My Vanny

My Vanny
Saya Kangen


__ADS_3

"Apa kabar Sat?" Tanya Vanny ketika dia sudah masuk ke dalam ruang,


" Baik...udah balik?" Tanya ku dengan datar. Cool dong....Dia yang datang loh, bukan gw!!!


" Udah tadi pagi jam 8an" jawab nya, suara Vanny nya berubah, mungkin dia berharap aku akan se ramah Kemarin kemarin, tapi " Gw Satria, Gw Laki" Ucap ku dalam hati.


" Bammm Gw balik yah, ngepel dah beres" Teriak Danish dan mengambil kunci motor nya


" Ini belom" Tunjuk ku pada karpet rumput sintetis berwarna hijau


" Besok lah Bam, Kan mo kondangan ntar malem" Jawab Danish dengan mencium tangan ku. aku berikan uang 300 ribu untuk kerja nya yang tidak beres, harus nya ini anak kerja dari pagi sampai sore, tapi karna kedatangan Vanny, dia sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan rupa nya.


Vanny masih duduk setelah Danish pergi, aku masih merapihkan yang sedikit lagi selesai.


" Saya mau ngomong Sat"


" Ngomong deh, Saya lagi kerjain ini" Jawab ku tanpa menoleh ke arah nya


" Saya bantu" dia berjalan mendekat pada ku yang sedang menebar karpet.


" Gak perlu, kata nya kamu ngomong, ngomong aja Van"


" Sat" Suara Vanny terdengar kesal...


" Ok...10 minutes, Kamu duduk dan biarkan saja selesaikan pekerjaan saya dulu" ucap ku. aku tebar karpet sesuai letak awal nya lagi, mengaturnya agar rapih lagi, lalu mencuci tangan dan wajah ku dan duduk di dekat nya.


" Ada apa?" Tanya ku


" saya minta maaf Sat, Sorry .....saya bikin kamu kecewa" jawab Vanny dengan wajah yang serius, rasa nya ingin sekali memeluk nya. ga tega liat nya begini, Vanny tuh biasa jutek jutek gemesin, ga pernah melow melow.

__ADS_1


" kamu ga salah apa apa Van, saya yang salah, saya cuma terlalu berharap, dan saya sadar diri...padahal saya bukan siapa siapa, saya ga sesuai ekspektasi kamu" Jawab ku, dan harus nya kata kata ini ini ampuh membuat nya semakin merasa bersalah.


" sattt...saya minta maaf" ucap Vanny dan Yes ampuh tuh kata kata.


" Kamu ga salah Van" ucap ku lagi, dan kata kata ku tadi ternyata selain ampuh mampu membuat nya mata nya berkaca kaca


" Kamu serius ga mau ajak saya nikah?" Tanya Vanny


" Serius....yang ga serius kan kamu" jawab ku dengan Suara flat dan setengah memcibir nya


" Coba kamu ulang permintaan kamu lagi, dan saya akan menjawab nya" Pinta Vanny


" Males ah Van, toh jawaban nya sama " jawab ku, dan ku bakar satu batang rokok, Kami diam dan aku menikmati rokok ku, aku sebenarnya Gugup juga, entah apa yang akan Vanny katakan setelah ini.


" Kamu memang ga pernah mau berusaha lebih.... Sat, Jauh jauh saya datang ke sini, saya pikir kita bisa perbaiki, ternyata kamu terlalu cepat menyerah" Ucap Vanny setelah diam nya, Aku menarik tangan nya yang hendak berdiri.


" Terserahlah....saya balik" Jawab nya dengan menepis tangan ku. aku berdiri dan meraih pinggang nya, aku peluk wanita yang senyum nya selalu aku rindukan.


" Saya mau balik satriiiaaaa"


" Saya mau peluk kamu stevanny" Jawab ku dengan mengetatkan pelukan ku, wangi yang menusuk hidung, menghilangkan lelah ku, bagai aroma therapy aku terus mencium kening dan rambut nya.


" Saya kangen Van" Ucap ku Jujur dan ku cium lagi kening nya.


" Urusan kamu" Jawab nya ketus, aku tertawa dia bicara ketus, tapi wajah nya mencium cium dada ku.


" Kamu ga kangen ama saya?" tanya ku dan Vanny mengusap wajah ku


" saya kangen Sat...makanya saya datang, saya pengen kamu tau, ini minggu yang berat buat saya" Jawab Vanny dan aku tersenyum, gakkk nyangka seorang Vanny mampu mengatakan itu. aku dekatkan wajah ku, aku cium bibirnya dan Vanny membalas ciuman ku.

__ADS_1


" Serius Van?" Tanya ku


" Tau Akh" jawab Vanny Dan Aku tertawa, saking bahagia nya aku mengendong tubuh Vanny, aku memutar mutar tubuh kami dan Vanny menjerit ketakutan.


" Turunin satrrriiiaaa"


" Ga mau" Jawab ku dan terus menggendong tubuh nya, aku Bahagia.


" Turunin Saya Satria, saya takut" Pinta nya dengan memegang kepala ku.


" Gak Romatissss bangeeett " keluh ku dan aku turunkan tubuh nya, kami berdiri berhadapan, sangat dekat dan aku memeluk nya lagi.


" Kalo di gendong tuh harus nya kamu ngusap ngusap rambut saya, bukan di jambakin kaya tadi" ucap ku lagi dan Vanny tertawa, Senang nya hati ku, mendengar suara tawa nya lagi


" Sat..."


" apa?"


" Saya belom siap ketemu keluarga mu hari ini!" Jawab Vanny, aku sudah kesal lagi mendengar kata katanya.


" Bukan...bukan saya ga mau, Sat. Pleaseeee....jangan Hari ini, tolong bilang ke Bapak, saya minta waktu, Saya cappeee banget " jawab Vanny


" Sampe kapan Van?" tanya ku, aku sih sedikit kecewa, tapi mendengarnya mengucapkan kata " Tolong" Dan bilang Bapak, tanpa serta an nya MU, aku merasa Vanny sudah menghormati bapak ku, terkesan tidak membeda kan saya dan kamu.


" Senin setelah Saya pulang kerja, Hari ini saya ngantuk bangetttt...saya mau balik, saya mau tidur sampe besok, senin pagi saya kerja dan setelah itu saya siap ketemu Bapak deh" Jawab Vanny dan aku tersenyum, aku pikir alasan Vanny jelas, satu minggu ini dia keluar kota, dia pasti sibuk di sana, dan lelah di perjalanan.


" Beneran nih? Ga PHP in saya doang?" tanya ku dan Vanny tertawa


" Iya...saya serius" Jawab Vanny, aku mengusap pipi nya lalu melirik jam tangan ku.

__ADS_1


__ADS_2