My Vanny

My Vanny
15 Menit Mu Habis


__ADS_3

" Ardh...saya ga mungkin jadi Istri kamu, saya istri nya Satria" ucap ku setelah membantu nya berdiri, tidak pantas seorang Regional Manager melakukan itu.


" Ceraikan dia Van, saya tau...Dia hanya pelampiasan mu, kamu terlalu lelah menunggu saya" Jawab nya dengan lirih


" Mungkin bisa Jadi, Tapi saya Istri nya, Saya Bahagia dengan nya" Jawab ku Jujur, aku memang lelah menunggu nya, sudah Jemu, bosan dan sangat menyiksa, dan Ardhi tiba tiba tertawa


" Bahagia? Dengan nya? kebahagian kamu hanya dengan saya Van"


" Over Confident " keluh ku dan Ardhi tertawa


" Tentu saja, saya seorang yang mapan, lebih dari suami mu"


" ok...dan waktu 15 menit mu Habis Bapak Ardhian Sastro Wardhoyo " Ucap ku dengan sopan, aku berjalan meninggalkan nya, aku tidak lagi perduli dengan yang akan di lakukan nya.


" Beres Van?" tanya Mbak Indah dan Satria bersamaan


" Beres...Balik yuks cape banget nih "


" Della mana?" tanya mbak Indah,


" Masih di tanya tanya tuh...Mbak masuk aja" Jawab Ku, dan tidak lama Della keluar dari ruangan itu.


" Dell" Aku memanggil nya


" iya Bu"


" Kenalin ini suami saya!" aku mengenalkan Satria pada della, della tersenyum dan mereka berjabatan tangan. aku berhutang penjelasan panjang lebar pada nya.


" pulang yuks Bu"


" Ayo saya Antar sekalian, kita bareng aja" ajak Satria dan kami setuju, aku memeluk Mbak Indah, begitu juga Satria. Ardhi yang keluar dari ruangan meeting itu terlihat santai, seolah tidak terjadi pembicaraan apa pun dengan ku.


" loe mau balik Ya?" tanya Ardhi


" Balik gw, Loe maen maen ke rumah lah, yan" ucap Satria, dan Ardhi langsung menjawab " Pasti gw Maen ke rumah Loe" dan aku memaki dalam hati. mereka akrab dengan panggilan nama kecil mereka masing masing.


Kami bertiga di dalam mobil, Satria memang biasa diam, aku dan della banyak bicara mengenai report kami berdua.


" Besok saya Cuti Dell"

__ADS_1


" cuti apa Bu?"


" Cuti aja, suami saya mau jalan, saya pengen anterin dia ke Bandara" jawab ku dengan mengusap lengan Satria.


" Ikut aja Yuks Van, saya ga tenang ninggalin kamu sendiri" ucap Satria dengan mengusap kepala ku


" Gigi kasian sat. Kecuali kalo gigi ga ada, say pertimbangan lagi deh " Jawab ku dengan mengusap lengan kokoh nya.


" Bunda Yang baik" Ucap nya dan aku tersipu malu di buat nya. setelah mengantar Della sampai ke daerah Pasar Minggu aku dan Satria berdua lagi.


" Sat...kamu kenal Ardhian dari kapan?"


" dari Mbak Indah dan Bang Yudha Pacaran, sekitar 10 tahun lalu" Jawab nya dengan fokus mengendarai Mobil


" waw udah lama dong"


" Semua keluarga saya kenal Dia, waktu Bang Yudha Nikah, Dia yang jadi wali nya, karna mereka kan Yatim Piatu" Cerita Satria lagi


" Kalo Kamu Van?" Tanya nya melirik pada ku


" Pas Kuliah, Kita deket sekitar semester 2 lah, Saya, lukman, Rara dan Amira kan temen satu kampus" ucap ku


" waw...reunian dong, seru Tuh. Bikin acara lah Van" ucap Satria dan aku tersenyum tipis. Hallo bikin acara, No Way.


" Hemmh "


" Laper gak?" Tanya ku dengan Manja pada nya


" kamu laper?"


" Kebiasaan deh, kalo saya tanya, balik tanya lagi" keluh ku dan Satria Tertawa.


" Bukan Gitu Van, Saya bisa temenin kamu makan, walaupun saya udah makan. gitu loh maksud saya" Jawab satria dengan tersenyum pada ku, dia tau aku sering mengomel


" Makan Es krim yuks Sat, Biar ilang cape nya" Ajak ku dan Satria tersenyum


" Mau dimana Van?"


