung ke club rekan rekan juga, biasa nya untuk melihat perkembangan anak anak latih kita dan mencari bibit bibit unggul yang belum di poles atau tidak terlihat oleh pelatih lain.
" Apa yang kurang?" tanya ku pada 3 orang Assiten pelatih
" udah ok semua sih Bam, kita nunggu mereka datang Jam 7 pagi" Jawab Dhika
" Ambulance ama team kesehatan nya udah siap belom?" tanya ku
" udah di urus Bang Yudha " Jawab Reno, kami memegang kertas acara kami masing masing.
__ADS_1
" Lah kok Bang Yudha?" Tanya ku heran, " Loe bilang minggu lalu di handle RS kramat jati"
" kagak Jadi, Bapak besok mau dateng Sat, Mau liat Cucu nya latihan, Jadi Bang Cakra yang ngurus ke Bang Yudha" Jawab Reno dengan tertawa.
" Haadduuhhh beneran mau datang?" Tanya ku dan Reno tersenyum. Bang Cakra menjadi salah satu pembina Taekwondo di Polda, Anak nya juga berlatih Teakwondo di club tak Jauh dari perumahan nya, Dan Bapak ku adalah salah satu pendiri Teakwondo di Indonesia, Bapak dan teman nya dulu di Kirim langsung ke Korea, untuk mempelajari bela diri Teakwondo langsung ke negara Asal nya, Dan Setelah aku menjadi Atlet dulu, Bapak menjadi Donatur Utama untuk perkembangan Bela diri Teakwondo sampai dengan saat ini.
" anak anak kita siap ga?" Tanya ku pada Danish lagi
" Siaaap lah, Si Gio ama Danish yang besok Mimpin " Jawab dhika
" terus kerjaan loe apa Dhik?" tanya Reno
" Jagain makanan trus kalo udah beres tinggal jagain mama muda, takut ada yang pengen ikut lari trus pingsan " Jawab Dhika dan kami tertawa.
" anak buah loe" ucap ku dengan menendang kaki Reno, Reno semakin tertawa dan aku tinggalkan mereka berempat, Aku duduk lantai depan ruko dengan membakar rokok ku, Mood ku memang belum begitu baik, Apalagi saat ini sudah jam 8 malam, Vanny belum memberikan kabar untuk ku.
" Susulin Sat kalo loe penasaran" Celoteh Reno dengan membawa kopi untuk kami berdua
" Maless...ngapain juga liatin orang lagi kencan"
" Bikin sakit ati doang ya Sat?!" tanya Reno
" Nah itu tau...." Jawab ku dan terus ku hisap rokok ku.
Jam 9 malam, rasanya ingin menghubungi Vanny, rasa khawatir, kangen dan kesal campur aduk menjadi satu.
" Gilllaaa yah gw jadi gini" Keluh ku sendiri.
" Vannn kabarin aku dong, kamu masih dimana?"
" arrrggghhh"
" Ren...sparing ma gw yuks...free style lah" Ajak ku dan Reno tertawa
" ayo ampe ada yang berdarah yah" Jawab Reno.
" Ayo lah, dari pada gw gila gini" Jawab ku semangat dan berjalan mengambil Body dan helmet ku. Reno menemani ku malam ini, 3 atlit dan juga assiten pelatih kami lebih bersemangat dari pada kami berdua, ini jarang terjadi setelah hampir 1 tahun aku tidak sparing berdua Reno.
__ADS_1