
Jam 5 pagi aku bangun terlebih dahulu, ku kecup bibir nya yang sexy, dia masih pulas tertidur setelah melayani urusan suami nya dengan baik, benar dan mulai liar.
Dengan motor putih ku, aku pergi ke masjid, sholat berjamaah dan aku menemui Pak RT yang juga sholat berjamaah pagi ini. aku menyerahkan copi buku nikah ku, menginformasikan ada penghuni baru di rumah ku. Warga yang baik bukan?!!!.
Para bapak bapak ini mengucapkan selamat atas pernikahan ku, aku mengucapkan terima kasih dengan tulus, lalu kembali ke rumah.
Saat masuk ke kamar istri ku sedang melipat sajadah dan mukena nya. aku mendekati nya lalu mencium pipi nya, Vanny tersenyum dan mengusap perut ku.
" Cari sarapan yuks Sat!"
" Boleh" Jawab ku, aku melepas sarung dan menyisakan celana pendek ku saja. mengambil dompet dan memegang tangan istri ku keluar dari kamar.
" saya beli sarapan dulu Bi, belom punya bahan makanan di kulkas" ucap ku ketika bertemu dengan Bibi yang hendak ke Dapur
" Iya Pak..." Jawab nya tersenyum
" Gineung belum bangun Bi?" Tanya Vanny, sedikit kaget sih...nada suara nya itu...terkesan galak.
" Belum Bu"
" Jangan di bangunin Bi, kasian kita pulang pagi kemaren" jawab Istri ku, laluaku tersenyum setelah memdengar jawaban nya, Dia Baik...dan penyayang, hanya saja dia keras.
Dengan motor kami keluar komplek, mencari sarapan untuk kami,
" Mau apa Van?"
" Tau deh" jawab nya
" Bubur mau?"
" Bosen Sat"
" Lontong sayur yah...yang itu enak, pedes kok, lontong sayur padang" promosi ku untuk istri ku yang bingung melihat banyak nya orang yang berjualan.
" Boleh deh...pedes kan?"
" Iya pedes kaya omongan kamu" jawab ku dan Vanny mencubit pinggang ku
" Saya nih memang begini Sat, saya males basa basi, dan banyak yang bilang saya sombong" keluh nya pada ku
" iya... ga apa apa sombong, kamu cantik kok, asal jangan.... udah jelek trus sombong, pasti ga ada yang mau kawinin" Jawab ku datar
" kamu banyak omong yah sekarang!" cuit vanny dan aku tertawa
__ADS_1
" Kamu guru nya..." jawab ku. ku bayar semua pesanan ku, lalu membawa plastik nya, aku tidak ingin istri ku melakukan hal hal kecil seperti ini. pendapat orang yang melihat aku membawa kantong belanjaan saat ini aku tidak perduli, sangat tidak peduli.
Aku, Vanny dan Bibi sarapan bersama di Meja makan, Vanny melarang saat Bi Narti hendak makan sendiri di pojokan dapur.
" Saya ga suka liat bibi kaya tadi, Kita ini keluarga bi. Jangan anggap saya orang lain" Ucapan pedas dari istri ku mampu membuat Bi Narti menganggukan kepalanya, lalu Bi Narti hanya bisa tersenyum
" Sat...belanja yuk, Kita isi kulkas, Ada bibi dan Gineung di rumah"
" Iya...Nanti saya antar nyonya" Canda ku dan Vanny mengusap paha ku yang berada di bawah meja. Isshh dia mulai nakal deh, keluh ku dalam hati.
Suara pintu kamar terdengar, Gineung yang berjalan mendekat saat aku dan Vanny sedang duduk menonton TV di ruang keluarga ku yang ukuran nya kacil.
" Bunda...Gineung bangun ke siangan, Maaf yah Bund" Ucap nya dengan Mengesekan jari tangan di mata nya.
" ga boleh di kucek begitu, Nanti Perih mata nya Gi" ucap Vanny yang langsung menarik tangan kecil Gineung, Vanny malah tidak mempermasalahkan soal bangun siang.
" Bunda marah yah?"
" Issshhh mana ada Bunda marah, Ga ada marah, tapi Gi ga boleh kucek kucek mata lagi yah"
" iya Bund"
" Mandi Gih Gi, terus makan, nanti Si Om mau ajak Gi ke Mall" ucap Vanny yang memanggil aku Om.