" Rest area aja Sat, Kaya nya enak deh" Jawab ku dan Satria menganggukan kepala nya. Kami diam lagi, Satria hanya bernyanyi kecil mengikuti lagu yang diputar oleh Radio. aku hanya melirik sesekali pada nya, menyusun keberanian ku untuk bisa menjelaskan mengenai Ardhi dan masa lalu ku, aku tidak ingin terjadi kesalah pahaman dalam hubungan kami nanti nya.

__ADS_1


Ardhian Sastro Wardoyo


Sore ini Mbak Indah memaksa aku datang di rumah nya, aku sebenarnya sedang dalam kondosi tidak baik, Tapi semua lenyap ketika 2 keponakan ku berlari dan memeluk ku.


" Om Iyan Terlalu Sibuk, Puput udah besar sekarang" Ucap Puput dan aku tersenyum


" Masih Kecil" Protes ku, dengan mengukur tinggi nya di tubuh ku, Puput tertawa, dan Adik nya Dinda aku gendong.


" Om Iyan bawa Apa?" tanya Dinda dan Mbak ku langsung menggomel.


" Nanti Malem kita ke Mall Yah, keponakan Om Iyan... boleh beli semua mainan" Jawab ku dan Mbak ku mengomel lagi


" Gak Maenan Yan, Udah banyak, Jadi sampah lah"


" Kalo Buku boleh Mbak" tanya ku pada Mbak Indah


" Boleh...beli yang banyak, Om Iyan kan banyak duit" Jawab Mbak Indah dan aku tertawa.


Bang Yudha mendengar suara ku langsung berjalan dan kami berpelukan


" Saya nunggu kamu dari kemarin, Lupa punya keponakan?" tanya nya dan aku tertawa, Bang Yudha memang yang paling menyenangkan di banding anak Bapak Indra Dewantara lainnya.


" Apa Kabar Yan?"


" Baik Bang, Abang Gimana?"Tanya ku, Dan Bang Yudha tersenyum dengan Menjawab " Baik...Baik"


" Iyan Itu Jadi Bos Aku loh Pah...keren kan Pah" ucap Mbak Indah pada suami nya, Dia begitu bangga pada ku, Dia datang dan duduk bersama kami, setelah menyimpan Cangkir diatas Meja.


" cuma Staff Bang, Beda jauhhh ama Abang lah" jawab ku merendah, bila ingin Jujur, saat ini kondisi ku jauh lebih baik dari Adik nya, Adik nya hanya beruntung, Memiliki Bapak yang kaya raya, termasuk Bang Yudha, Mampu memimpin Rumah Sakit, tapi dari Hasil Bapak nya, Beda dengan aku...aku merintis Karier ku sendiri, tanpa bantuan siapa pun.


" Hebat Yan...Ayo lah, Tinggal pilih Perempuan yang cocok aja kalo Gitu, kerjaan Ok, Umur Cukup" Seru Bang Yudha Dan aku tersenyum. " Iyan cocok nya dengan vanny, Bang! Istri dari adik kesayangan Bang Yudha" Ucap ku dalam hati.


Aku meminta Ijin pada Bang Yudha untuk mengajak Mbak Indah dan 2 keponakan menghabiskan malam ink, Kami akan mengunjungi Salah satu Mall, dan Bang Yudha mengijinkan nya.


" Fasilitas Kantor buat Kamu keren banget Yan" ucap Mbak Indah yang sudah duduk di samping ku di dalam mobil sedan hitam, 2 keponakan cantik ku duduk manis di belakang.


" Harus lah Mbak, Kalo Kantor mau iyan kerja di situ, mereka harus mampu penuhin syarat dan kentuan yang Iyan buat" jawab ku


" Sombong" Mbak Indah memukul lengan ku

__ADS_1


" Serius Mbak, Iyan tuh malah dapet penawaran yang lebih loh dari Bank Yang logo nya merah dan bermarkas di sebelah kantor pusat kita loh Mbak" Cerita ku dan Mbak Indah tersenyum dia terlihat senang mendengar cerita ku.


Malam ini aku menjadikan 2 keponakan ku Putri Raja, Semua yang mereka minta aku langsung kabulkan, tanpa memikirkan harga dan fungsi dari barang yang mereka mau, Untuk ku.... ini saat nya membayar semua hutang waktu dan kesempatan yang sudah aku lewatkan dengan 2 keponakan ku.


__ADS_2