
Setelah salim pada Bapak, Gigi yang sedang bermain dengan 2 saudara nya langsung Lari saat mendengar suara ku.
" Gigi Kangen Bund" Cuit nya, gigi memeluk aku, tinggi nya yang hanya sepinggang lebih tinggi sedikit dari ku, menyimpan kepala nya di perut ku.
" Bunda juga Kangen Tau " Jawab ku ďengan mengacak acak rambut nya, lalu ku relai pelukan ku, dan merapihkan poni pendek di dahi nya.
" Udah Mandi?"
" Udah Dong!" Jawab nya
" Keren, Ayo Pulangggg" Ajak ku dan Gigi tersenyum lebar, gigi-gigi kecil di mulutnya terlihat semakin putih setelah aku membiasakan nya menggosok gigi dengan benar dan teratur.
" Pelukkk Papih....Gi, Ga Kangen apa ama Papih" Rajuk Satria dan Gigi langsung melompat ke arah Suami ku, satria langsung menangkap dan mengendong nya.
" Kangeeennn deh sama bau asem nya Gigi" Canda Satria dan kami tertawa, bahkan Bapak tersedak saat bapak menikmati teh nya di sore ini
" Ya ya...kamu itu lucu" Ucap Bapak lalu mengusap mulut nya.
" Pulang sekarang Pih?" Tanya Gigi
" Abis Magrib ya Gi, Sholat dulu" Jawab Satria, Akbar dan Vio Lalu salim pada ku dan Om iya nya, Vio sih tidak memeluk Om Iya nya, dia sudah jauh lebih besar, mungkin sudah memiliki rasa malu dan tidak ingin di anggap menjadi anak kecil.
Bang Rimba dan Mbak Hasna turun dari lantai 2 rumah nya, seperti biasa nya aku mencium dan memeluk Mbak Hasna lalu salim pada Bang Rimba
" Baru Pulang Van?" Tanya Bang Rimba, lalu kami duduk berkumpul.
" Baru banget Bang, Ini masih pake seragam" Jawab ku
" Bunda nya udah kangen Bang, jadi langsung minta ke sini" Jawab Satria, Satria tadi fokus melihat jurus yang di peragakan oleh Akbar, lalu menarik tangan Akbar untuk duduk di pangkuannya.
__ADS_1
" Besok latihan lagi, setiap gerakan ada jeda 3 detik" pesan Satria pada Akbar untuk jurus Teakwondo yang tadi Akbar tunjukan pada nya.
" Baru satu malem Van" Ucap Mbak Hasna dan aku tersenyum. " Emang kenapa kalo baru satu malem???!!!" Ucap ku dalam hati.
" Disini juga di kasih makan kok Van, gak usah khawatir!" Ucap nya lagi dan aku langsung menjawab
" Percaya lah...Mbak Hasna pasti jagain Gigi" Jawab ku dan mencoba tertawa, Tadi nya aku ingin menjawab : " Liat aja kalo gigi gak di kasih makan, gak gw kasih ijin kesini lagi" Tapi kan tidak sopan yah, cuma kesal saja mendengar ocehan nya tadi.
Saat Magrib pun datang, kami sholat di Musolla di lantai 2 rumah besar ini.
" orang kaya...Musolla nya aja adem bener" Canda ku pada satria dan satria tertawa lalu mencium kening ku saat kami selesai sholat.
" Makan malem dulu yah!" Pinta Mbak Hasna saat kami sudah kembali ke ruang keluarga
" Boleh Mbak" Jawab Satria dan aku setuju saja, toh kami belum makan juga.
Kami makan malam bersama saat ini, terlihat Mbak Hasna begitu memperhatikan Gigi, melayani Gigi dengan baik, dan menunjukan rasa sayang nya pada Gigi.
" Gigi pulang dulu Pah, Lain kali gigi nginep lagi" Jawab nya dan aku tersenyum.
" Besok Bunda sama Papih itu masih Kerja, Pulang nya besok aja, Jumat Sore yahhh" Rajuk Mbak Hasna
" Papih udah Jemput Mah, Kasian Papih nya" dan Satria pun tertawa
" Iya dong, Papih iya kan ga ada temen nya di rumah, Bunda nya Gigi kan tidur mlulu" Canda Satria, aku tersenyum kecut pada Satria dan Gigi langsung membela ku
" Bunda Cape Pihhhhh....Bunda itu kerja" Jawab Gigi dan aku langsung memeluk nya
" Anak Saya Sat, Dia ga suka saya di cemooh ama kamu" Jawab ku dengan rasa bangga, Satria tersenyum dan mengangukkan kepala nya.
__ADS_1
" Ayo...Pamit Pulang ke semua orang" Perintah Satria pada Gigi, dan Gigi yang penurut ini melakukan nya dengan baik, apalagi Pada Bapak, Gigi memeluk nya terus, mengucapkan terima kasih untuk semua mainan dan buku buku nya.
Bi Narti ikut serta bersama kami pulang ke Bogor, Masih satu hari lagi bekerja di hari jumat, Sabtu Kami akan ke Bandung dan Malam aku naik ke tempat tidur, Satria menagih janji ku
" Jangan pura pura lupa Deh, Gak lucu ah" Ucap nya dengan melepaskan Kaos di pakai nya, dan aku terkekeh
" Kirain Papih yang lupa!" Jawab ku
" Mana bisa lupa...udah wangi gini" Jawab Satria dan aku tertawa lagi, satria mulai mencumbu tubuh ku dan dengan suka rela aku melepaskan baju tidur yang aku pakai saat ini.
" Pelan pelan Pih, Ada Ade Baby" Ucap ku dengan manja
" I know " Jawab Satria dengan lidah nya menjilati semua tubuh ku. mencium perut ku berkali kali
" Papih Iya datang sayang, Kangen ama kalian berdua" ucap nya dan aku menggeleng kan kepala ku.
" Oh "
" Ah "
" Pihhh"
" Ya Bund "
Dan Suara liar kami semakin lama semakin nyaring mengikuti setiap hentakan pinggul satria ke tubuh ku.
" Oh God Bund...."
" Pihhh " Desaaaaah ku dengan manja,
__ADS_1
" Awww...geli...ke gigit banget ini Bund" ucap Satria dan aku tersenyum bangga, Service ku memuaskan nya saat ini.
" Aaahhhrrggg Bunddd" Satria memanggil namaa ku, lalu dengan satu hentakan yang luar biasa kami mencapai nikmat dunia kami berdua saat ini.