
Aku tersenyum melihat Satria suami ku yang tertidur lelah setelah drama gulat panjang yang menggairahkan tadi malam.
Ku usap pipi nya dengan lembut
" Kamu Buas banget pih.....kaya baru nemu begituan aja deh " ucap ku pelan dan menahan tawa ku
" Yang malem beneran enak Pih " ucap ku pelan lagi, dan aku tertawa sendiri mengingat perlakuan manis Satria, buas tapi gemesin, Gerakan nya lembut tapi berasa kuat di setiap hentakan nya.
" I love you Pih " Ucap ku dan mencium singkat bibir nya, sulit untuk tidak mencium nya, bibir tebal nya begitu menggoda dan akhirnya satria bergerak pelan karna ulah ku.
" Udah Bangun?" Tanya nya dengan memeluk pinggang ku agar lebih mendekat.
" Udah " Jawab ku dengan mencium dada nya.
" Mau lagi Mih? sebelom Mandi Nih?" Tanya Suami ku dengan mengusap punggung ku.
" Mau tapi cape Pih " Jawab ku jujur
" ok...saya yang gerak, Saya ambil susu buat kamu dulu yah Bund...biar gak terlalu lemes" Jawab Satria dengan cepat dia mengambil celana dan kaos nya yang berserakan di lantai, aku tertawa melihat gerakan suami ku.
menunggu Satria dengan tersenyum, aku membayangkan seperti apa percintaan kami nanti, bayangan nya sudah mengisi pikiran ku saat ini dan akhir nya tertawa.
" Susu nya Adem...ga dingin " Ucap Satria dengan memberikan Susu UHT untuk ku. Aku mengocok nya dan Satria mengusap kepala ku.
" Kocokan nya bikin ngilu Bund" canda Satria dan aku memukul lengan nya.
********
__ADS_1
Hari begitu cepat berganti, pasang surut dalam satu hubungan tidak bisa kami hindari.
Di usia kandungan ku yang sudah masuk 9 bulan, Satria malah semakin sibuk di rumah sakit, Dia juga sibuk dengan kelas specialis nya dan aku di tuntut untuk mengerti semua kegiatan nya, bahkan Teakwondo yang menjadi olah raga rutin nya, selalu menyita waktu Suami ku di saat dia libur bekerja di rumah sakit milik keluarga suami ku.
Satria semakin sabar, tidak ada lagi yang nama nya pemaksaan dan kekerasan dalam melakukan hubungan suami istri, karna semua masalah kami bicarakan bersama dengan kepala yang dingin, dan aku pun selalu berada dalam pantauan nya, aku hanya di rumah dan di rumah, melayani Suami ku dan menemani Kaka Gigi yang sudah aku biasakan memanggil nya kaka.
Aku selalu memeluk satria, saat satria mulai cemas akan sesuatu hal yang merusak Mood nya dan itu sangatlah efektif.
" Pih..."
" Iya Sayang?" Jawab Satria dengan lembut, satria memalingkan wajah nya padahal tadi dia sibuk dengan layar laptop nya
" Perut nya sakit " Ucap ku dengan mengusap kening ku sendiri.
Satria langsung mendekat dan memegang perut ku,
" Kaya nya mau lahiran Deh Bund " Ucap nya lagi, sekarang suara Satria begitu panik dan aku langsung melingkarkan tangan ku di leher nya.
" Ke dokter Pih...Sibuk gak?"
" Ayo Bund...tapi saya ajak reno yah...saya takut nyetir kalo gini" Jawab Satria dan aku menganggukan kepala ku, Satria pasti cemas akan kondisi ku, perut ku begitu mulas, tapi aku tetap menahan nya, aku malah mencemaskan nya saat ini, mengalahkan rasa sakit yang sedang aku rasakan sendiri.
Aku di bantu bi Narti menyiapkan tas yang sudah kami siapkan untuk nanti melahirkan, Dan Reno yang kebetulan hari ini lepas Dinas, datang 20 menot setelah Suami ku menghubungi nya.
1 Jam kemudian aku sudah sampai di rumah sakit tempat keluarga ku, dokter Felly sudah menunggu aku di pintu UGD, Semua sudah di siapkan. Bahkan aku lihat Bang Yudha berdiri di ruangan ini, melihat langsung persiapan kelahiran baby pertama ku.
Mulas di perut, sakit di punggung begitu aku nikmati, Satria selalu berada di samping ku, Dia menemani aku di ruang persalinan ini.
__ADS_1
" Tarik Nafas Panjang, Mbak Vanny" Seru Dokter Felly ketika aku merasa tidak bisa lagi menahan rasa sakit ku.
" Hitungan ke tiga yah...Dorong " ucap nya lagi, aku mengikuti semua petunjuk dokter Felly dan
" Satu "
" Dua "
" Tiga " Seru dokter felly dan aku mendorong sekuat tenaga ku, rasanya luar biasa sakit, lutut ku gemetaran dan Suara nyaring tangis baby langsung mengusir rasa sakit ku.
" Alhamdulillah...Makasih Bund" ucap Satria dengan mengusap kening ku yang berkeringat, Satria lalu mencium pipi ku dengan air mata yang berlinang.
" Baby nya Dokter Satria " Ucap Dokter Felly dan aku tersenyum, Satria langsung menerima Baby laki laki yang baru aku lahirkan, mengendong nya dan mencium nya.
Suara kecil Adzan dari Satria di telingga baby ku membuat aku menangis. Lengkap sudah peran ku menjadi wanita, menikah, hamil dan melahirkan, tapi kewajiban ku belum selesai, baby ku membutuhkan kasih dan sayang ku dan aku berikan yang terbaik untuk nya.
Baby laki laki lahir dengan selamat, menjadi generasi ke tiga keluarga Dewantara dan saat ini aku sedang belajar menyusui nya.
Ramai keluarga dan sahabat ku di ruangan ini, Satria begitu bangga dengan Anak nya, Anak laki laki yang kami beri nama LANGIT PRATAMA lengkap dengan nama Kakek nya Dewantara.
Emhhh Udahan yah Guys...cerita nya segitu aja. Aku nya lagi banyak kapusing, aku nya sering hareeng, aku nya bukan penulis hebat.
Makasih buat semua reader ku, Makasih buat dukungan nya. Alhamdulillah kemaren ikut lomba, Team saya ( Team A ) menang. saya bukan pemenang lomba, tapi seru aja bisa ikut ngeramein lomba itu.
Maaf maaf saya banyak kesalahan yah Guys....
Next kalo mood membaik, saya nulis lagi, kalo gak baik yah gak nulis.
__ADS_1