My Vanny

My Vanny
Sakit Sat...


__ADS_3

Hari Minggu pagi sampai sore ini aku habiskan waktu ku dengan Satria, Aku memang sedikit kelelahan, aku lebih banyak membaringkan tubuh ku di Sofa atau di tempat tidur, rasa nya memang nyaman, bermalas malas di hari libur di temani satria yang sekarang lebih banyak mesum nya.


Pulang dari pernikahan nya Egy, kami bermalam di sentul, Aku tidur bersama Adel di dalam kamar, sedangkan Reno dan Satria tidur di ruang TV. 15 menit lalu Adel dan Reno berpamitan, Reno harus segera menghadap Boss nya, panggilan yang begitu penting untuk nya.


" Tidur sini lagi gak Van?" tanya Satria, dia mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil


" Balik deh Sat, besok senin, ngeri macet di jalan" Jawab ku, aku mengambil handuk dari tangan nya dan membantu mengeringkan rambutnya


" Kamu ada acara?" Tanya ku dan Satria mencium pipi ku


" Gak ada, paling malem saya mau cuci baju" Jawab Satria


" banyak cucian nya?"


" lumayan, Minggu ini saya ga sempet cuci baju, pagi pergi, pulang pas udah malem banget" Jawab nya


" Mau saya yang cuciin?" Tanya ku mencoba untuk membantu nya


" Gak usah, Kamu cape banget, tidur lagi aja, nanti malem saya bangunin" jawab Satria


" Ngantuk nya udah selesai " jawab ku dan merebahkan tubuhku kembali setelah rambut satria kering menurut ku, aku mengambil handphone ku dan memutar Disney hosstar yang menyediakan ratusan film film terbaik nya.


" Nonton Apaan?" tanya Satria dan ikut berbaring bersama ku


" Lanjutan drama deluca"


" Seru cerita nya?" tanya Satria dengan tangan memeluk tubuh ku


" Aktor nya ganteng " jawab ku dan Satria mengkerucutkan bibir nya


" Jadi males mau ikutan Nonton" jawab Satria, aku tertawa dan melanjutkan menonton film. Handphone ku aku pegang dengan tangan kanan, kepala ku menempel di dada nya, dan tangan kiri ku mengusap perut berotot nya satria


" Ngantuk Sat?" tanya ku pelan dengam mencium dada nya yang hanya menggunakan singlet putih


" lumayan " Jawab nya, aku mengusap perutnya lagi, sampai akhirnya tangan satria menahan tangan ku,


" Ga boleh yah Sat?" tanya ku


" Turun ke bawah Van, Please" ucap nya dengan berat, tangan satria menuntun tangan ku untuk masuk ke dalam celana pendek yang di pakainya.


Bulu bulu halus nya mulai tersentuh oleh ku, Dan oMg, aku memegang satu bagian yang belum pernah aku sentuh secara langsung,


" Satt"


" Pegang aja Van" pinta nya dengan mencium bibir ku. aku memegang nya dan Satria terus menuntun ku, sesuatu yang keras dan panjang sudah sangat kuat saat aku semakin lama memegang nya, Satria membuka celana nya sendiri, membiarkan aku untuk terus memegang hal yang baru untuk ku.


Dengan terburu satria melepaskan koas hitam nya yang sedang aku pakai, Satria dengan penuh hasrat mencium dan menghisap bukit ku yang hanya pernah di sentuh oleh nya.


" Vannn...SORRY" suara berat satria begitu jelas aku dengar, aku membiarkan Satria mengisap dan mengigit kecil bagian kecil di atas bukit itu


" Sattt" aku mendorong tubuh satria saat dia menarik celana pendek ku


" Saya ga bisa tahan lagi Van, Sorry" jawab nya, Satria berhasil melepas kan 2 celana sekaligus, aku menutup nya dengan tangan ku, tapi tangan nya begitu kuat, dia mencium perut ku, lalu semakin kebawah dan aku menjerit saat satria memainkan lidah nya di sana.


Permainan yang membuat aku gila, saat otak berusaha berontak tapi tubuh ku meminta lebih,

__ADS_1


" Saattt, Saya pengen pipis" Keluh ku menahan sensasi geli luar biasa


" Keluarin Van...saya tunggu" jawab Satria dengan terus memainkan lidah nya dan mengesek gesekan hidung nya di bawah sana


" saatriiiiaaaa" Aku menjambak rambutnya saat sesuatu yang keluar dari tubuh ku dihisap oleh nya, aku lemas setelah pengeluaran itu terjadi dan Satria mensejajarkan tubuh nya dengan ku, dia mencium leher ku, menjilati nya dan sesuatu yang mengganjal di bawah sana sedang berusaha masuk, memaksa untuk masuk dan aku menjerit lagi


" Sakit Sattt" Keluh ku dengan mata ku yang sudah panas menahan rasa sakit


" Saya Pelan Van, ini terlalu sempit" Jawab Satria dan aku memeluknya


" Sakit Satt"


Satria terus membungkam bibir ku dengan ciuman nya, terus memaksa nya masuk di bawah sana dan Aku menangis saat satria menghentak nya dengan cepat.


" Iam so sorry, i cant stop it"


Satria menhapus air mataku, dia mencium kening ku, dan mengerakkan pelahan di antara kulit kulit kami yang bersentuhan.


