My Vanny

My Vanny
Maaf


__ADS_3

Tidur ku tidak nyenyak, aku tidur tanpa memeluk Satria, Belum lagi ada rasa sakit dan tidak nyaman di bawah sana, Tapi aku terus berusaha untuk tidur, tidur dengan memeluk guling, walau pinggang ini terasa sakit karna terlalu lama tidur dalam posisi miring seperti ini.


Pagi ini jam 5, aku mandi besar, sholat subuh seperti biasa dan menghindari Satria


" Van "


" Hemmhh"


" Saya antar pagi ini"


" Gak usah, Saya bisa sendiri" Jawab ku, aku melipat mukena dan Sajadah, mulai mencari seragam kerja ku.


" Saya bilang...Saya Anter STEVANNY "


" Saya bisa Sendiri SATRIA " jawab ku, menekankan nama Satria, seperti tadi dia Memanggil ku Stevanny.


aku mengambil seragam ku, dan hendak membawa nya masuk ke kamar mandi


" Mau kemana kamu?" tanya Satria


" Ganti Baju"


" Ganti di depan saya, biasanya kamu ganti baju di sini, bukan di kamar mandi" jawab Satria dengan menarik tangan ku, dia menarik ku berdiri di depan nya yang sedang duduk di Sofa


" Saya lagi mau ganti di kamar mandi"


" STEVANNY "


" Iya sat, saya ganti di sini, di depan kamu" Jawab ku dengan melempar gantungan baju ke Sofa, aku melepas kinomo ku, menunjukan tubuh ku yang hanya menggunaka cel*na d*lam, b*a hitam dan memakai seragam kerja di depan satria, ini bukan hal baru untuk ku, aku biasa melakukan setelah kami menikah, tapi pagi ini aku merasa sebagai perempuan bodoh dengan semua permintaan satria. Tangan Satria memegang pinggang ku, tidak lepas dari awal saat aku melepaskan kimono ku. sesekali tangan nya mengusap perut ku yang datar, biasa nya ada candaan kami saat aku menganti pakaian ku, tapi kali ini...hanya ada rasa sedih yang sedang aku tutup rapat rapat, aku tidak ingin Satria melihat sedih ku, aku tidak ingin membuat nya merasa lebih kesal dan marah lagi.


" Maaf buat kemarin malam, apa masih terasa sakit?" tanya Satria dan aku menggelengkan kepala ku, Satria menyimpan kepala nya di perut nya, mencium nya berkali kali.

__ADS_1


" Saya berharap banyak Van, dia cepat tumbuh dan berkembang baik disini" Ucap Satria, ada rasa sedih di suara Satria, tapi aku menutup nya, dia terlalu EGOIS, memaksakan kehendaknya. aku diam tanpa memberikan reaksi, lalu Satria berdiri dan menatap wajah ku


" Kamu Marah?"


" Ga "


" Kok diem? ga mau hamil anak saya?" Tanya Satria


" kamu apa sih Sat, Ngaco deh" Jawab ku


" Bukan Ngaco, tapi saya lagi coba mengartikan aja semua sikap kamu saat ini" Jawab Satria dan aku diam.


" Udah ya Sat...next kita bahas lagi soal ini" Jawab ku mencoba menghentikan obrolan yang mungkin akan panjang bila aku terus terpancing dengan obrolan nya Satria.


Ku ambil tas kerja ku, lalu keluar dari kamar, sudah ada Gigi yang menyambut ku dengan senyum manis nya.


" selamat pagi Bund "


" Papih Libur?"


" Iya...Mau ikut anter bunda ga?" Tanya Satria Pada Gigi, Gigi tersenyum dan memeluk Satria.


" Ayo Sarapan!" Ajak Satria.


Kami sarapan berempat, Seperti biasa, suasana tidak ada yang berubah saat aku di dekat Gigi, dan Satria meminta Gigi menghabiskan Susu nya setelah makan pagi ini.


" Pipi Gigi jadi temben Bund" Ucap Gigi dan kami tertawa, apalagi Bi Narti, Dia tertawa dengan menutup mulutnya


" Hebat " Satria mengusap kepala gigi, Gigi ini memang terlihat lebih berisi setelah satu bulan tinggal bersama kami, kami berusaha memberikan yang terbaik untuk hari hari gigi.


Di Mobil aku duduk di samping Satria, Gigi duduk di belakang dengan memeluk bantal Hello kitty.

__ADS_1


" Papiih..."


" Iya Gi?" Jawab Satria dengan lembut


" Gigi pengen sekolah lagi kaya anak itu" Pinta Gigi menunjuk anak yang sedang di bonceng ibu nya, memakai pakaian sekolah berwarna merah putih. Satria mengusap lengan ku, meminta aku untuk menjawab permintaan gigi.


" Gi...Nanti Kalo Bunda dan Papih libur, Kita ke rumah Gigi yah, kita temuin Ibu guru Gigi nya" Jawab Ku dengan menghadap Gigi yang menunggu jawaban Gigi


" Gigi itu sekolah nya ga pakai seragam Bund, Gigi sekolah nya di rumah ibu Guru" Jawab Gigi


" PAUD atau Taman Kanak Kanak mungkin Gi?" Tanya Satria


" Bukan Papih... TPQ Ar Rahman" Jawab Gigi


" Ok...Nanti Papih dan Bunda cari waktu ya Gi, Kita ke Sukabumi, Gigi tau kan tempat nya?" ucap Satria


" Gak Tau Pih, Gigi cuma tau ada pasar, ada terminal aja" Jawab Gigi dan aku tersenyum.


" Nyari rumah Gigi bakal sehari semalem kalo info nya model gini doang" keluh ku dalam hati.


" Ya udah...nanti Yah Gi, Minggu ini kita bakal sibuk, kita mau pindah rumah ke Bogor, Gigi kan pengen punya kamar sendiri" Jawab Satria


" Iya Pih "


Selesai itu kami diam, Handphone ku berbunyi chat masuk dari Papa yang menanyakan kabar ku.


" Chat dari siapa Van, Masih Pagi udah Sibuk ?" tanya Satria dengan melirik aku yang sedang membalas chat papa


" Papa"


" Ga usah ketus jawab nya, saya cuma tanya" Jawab Satria dan aku menarik nafas ku, andai tidak ada Gigi.....ingin rasa nya berdebat dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2