
" ga usah kerja ya van!" pinta satria dengan memeluk aku, mengusap punggung ku yang polos dan sedikit berkeringat, bercinta dengan nya menjadi Hal wajib yang harus kami lakukan setiap malam
" Kerja lah, Sat. ga ada alesan buat ga kerja, cuti saya habis" Jawab ku dengan mencium dada nya, maksudnya sih supaya Satria tidak meminta hal hal yang tidak tidak seperti tadi, meminta aku bolos kerja
" Pake surat dokter Van, saya bisa keluarin kok" Jawab Satria dengan terus mengusap punggung ku, bahkan saat ini kaki sedang memaksa kaki ku untuk terbuka lebar lagi, pasti satria sudah turn on lagi dan aku tertawa
" Ga enak Sat, Mbak Indah itu boss aku, ketahuan banget bohong nya" Jawab ku
" ya udah... adel yah, atau si awenk, atau dokter Shanti yah" Pinta nya dengan menarik pinggang ku, adik nya sudah benar benar bangun, Satria dengan sangat mudah, mengubah posisi ku, sehingga kini aku bisa berada di atas tubuh nya, bahkan adik besar nya aman berada di dalam inti ku
" please "
" please yang mana nih?" Tanya ku dengan sedikit menahan hasratku, adik besar nya benar benar full saat aku duduk berada di atas tubuh nya
" ijin ga kerja dan maen di atas" Jawab Satria dengan tersenyum dan meremas kedua bukit ku
" Aarrgghh " keluh ku dengan menggigit bibir bawah ku,
" Mau yah!" Pinta nya lagi, bahkan remasan nya sedikit lebih kuat, mengoyang goyang bukit ku membuat aku semakin nikmat di buat nya
" Van" Panggil nya
" Hemhh"
" Mau nya Van"
" Hemhh"
" Yess" ucap Satria dan mengerakan tubuh nya, aku ikut mengerakan pinggang ku, terombang ambing dalam nikmat nya bercinta, ******* dan erangan yang saling bertautan menjadi pembuka indah nya pagi ini.
" Cape?" Tanya Satria dengan mengusap pipi ku
" hemmhh kalo di atas itu lebih cape lah Sat" Jawab ku dengan merapihkan ikat rambut ku
" Tapi lebih enak kan Van, lebih dominan, kamu jadi tau titik mana yang enak nya" Jawab Satria dan aku mengelengkan kepala ku, malu mendengar dan membahas soal ini.
__ADS_1
" Saya Mandi dulu yah Sat, udah mau subuh" Ucap ku dan mengambil kimono tidur ku, Satria menganggukan kepala nya dengan senyum pagi yang cerah.
Satria mandi setelah aku rapih memakai pakaian rumah, hari ini aku mengikuti saran gila nya, tidak masuk kerja dengan surat sakit dari adel.
" Saya ke Masjid, Van"
" Iya...Jadi ke Bogor lagi kan?" Tanya ku
" Jadi...siap siap, ajak Gigi juga" Jawab Satria,
Setelah Satria pergi dengan motor nya, Gigi sudah bangun, Sudah jadi kebiasaanya, Gigi bangun lebih awal di pagi hari, dia harus sholat dan waktu kami bertemu memang hanya pagi, sebelum aku dan Satria berangkat bekerja.
Sarapan pagi ini, Bi Narti membuat Nasi goreng, aku memang tidak pernah masak, malas itu kebiasaan buruk ku, tapi satria belum mempermasalahkan nya sampai detik ini.
Pagi ini aku, Satria dan Gigi ke Bogor, melihat rumah ke dua yang di promosikan oleh Lukman, Rumah di Cluster Lavender, lebih luas halaman belakang nya dari rumah yang kemarin malam aku lihat dengan Satria.
" Gimana van?"
" Gimana Gi?" Tanya ku pada ku, dan gigi memeluk pinggang ku, menyimpan kepala nya di perut ku
" Gimana Van?" Tanya Satria lagi
" kamu gimana?" Tanya Ku balik pada satria
" Ini aja Yah...Rumah nya siap huni, kamu tinggal beli Furniture yang kamu mau" Jawab Satria dan aku setuju, rumah nya berada di cluster paling depan, tidak jauh dari Ruko dan rumah ini baru selesai di bangun oleh developer nya.
" Ya udah, ini aja...kita bisa ke Bank hari ini" Jawab ku.
Malam Hari di kamar, Gigi sudah tertidur, lelah bermain dan ikut bersama Bunda dan Papih nya. aku duduk di sofa dan memainkan handphone ku.
" Minum Susu nya dulu" Satria menyodorkan susu yang di buat nya sendiri, aku sedang menyisir rambut ku, setelah membersihkan tubuh ku, hari ini kami selesai membeli satu rumah di Bogor, Rumah yang segera akan kami isi, karna pembayaran sudah selesai, kunci rumah sudah di tangan, hanya tinggal menunggu proses balik nama di Noratis saja.
" Kenyang Sat...tadi udah makan malam kan, belum lagi di jalan, saya banyak nyemil bareng Gigi" Jawab ku dan Satria membulatkan mata nya
" Minum "
__ADS_1
" Gak mau...nanti aja"
" Vannnnn"
" Yah yah...ok" Akhirnya aku terpaksa menerima mug susu dari satria
" Gak enak Sat" Ucap ku ketika mencoba nya sedikit
" Enakkk...rasa coklat kok"
" Susu apa Sih Sat? kok beda rasa nya?" Tanya ku dengan menatap wajah nya
" Susu Prenagen"
" Hahhh...itu bukannya susu buat ibu hamil?" tanya ku dan menyimpan Mug ke meja di samping sofa
" Iya...makannya abisin" Jawab Satria dan mengambil susu nya lagi, menyerahkan lagi pada ku
" Saya ga hamil Satria" jawab ku dan meminum lagi susu di mug itu walau sedikit, rasanya benar benar tidak enak
" Saya pengen kamu hamil..." jawab Satria dengan mengusap rambut ku, aku menelan saliva ku, berat...
" Kamu ga mau hamil anak Saya?" Tanya Satria, dia mungkin melihat perubahan wajah dan bahasa tubuh ku
" Mau Sat...tapi ga sekarang?"
" Alasannya?" Tanya nya dengan serius, aku mengambil tangan nya, menyatukan dua tangan ku dengan satu tangan nya
" Gak saat ini Sat"
" Ada masalah apa?" Tanya Satria, dia berjongkok di depan ku
" Saya pake KB " Jawab ku dan Satria menepis tangan ku, dia berdiri dan menatap ku dengan tatapan tidak suka
" KB apa yang Kamu pakai? kapan dan kenapa gak ijin saya?"
__ADS_1