My Vanny

My Vanny
Sesal


__ADS_3

Penyesalan itu selalu datang terlambat, saat aku menatap manik mata gadis cilik berusia 7 tahun, begitu banyak rasa yang aku rasakan saat itu.


saat itu pertama kali aku bertemu dengan nya di Bandung, Di rumah Orang Tua nya Stevanny, sekarang ini dia sudah menjadi adik Ipar ku. Aku dan keluarga ku baru saja menikahkan adik ku Satria dengan wanita pilihannya.


Gadis kecil itu datang bersama teman nya wanita Satria yang juga berprofesi Dokter seperti 2 adik ku.


awalnya kami mengira mereka berdua adalah Istri dan anak nya adik ku, tapi ternyata kami salah. Satria dan Reno menjelaskan masalah nya pada kami sehingga kami percaya pada perkataan mereka.


Anak kecil begitu erat saat memeluk Satria, Tatapan mata nya membuat aku memaki diri ku sendiri, Bagaimana bisa seorang ayah tega meninggalkan anak nya setelah ibu dari anak meninggal dunia.


Anak ini begitu menaruh kepercayaan pada Adik ku, terlihat dia begitu meminta perlindungan saat kami semua menatap nya rendah, menatap nya dengan tatapan banyak pertanyaan dan pertanyaan yang harus segera Satria Jawab.


Ibu nya Vanny membawa anak kecil itu masuk ke dalam rumah, bermain dengan anak seusia nya, dan saat itu dia melirik lagi pada ku, tatapan nya begitu takut saat mata kami bertemu, dan aku menundukkan kepala ku.


Ada rasa malu saat mata anak kecil itu menatap ku, ada rasa yang tidak pernah aku rasakan sebelum nya, dan perasaan apa ini sebenar nya, aku memaki diri ku sendiri, bagaimana seorang Rimba Putra Dewantara merasa kecil di hadapan anak sekecil ini, bahkan aku taksir usia nya lebih muda dari anak ke dua ku.


" Senyum nya mirip Vio, Bang" Ucap Istriku


" Saya tidak perhatikan " Jawab ku singkat.


" Liat dari samping, Wajah nya Mirip Papa" Ucap Istri ku berbisik


" Jangan Gila kamu Mah" Protes ku, lalu aku pergi ke salah satu rumah sakit dengan Satria dan juga anak kecil tadi, kami melakukan Test DNA pada dua itu.


Hati ku menjerit melihat gadis kecil itu menangis saat di ambil sample darah nya, Gadis kecil itu begitu erat memeluk satria, dan lagi lagi aku memaki diri ku sendiri.

__ADS_1


hasil test sederhana DNA keluar, anak itu bukan darah daging Satria, dan aku mulai memperhatikan nya, melihat interaksi nya dengan Satria dan benar yang istri ku bilang, saat di mobil aku melihat nya dari sudut samping wajah nya, ada kemiripan dengan wajah ku dan juga Vio anak pertama ku, hati ku berdebar dan aku diam. aku diam akan ketakutan ku, aku diam karna rasa bersalah ku.


Malam itu juga kami kembali ke Jakarta, aku langsung masuk ke kamar dan membasahi rambut dan tubuh ku dibawah guyuran air shower, aku terus mengingat wajah polos nya yang tadi tertidur dan di gendong oleh Satria adik ku, satria membawa nya ke kamar tidur, menidurkan nya di kamar, sebelum mereka kembali ke Bogor.


" Pah...." Istri ku memanggil ku saat aku terus berada di kamar mandi, aku segera menyelesaikan lamunan ku dan membuka pintu kamar mandi


" Kok lama? ada apa?"


" Sakit perut Mah" Bohong ku, istri ku membantu aku mengeringkan tubuh dan rambut ku, lalu kami bergabung kembali bersama semua keluarga ku.


2 adik ku dan istri nya pulang, hanya tinggal Bapak, Satria dan Vanny saja saat itu.


" Tidur disini yah Van" Pinta istri ku


" Gak Mbak...besok banyak kerjaan" Jawab Adik ipar ku dan aku hanya bisa tersenyum.


Mereka pulang, Bapak sudah beristirahat di kamar nya, aku memeriksa 2 anak ku yang sudah tidur di kamar nya masing masing. Aku cium kening nya, " Kalian beruntung Nak, kalian memiliki keluarga yang utuh, kalian hidup layak, hidup dengan limpahan kasih sayang " Ucap ku saat mencium kening nya.


Hari berganti, aku dan istri ku hanya sesekali membahas mengenai Gigi, tapi tidak berlebihan, hanya mengira ngira bagaimana hari hari nya anak itu di rumah satria, Satria dan Istri nya bekerja, lalu anak itu hanya di jaga dan di temani oleh seorang Art saja.


Dan akhirnya di satu siang. Aku dan ìstri ku menangis bersama. kami saling berpelukan saat aku selesai membaca hasil Test DNA dari rumah sakit di singapore.


