
Aku kesal saat satria bilang dia lupa menjemput ku, Aku pukul lengan nya berkali kali saat kami sudah di mobil.
" Besok saya bawa mobil sendiri aja, nanti kamu lupa lagi kalo udah punya istri " ucap ku dan Satria tertawa
" Bukan Gitu Van, tapi beneran lupa, beres praktek saya ke dokter gigi, beres itu ngobrol ama dokter dokter" Jawab Satria
" Enak Ngobrol,....Saya satu jam nungguin kamu" Jawab ku dengan masih kesal
" Maaf ih"
Heeeuuuhhh Masa Maaf pake kata " Ih" terkesan ga niat banget minta maaf nya.
Aku diam dan memperhatikan jalanan yang macet dari sebelah kiri ku, sampai akhirnya satria Menghentikan mobil entah untuk apa.
" Maaf Van" Ucap nya dengan menarik tubuh ku, dia memeluk aku dan mencium pipi dan leher ku
" Sebel banget ama kamu"
" Saya jujur Van, Saya tadi ke asyikan ngobrol bareng dokter dokter dan lupa harus jemput kamu, maaf ya Van" Ucap Satria dengan terus menyimpan kepalanya di leher nya, aarrggghhh satriiiaaa emang paling bisa mengalihkan rasa kesal ku.
" Iya...buru nyetir lagi, ga usah usaha mlulu" keluh ku dengan mendorong tubuh nya
" sipp...jadi udah maafin ya Van"
" Iya "
" Buka yah?" Pinta nya tapi tangan nya sudah bergerak menurunkan kancing kemeja ku lagi
" buka aja semua ya Sat...Nangung" tantang ku dan Satria tertawa
" Istri yang sangat pengertian" Jawab nya tidak serasa tidak memikirkan aku, aku buka kancing kemeja ku sampai benar benar tidak ada kancing kemeja kerja ku yang tertutup kancing nya, dan Si dokter mesum ini malah mencium dada dan perut ku, rasa kesal seolah berganti dengan rasa penasaran ku yang lain, aku menikmati cumbu an nya.
" Ok...cukup, tapi biar begitu aja, di rumah kita lanjut" ucap satria dengan mengusap dada ku, aku hanya menggelengkan kepala ku, kesal dan senang menjadi satu.
Saat sampai rumah Satria begitu sibuk mengancingkan kemeja kerja ku, aku sempat tertawa melihat nya, dia cukup panik karna Gigi sudah berdiri di depan pintu
" Bukan Bantuin" Ucap nya dengan datar
__ADS_1
" kamu yang mau" Jawab ku
" Kamu yang buka" Jawab nya dengan mencium pipi ku dan selesai semua kancing kemeja ku di tutup nya.
" Besok pake Jaket, biar gampang"
" Besok saya males di anter jemput kamu " Jawab ku dengan membuka pintu mobil dan Gigi tersenyum manis pada ku.
" Belum jam 8 Bund, Gigi kangen bunda" ucap nya polos, mungkin dia takut aku marah, karna aku meminta nya untuk tidur saat jam 8 malam.
" Anak Hebat" Ucap ku dengan mengusap kepala nya
" udah makan Gi?"
" Udah Bund...Bunda udah makan?" tanya nya dan aku tersenyum, gigi memberikan perhatian nya untuk ku
" Belum...Bunda mau Mandi, Nanti temenin Bunda makan mau?"
" Maaauuu " Jawab nya bersemangat dengan berteriak. Satria tersenyum tipis pada ku
" Anak mu lohhh " Ucap ku dan masuk ke dalam kamar, aku membersihkan tubuh ku agar hilang lengket di badan, dan satria masih belum masuk ke kamar juga rupa nya, tidak ada yang berubah saat aku mandi tadi.
Saat aku keluar kamar satria sedang becanda ria dengan Gigi, gigi terlihat senang menunjukan mainan nya.
" Mandi Sat...dari rumah sakit kotor"
" Bentar 10 menit, lagi seru " Jawab Satria dengan menunjukan mainan dokter dokteran nya pada ku, aku balas memberikan senyuman tipis pada nya. lalu ke dapur dan membantu Bibi memanaskan lauk untuk kami makan.
" Satttt mandi" ucap ku ketika Satria masih asyik bermain
" Ya yah....saya mandi" Jawab nya, satria mengusap kepala Gigi dan masuk ke kamar.
Aku menyiapkan baju untuk salin nya, duduk di tempat tidur dan membuka bingkisan dari Mbak Indah.
" Itu apa Van?" tanya Saat nya ketika sudah mandi dan mendekat pada ku
" Kerjaan Mbak indah Nih" jawab ku dan menunjukan baju tidur tidak bermoral, Satria tertawa dan mengusap kepala ku
__ADS_1
" Nanti malem pake"
" Tergantung lah" jawab ku dan Satria tertawa, aku menyimpan nya kembali dalam paper bag dan memasukkan kedalam lemari.
Gigi menemani kami makan, dia bercerita kegiatan nya hari ini, Satria terlihat begitu antusias....sudah cocok menjadi Papih rupa nya.
Gineung langsung masuk ke kamar ketika sudah jam 8 malam ditemani bibi, aku dan satria menikmati malam ini dengan mengobrol di teras rumah.
" Tanggal 10 Desember saya ke Jepang, Van. Ada seminar di sana"
" berapa lama Sat?"
" 5 hari "
" Ohhh..." Jawab ku.
" Ikut yuks Van" Ajak satria pada ku.
" Sekalian Bulan Madu?" Tanya ku
" Belom tentu ada waktu luang sih Van, Jadwal padat, tapi setidak nya...kamu bisa ada di dekat saya" Jawab Satria.
Hadduuhhh jawaban jujur itu memang bikin sakit pas denger nya.
Malam setelah jam 10, satria sudah mengajak aku masuk ke kamar,
" Pake baju tadi dong Van" Pinta ny merajuk
" hemm Males Sat"
" Please...sayang udah di kasih, masa ga di pake"
Aku tersenyum dan mengambil nya di dalam lemari saat aku selesai memakai nya, senyum satria mengembang sekali, dia langsung memeluk aku.
" Kalo gini lupa punya istri ga?" tanya ku dan Satria tertawa
" Kalo begini rasa nya lupa kalo di rumah ini cuma kita berdua doang" jawab nya dengan mencium pipi ku.
__ADS_1