
Sendiri di rumah sakit, Gila kan yah, Punya suami tapi entah kemana dia saat ini, ada keluarga di Bandung tapi rasanya, tidak sampai hati untuk mengabarkan kondisi ku saat ini.
Perawat membantu aku membersihkan tubuh ku, suster ini hanya membantu aku sampai di depan kamar mandi, selebihnya aku masih bisa kerjakan sendiri.
Jam 9 pagi, Dokter ruangan datang bersama perawat, dia menjelaskan kondisi ku, dan untuk kehamilan ku, dokter merujuk aku ke bagian Kandungan, satu kursi roda sudah di siapkan, dan saat ini aku berada di ruangan poli kandungan.
" Ibu Stevanny, Test urine positiv yah!" ucap Dokter laki laki itu, membaca file kesehatan ku. bolak balik di baca dan
" Iya Dokt"
" Kita USG yah, Biar lebih jelas" Ucap Sang dokter lagi, Perawat membantu aku berjalan, lalu aku berbaring di ranjang pemeriksaan.
" Ibu sendiri?" Tanya dokter itu, masih muda dan cukup ramah untuk pasien baru seperti ku.
" Iya, ada masalah dokt?" Tanya ku. Dokter itu melirik dan tersenyum pada bu.
" belum ada masalah " Jawab dokter itu, lalu dengan enak nya, duduk di kursi lalu mendorong kursi nya ke arah ku,
" Maaf ya Bu" Ucap dokter itu lagi, dia siap melakukan tugas nya, perut ku yang sudah di beri gel oleh perawat, di tekan pelan oleh transducer .
" ini kantung nya" Ucap nya lagi
" sudah 5 Minggu " Ucap nya lagi
" Saya print yah bu"
" Hemmhh " Jawab ku singkat, aku sedang tidak ingin bertanya apa pun pada dokter, kepala ku masih sakit, dan aku belum bisa memutuskan kelanjutan nasib ku ini. pemeriksaan USG selesai dan aku duduk kembali di kursi roda.
" Ada keluhan bu?"
" Gak ada dokt "
" Ok...resep Vitamin dan ada obat untuk jaga jaga saat mual terjadi, kalo pusing, jangan sembarang minum obat, konsultasikan dengan dokter yah bu" Pesan nya panjang lebar
" Boleh saya minta no Handphone dokter?" Tanya ku dan berharap dokter itu mau memberikan nya untuk ku.
" boleh, ibu save no Handphone ibu aja, nanti saya pink" jawab So dokter dan memberikan handphone nya pada ku, aku ketik no handphone ku.
" Nama saya Stevanny dokt" Ucap ku dan memberikan handphone nya kembali.
" Ok...saya udah P, Bu"
" Ok dokt, terima kasih " Jawab ku.
Kembali ke ruangan perawatan ku, diantar oleh perawat dengan kursi roda yang masih aku duduki.
" Kapan saya boleh pulang Sust" Tanya ku dan berbaring kembali ke tempat tidur.
" Nanti saya tanya dokter ya Bu, bosan ya Bu?" perawat itu tersenyum pada ku
" Iya Sust, banyak yang harus saya kerjain" Jawab ku, lalu perawat itu pamit dan meninggalkan ku.
Ku ambil handpone dan memeriksa nya, banyak chat dan panggilan masuk, tapi tidak ada satu pun dari Satria.
Jam 11 siang, Mbak Indah dan Ardhian datang membawa makan siang.
" Takut kamu ga suka makanan rumah sakit" Ucap Mbak Indah dan aku tertawa
" Pake sambel gak Mbak?" Tanya ku dengan semangat, melihat bungkusan nasi padang, harum nya sudah menusuk ke hidung
" Pasti " Jawab Mbak Indah dan Ardhian hanya tersenyum.
Kami makan bertiga, Mbak Indah TIDAK membahas soal Satria, apalagi Ardhian.
" Ardh..."
" Iya Van? Mau Minum?"
__ADS_1
" Bukan..." Aku terkekeh
" Mau apa dong?" Tanya nya dengan siap sedia, dia itu langsung berdiri saat aku memanggil nya, padahal tadi dia sedang duduk menikmati makan siang nya.
" Saya ikut training, Email udah saya kirim sekitar jam 10 ke HRD, Cc MBak Indah indah, dan kamu juga " Jawab ku
" Beneran, saya belum cek email ?" Tanya Ardhian
" Satria gimana?" Tanya Mbak Indah
" Bener Ardh " jawab ku.
" Yah Gak gimana gimana Mbak, dia sih Santai banget...kaya kemaren ngobrol ama Bang Yudha " Jawab ku dan Mbak Indah tertawa
" Ya udah bagus lah... tapi kamu bisa gak Van?, Hamil Muda Loh, repot ga?" Tanya Mbak Indah
" Gak akan repot Lah Mbak " Jawab ku dengan menyakinkan Mbak Indah dan diri ku sendiri.
SATRIA
Aku tidak fokus kerja hari ini, pikiran ku melayang, Vanny, Stevanny dan Vanny, semua hanya soal dia.
" Kamu udah makan Van?"
" Kamu lagi apa sayang?"
" apa yang kamu perluin saat ini Van?"
" Kamu mual Gak hamil muda gitu?"
" Kamu sendirian di rumah sakit? atau ada bapak nya anak mu yang nemenin?"
" Vannnnnn....saya sayang kamu, tapi kok kamu gitu sih?"
" Salah saya apa Van!!!!!"
Jam 3 sore aku sampai di rumah sakit, Ku buka pelan pintu ruangan perawatan Istri ku, ada beberapa kantong makanan di atas meja, sudah banyak buah di pinggir meja tempat tidur nya, dan aku berjalan pelan ke arah istri ku yang sedang tertidur saat ini.