Hasil test itu menunjukan kemiripan 99 % kecocokan antara aku dan gigi. awalnya aku menolak saat istri ku menyerahkan hasil test DNA dari salah satu rumah sakit di Jakarta, aku marah dan marah, bagaimana aku tidak marah, istri ku melakukan itu tanpa ijin dari ku.


Dengan penuh keberanian dan semangat dari istri ku, aku harus mengakui pada semua orang dan keluarga besar ku, bahwa Gigi adalah darah daging ku, anak dari istri siri ku yang bernama Euis. Euis itu seorang Gadis sunda yang cantik, Baik dan penurut, dia menurunkan semua sifat baik nya pada Gigi anak kami.

__ADS_1


Jangan bahas mengenai ibu nya Gigi, dia Itu Sudah meninggal, Tapi Dia adalah orang yang baik, Baik sebagai Istri ku dan satu penyesalan ku, aku tidak menemukan nya saat dia pergi, dia membawa dan tidak memberitahukan kehamilan nya pada ku.


Dia pergi setelah Hasna istri ku di perbolehkan pulang dari rumah sakit, dan yang aku tangkap dari kepergian nya saat itu adalah " Dia tidak ingin menjadi duri diantara aku dan istri ku"


2 malam yang lalu, dengan semua rasa takut ku, aku pergi ke Bogor bersama dengan Istri ku, dan di malam itu, aku dan istri ku mengatakan semua rahasia kami.


Bapak, 3 adik ku dan para istri nya kaget mendengar cerita aku dan istri ku, dan aku siap di hukum untuk semua kesalahan ku.


Penyesalan tidak datang di awal, aku dan istri ku akan mencoba memperbaiki situasi saat ini, aku dan Hasna berencana untuk membawa Gigi tinggal bersama kami, dengan 2 anak kami, dan aku menangis lagi saat aku dan hasna di pertemukan dengan Gigi.


" Gigi udah punya Papih, Gigi gak perlu cari Ayah lagi" Ucap Gigi, saat bapak mengatakan bahwa aku adalah Ayah nya, bahwa aku adalah ayah yang di cari nya selama ini.


Satria memeluk nya, mengatakan bahwa saat ini Gigi mempunyai Papih, Bunda, Mama Hasna dan Juga Papa Rimba, Gigi menatap wajah Satria, meminta di yakinkan dan Satria mengangukkan kepala nya, Gigi yang awal nya menolak, akhir nya mau di peluk oleh Hasna, hasna menangis, begitu juga aku, apalagi saat aku bisa memeluk nya langsung, memeluk darah daging ku sendiri yang baru bisa aku lakukan saat ini.


Bapak mengeluh sakit di dada nya saat selesai aku bercerita, kami panik dan aku menangis. Menyesal dan aku sangat menyesal, Berbohong pada Bapak, menyesal telah membuat semua orang kecewa dan menyesal tidak bertanggung jawab pada darah daging ku sendiri.


Sudah 2 hari aku cuti, aku, Hasna dan 3 anak ku banyak melakukan banyak aktifitas bersama, bermain sepeda di halaman rumah kami bersama Bapak, mewarnai bahkan berenang di belakang rumah, Aku dan ìstri ku mulai menjelaskan pada 2 anak kami mengenai Gigi, siapa Gigi dan aku berharap 2 anak ku tidak kecewa kepada ku, aku berharap 3 anak ku bisa hidup bersama, aku berharap 3 bisa saling menyayangi.


Belum ada penolakan dari 3 anak ku, Mereka bisa bermain bersama, Hasna begitu bisa menjelaskan pada anak anak mengenai Gigi, aku memperlakukan 3 anak ku dengan baik dan biarkan 3 anak ini terus bermain, biarkan mereka saling mengenal.


Mereka adalah anak anak ku, 2 anak dari istri ku Hasna adalah anak anak dengan hati yang lembut seperti ibu nya, mereka biasa di ajarkan untuk memiliki rasa Simpati dan Empati pada orang lain, dan terlebih Gigi...Gigi anak yang hebat, Dia mempunyai Jiwa yang besar, dia terbiasa dengan kondisi diluar kemampuan anak seusia nya, dan aku MENYESAL.


Hasil halu pagi ini, Thanks buat semua para reader setia ku, please like, comment and vote.


Rasanya happy banget setiap baca semua koment yang masuk, dan semua koment pasti saya baca, minimal saya jempolin. saya revisi kata setiap ada masukan yang baik menurut saya. dan buat semua itu...saya mau bilang " Thank you very much "

__ADS_1


Maaf koment nya kadang saya ga bales,bukan ga mau bales, tapi anak anak udah semakin panjang jam sekolah nya, tugas nya udah semakin numpuk dan si suami udah mulai teratur lagi jadwal kerja nya, setelah PPKM level 1 di Jakarta, hotel udah mulai banyak acara lagi, setelah vacum sekian lama.


__ADS_2