" TErserah kamu aja Van"
" Abah yah Sat...lucu tau" ucap nya dan aku tertawa, aku mengusap kepala nya lalu memcium Pipi nya dengan gemas
" apa dong Sat?"
" ya terserah kamu, kamu yang bakal sering sama dia" Jawab ku dengan tidak mempermasalahkan tentang panggilan nama
" Ayah....terlalu lebayyy!"
" Bapak...nanti di kira nya bapak Indra dewantara?"
" Daddy...kamu nya bukan bule"
" Papa, nanti di kira manggil si aki"
" Apa dong Satttt...masa diem aja, ga ikutan mikir" keluh nya dan aku hanya tersenyum
" apaaan Saatt"
__ADS_1
" Terserah Van!"
" Fix...nanti malem kamu tidur sini" ucap Vanny dengan menepuk sofa, aku tertawa dan ku cium mulut nya yang sering bicara ngawur.
" Papih aja van...kan ga ada pilihan mu tadi" jawab ku setelah puas mencium bibir nya
" Ok...Papih iya...anak bungsu nya bapak Indra yang Manja" canda Vanny dan aku membalas candaan nya
" Terserah teteh Aja"
dan kami pun tertawa bersama, Gineung sudah mandi dan sudah sarapan, sekarang dia menagih Janji bunda nya.
Sampai di Mall di daerah cibubur, Vanny selalu mengandeng tangan nya gigi, Lucu yah nama Gineung jadi Gigi, Vanny bilang kita tinggal di Sentul, daerah elite, masa iya nama Gineung, terkesan terlalu Ndeso sekali.
Vanny banyak memilih banyak belanjaan untuk persiapan makan kami,
" Susu dong Van " Pinta ku, dan Vanny tersenyum, Dia tau kebutuhan aku yang satu itu, susu uht dan susu langsung dari sumber nya, dua duanya aku suka.
Gigi terlihat bahagia di ajak jalan seperti ini, mata nya selalu berbinar dan tersenyum saat Vanny bertanya " Gigi suka yang mana?"
" ga tega saya Sat, Kasian " Ucap Vanny pelan, dia memeluk aku dengan satu tangan nya saat mengucapkan isi hatinya, Iya..sangat tidak tega, melihat Gigi yang begitu terpesona melihat isi Mall ini.
" Gi...rambut Gigi terlalu panjang, Kita potong yah" ucap Vanny dan Gigi lagi lagi hanya setuju dan setuju, Gigi di bawa oleh Vanny ke salon khusus anak, salon yang lengkap dengan ornamen khas anak kecil. saat masuk ke dalam salon nya, Gigi terlihat Takjub kali ini
" Kaya rumah berbi yah Bund" Ucap gigi yang menyebut Barbie dengan logat sunda Berbi.
" Iya...keren ya gi" Jawab Vanny dengan lembut. Selama perawatan rambut gigi, aku dan Vanny duduk di kursi, Gigi terlihat takut bila jauh jauh dari ku dan Bunda nya.
" Kasih Poni mbak" Perintah Vanny pada wanita yang sudah selesai melakukan creambath pada Gigi
" emang cocok Van?" Tanya ku
" Ga tau juga sih Sat, tapi saya suka anak kecil pake poni" Jawab nya asal sekali
" Biar kaya si Dora!" Ucap nya lagi
" Dora mana Sih Van?" tanya ku dengan satu tangan ku di bahu nya.
" The adventure of Dora...ga tau yah! Kasian" jawab nya lagi, Issshh istri ku ini kalo ngomong pedes pedes kaya lada bubuk lada ku banget.
menunggu 15 menit, rambut gigi dipotong lebih pendek, sebahu mirip seperti Bunda nya, plus Voni yang menutup dahi nya, terlihat lebih segar dan cantik. " Gumush deh kaya Dora" ucap Vanny dengan mencubit pipi gigi, yang di cubit malah tertawa tawa.
" Beliin mainan buat anak kamu Sat, emang dia ga butuh maen apa"
__ADS_1
" Anak saya masih proses disini " Ucap ku dengan mengusap perut nya, Vanny tertawa, renyah...renyah seperti keripik kentang.