" Pelan Sat" Aku mengeluh lagi


" Iya Van, ini udah pelan Sayang" ucap Satria dengan menggerakan nya lagi,


" Ah Saaattt" suara ku yang mengeluh berubah sedikit manja dan mulai merasakan nyaman di bawah sana


" Sakit sayang?" tanya Satria dengan satu tangan yang bermain di bukit ku, aku hanya mengelengkan kepala ku dan membalas sedikit senyuman manis satria , Satria semakin aktif mengerakan pinggul nya, aku sudah memdesah karna hentakan nya begitu berisi full memenuhi semua rongga di bawah sana.


" VAAANNNN..."


" Oh No"


Satria memiringkan tubuhnya,dia menarik tubuh ku dan mengusap punggung ku yang polos tanpa satu lembar benang pun.


" Kamu Marah ya Van? Maaff....saya sudah coba tahan, tapi saya udah ga kuat lagi" ucap Satria


Aku mengusap lehernya.


" Saya yang salah Sat, saya yang bisa jaga diri saya sendiri" Jawab ku


" Besok Pulang kamu kerja, kita temuin Bapak, Saya akan segera menikahi mu secepatnya " ucap Satria dengan suara yang Serius


" Hemmhhh" jawab ku


" Sat...pengen minum Boleh?"


Satria tertawa dan mengusap kepala ku


" Cape ya Van, bentar saya ambil " Satria memakai celana pendek nya, lalu menutup tubuh ku dengan selimut yang tadi terjatuh di bawah.


Satria datang dengan membawa air putih, Susu dan juga jus kotak nya, aku meminum ke tiga nya, Haus setelah bercinta dengan laki laki bernama Satria.


" Van..."


" apa?"


" Kamu tuh gadis beruntung tau ga?"

__ADS_1


" beruntung gimana nih?" tanya ku dan menghabiskan susu Ultra rasa Vanila


" kamu tau...gadis beruntung yang pertama kali pegang itu saya" jawab satria konyol dan kami tertawa


" jadi saya yang mengagahi kamu?" tanya ku


" Iya...ke perjakaan saya hilang hari ini, susah payah saya nge jaganya hampir 30 tahun" Jawab Satria dengan tertawa dan memeluk ku, aku tahu ini salah satu cara nya satria agar aku tidak shock dan kecewa setelah semua yang kami lakukan bersama dengan suka rela, dan tanpa Paksaan.


Aku menginap lagi di rumah satria, dengan sedikit rasa ngilu aku masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuh ku dan memakai baju ku kembali.


" Noda kejahatan saya tuh Van" tunjuk Satria pada seprei yang ber bercak noda darah


" ya kali" jawab ku dan duduk di sofa kamar


Satria melepas seprei kotor dan menggantikan nya dengan yang bersih, aku hanya duduk dan berkomentar, untuk membantu melakukannya aku malas, aku sedang merasakan sakit di dalam sana.


" Van...minum parasetamol yah" ucap Satria ketika selesai dengan urusan tempat tidur


" Buat mengurangi rasa sakit, Kamu ada alergi obat ga?" tanya nya lagi


" ga ada setau saya" jawab ku dan membuka mulut, karna Satria sudah menyiapkan satu tablet parasetamol yang biasa di iklan kan di tv.


" Van...pake salep dulu yuks.." Ajak Satria dan menarik tubuhku untuk pindah ke tempat tidur lagi.


" Mau ngapain?"


" di pakein salep dulu Van, biar ga terlalu lecet" Ucap nya lagi.


" Mana salep nya, saya pake sendiri "


" Saya bantuiin" Pinta nya Satria


" ga mauuuu satria" Jawab ku dan Satria tertawa, dia memberikan salep untuk ku, lalu aku memakai nya di kamar mandi. Perih juga ternyata tapi ini lah resiko dari perbuatan ku sendiri bukan, belum lagi mengingat besar nya dosa yang telah yang telah aku kan, aku membasuh lagi wajah ku, berusaha menghilangkan rasa takut ku lagi.


Satria


Malam Senin, Vanny menginap lagi di rumah, sudah seperti suami istri saja, kami tidur tidur berdua lagi, tanpa rasa malu malu lagi dan aku terus memeluk nya.


Aku perlakukan Vanny seperti ratu, aku layani semua kebutuhan nya, ini sebagai salah satu cara ku meminta maaf atas semua perbuatan ku pada nya.


Hasrat ku bangkit lagi saat Vanny terus mengusap dan mencium dada ku, aku tersenyum dan mengusap pipi nya dengan penuh cinta.


Aku mencium kening nya, dia tersenyum manis pada ku


" Tidur Van...besok pagi kita jalan pagi"


" Ga bisa Sat...ga ngantuk" Jawab nya terdengar Manja oleh ku, aku mengusap pelan bukit bukit itu pelahan, memilin bagian atas nya dan Vanny menggerakan tubuh nya


" Geli Sat"


Suara manja yang aku sukai, dengan posisi tubuh kami yang tidur sama sama miring, aku merapihkan rambutnya yang menghalangi leher nya yang mulus, aku cium dan terus membasahi nya, sampai pada bukit bukit itu lagi, bukit indah yang begitu menggairahkan, seolah memanggil mulut ku untuk segera datang dan menikmati nya.


" Pelan Sat, nanti lecet" Pinta nya ketika aku menyesap nya, aku gigit kecil dengan mengdonggakan kepala ku ke atas, menatap Vanny yang sedang merasakan sakit dan nikmat yang bersamaan. Vanny lagi lagi mendekap kepadaku, seolah olah meminta aku terus melakukan nya.


wakakakakak halu tingkat dewa🤣🤣🤣🤣. jadi bingung nanti alur nya kemana??????

__ADS_1


maafkan saya yang belom pro membuat alur cerita....


__ADS_2