Wajah yang lemah, aku duduk di kursi lalu terus memandangi wajah lelah nya. tangan ku mulai mengusap lengan nya dan kemudian mengusap kening nya.
" Bund..." Ucap ku pelan dan entah kenapa aku menangis, air mata ku menetes
" Maafin saya" Ucap ku dan aku mencium pipi nya, aku cium bahkan aku ikut menyimpan wajah ku di bantal yang sedang dipakai nya sat ini.
" Maaf " Ucap ku lagi, dan Vanny mengerakan wajah nya
" Sat..." Ucap nya dengan suara berat
" Maaf" Ucap ku dan Vanny mengusap wajah ku, airmata ku semakin menetes saat tangan nya mengusap ngusap wajah dan rambut ku.
" kapan datang?"
" Baru aja"
" Kamu nangis?" tanya nya
" Saya kangen, pengen peluk kamu" Jawab ku dan aku memeluk tubuh nya yang sedang terbaring saat ini. aku terus menangis dan beban hati ku sedikit berkurang.
" Saya gak kangen ama kamu, kamu jahat Pih" Jawab Vanny memanggil aku Papih, panggilan cinta dari nya untuk ku dan aku mencium pipi nya lagi
" Terserah kamu, pokok nya saya kangen kamu " Jawab ku dan ku kecup semua wajah nya. Vanny hanya meringis dan tersenyum.
********
Adelia cerita kemarin malam.
" Abang nih ngeyel deh..." Keluh ku dan Bang Reno Tertawa, Malam tadi aku selesai menemani Bang Reno ke Customer Service rumah sakit tempat vanny di rawat, aku sudah menerangkan tentang test dna pribadi itu bagaimana proses nya, tapi Bang Reno tidak percaya, Bagian Customers service menolak melakukan Test DNA yang di akan di buat oleh Bang Reno, alasannya hampir mirip dengan semua rumah sakit, " Image" apalagi bila nanti hasil test DNA menyatakan Positif atas ke dua sample tersebut.
__ADS_1
Pengambilan Test DNA pribadi itu lebih ribet, kecuali ada surat perintah kerja dari dinas terkait. Nah Bang Reno...bang reno memberikan sample rambut 2 orang, sedangkan orang nya sendiri, tidak mengetahui diri nya di jadikan obyek test DNA.
Bisa jadi masalah besar, saat sample ini benar benar positif, orang yang diambil sample nya bisa menuntut pihak Rumah Sakit karna melakukan test tanpa sepengetahuan diri nya.
" Di *MC aja yah!" Ucap ku lebih duduk mendekat ke arah Bang Reno, maksud nya bila di rumah sakit tempat aku bekerja, aku bisa titip menitip ke orang lab nya.
" Ada Satria, Gw ga enak Yank" Jawab Bang Reno, dia mulai menghidupkan mesin mobil dan satu tangan nya memegang tangan ku.
" Emang abang punya firasat nya gimana?" Tanya ku masih penasaran, Bang Reno cerita nya nangung banget. di cicil cicil mirip angsuran motor.
Mobil mulai meninggalkan rumah sakit, dan Bang Reno mulai bercerita.
" 8 tahun lalu yank, gw tugas di Sukabumi, trus gw di Pindah ke Pariaman"
" Gak nanya soal itu" Jawab ku dan Bang Reno tertawa
" Bos gw minta cewe buat di kawin Yank, kawin Siri doang, tapi minta orang kampung, supaya bener "
" Terus?"
" Gw kenalin lah, kebeneran ada temennya mantan cewe gw, Cantik, Dan polos gitu"
" Siapa yang Cantik, mantan abang apa temen nya?" tanya ku serius
" Buat gw yang cantik cuma loe " Jawab Bang Reno dan aku tertawa
" Serius Bang"
" Mantan gw pasti cantik dan temen nya juga cantik cantik, tapi cantikan loe...suweeerr"
" Ohhh terus?"
" Mereka kawin" jawab Bang Reno
" trus?"
" yah kawinnn"
" Poligami gitu?" Tanya ku lagi
" Gw ga paham soal itu yank, tapi Bos gw bilang...alasan dia kawin lagi adalah...bini nya ga mau di pake, karna lagi hamil muda!, jadi gitu deh.... kawin supaya bisa menyalurkan hasrat nya"
" Abang nya Satria?"
" Hooh, tapi gw takut salah"
" kalo bener?" Tanya ku
" Gw yang Modar Yank"
" Kalo salah?"
" Tapi gw yakin yang, photo ibu nya Gigi mirip banget ama tuh orang" Jawab bang Reno.
" BTW kalo bener...kenapa abang yang Modar?"
" Ya gila aja...Keluarga nya mereka itu Adem ayem Yank, dan gimana gw mau cerita nya ama Bos Gw, Dia bos gw loh yank...bisa bisa gw di mutasi ke sulawesi. Lagian gw gak tau kisah mereka selanjutnya...gw keburu di mutasi" Jawab Bang Reno
" ya udah ga usah di lanjutin Bang, resiko" Jawab ku
" Gw ga tega liat gigi Yank, liat anak sepolos gitu, senyum nya manis, dan anak itu ga punya siapa siapa, se gila gila nya gw...gw gak akan ngelantarin darah daging gw sendiri" Jawab Bang Reno dengan serius
" Dia punya hak buat tau siapa Bapak nya, siapa Kakek nya" Ucap Bang Reno
" Abang nya yang mana sih Bang?"
" Bos gw...Bang Rimba" Jawab ku dan aku menutup mulut ku, hampir tidak percaya dengan ucapan Bang Reno.
__ADS_1
****