
" Busyet ribet banget yah ini urusannya" Keluh ku dalam hati, Bang Rimba terus membujuk si Om, Terus menyakinkan Si Om, Dan aku semakin galau saja.
Mbak Indah sudah mendapatkan kabar keberadaan Vanny, dia menginap di Kostaan nya Della, Staff CS di kantor nya. Dan ternyata saat ini sudah jam 6 pagi saat aku melirik jam di dekat Televisi.
Aku masih di Gantung, masih menunggu jawaban dari keputusan Si Om, apakah aku bisa menikahi Wanita cantik ku atau tidak.
Aku orang Bodoh, Dokter Satria yang terkenal cool, Atlet Teakwondo pemenang medali Emas Di Sea games 10 tahun lalu, Sedang berdiri di dekat lemari Kaca, aku tidak di ijinkan untuk duduk oleh Si Om, Bahkan setiap 20 menit aku di suruh Push up 25 kali oleh Si Om dan Reno yang mengawasi ku.
Jam 06.30 keponakan Vanny datang bersama adik nya Vanny yang kembar, dan pertanyaan polos dari keponakan nya membuat aku ingin tertawa.
" Om Isat di hukum Aki yah?"
" sama kaya Uwi dong, kalo ga bobo siang di suruh berdiri gitu"
Haddduuueeehhh Aku malu, apalagi Reno menertawakan aku. lengkap sudah penderitaan ku.
Stevanny
" Bu...bangun ih, ada tamu di luar" della menggoyangkan tubuh ku
" siapa Del?"
" Tau tuh, Buru ih"
Tanpa mencuci muka, aku menemui orang yang katanya della mencari ku
" Bu Vanny?" tanya nya
" iya saya" jawab ku
" saya di minta menjemput ibu oleh Pak Rimba"
" Pak Rimba?" Tanya ku, dan wanita cantik itu juga mengkerutkan dahi nya, kami sama sama tidak paham
" Pak Moren" ucap nya lagi
" Siapa Lagi Moren, bukan Vanny saya kali" Ucap Ku
" Pak Reno" Ucap nya sekali lagi
" Reno?" tanya ku
" Iya Bu...yang ini photo nya" jawab nya dengan menunjukan photo profil Reno yang aku kenal.
Aku mengambil Handphone yang sedang aku isi daya, Lalu banyak chat yang belum aku baca
__ADS_1
Papa
Pulang sekarang Teh, Papa tunggu, Ada Keluarga Satria di rumah.
Reno
Loe di jemput temen gw, Kita di rumah loe
Dan akhirnya aku ikut dengan wanita cantik tadi yang memiliki potongan rambut pendek, Aku kaget saat di minta masuk ke dalam mobil Ambulance polisi, Terkesan aku penjahat saja, pantas saja Della tadi takut dan gugup saat memberitahukan ada tamu yang mencari ku.
Perjalanan menuju bandung, seperti seorang buronan yang tertangkap, Di dalam mobil, Aku hanya diam dan memainkan handphone ku.
Banyak chat dari Satria...laki laki pembohong yang bisa membuat aku nyaman bersamanya. Lalu Bu Indah, Zahra dan Amira dan masih banyak lagi.
Sampai di rumah, banyak mobil parkir di depan pagar, aku masuk dan memberikan salam ku, aku salim pada orang orang yang duduk nya lebih dekat dengan pintu masuk, dan terakhir Papa, Papa Dari awal aku datang, Sudah memasang wajah Perang nya, Dan Saat aku ingin Salim, Tangan Papa sudah melayang di Udara, Papa hendak menampar ku, Dan aku seketika jatuh duduk di kursi karna tarikan tangan Laki laki yang pernah aku temui saat beliau mengurus kartu ATM nya, Siapa lagi kalo bukan Bapak Indra Dewantara, Mertua nya Bu Indah, Bapak nya Satria
" Jangan Pernah memukul anak perempuan Pak, Apalagi di lihat oleh orang banyak, Lebih baik Bapak pukul saya" Bela Pak Indra dengan suara yang keras, aku lihat Papa ku menarik nafas nya dalam dalam. Papa kembali duduk, Dalam duduk diam nya, Papa masih menatap ku, aku tau...papa pasti marah dan kecewa pada ku.
Aku menbuang pandangan ku ke tempat lain, Aku mencari Satria dan mata ku membulat saat melihat nya sedang melakukan Push Up di dekat lemari kaca, Spontan aku berjalan mendekatinya, ada Reno yang sedang duduk di lantai dengan memegang HandPhone nya
" Ngapain Kamu?" tanya ku dan berjongkok di dekat nya.
" Salep nya di olesin ga Van, Sekarang masih bengkak ga?" tanya nya dan kontan aku mendorong tubuh nya yang sedang push up itu, Reno tertawa kecil Sementara Satria malah tersenyum nakal pada ku.
" Teh...." panggil Papa ku, aku berdiri dan mendorong lagi tubuh satria, Bisa bisa nya dia berpikiran mesum saat aku bertanya hal tadi.
" Ada keluarga nya Satria, Teh. Mereka datang untuk melamar Teteh" Ucap Papa ku
" Gimana teh?" tanya Papa lagi karna aku masih diam
" menurut Papa gimana?" Tanya ku meminta Pendapat Papa
" Lagi teteh melakukan nya, teteh ga tanya Papa, Sekarang ga perlu tanya pendapat Papa, Papa sih Kecewa, Tapi mau gimana lagi, Semua tergantung teteh" Jawab Papa ku, aku meringis dalam hati. Pasti satria bercerita soal " Itu" Pada keluarga ku.
Semua orang menunggu jawaban ku, Apalagi Mama, Mama sudah terlihat tidak sabar dengan jawaban ku
" Gimana Van?" tanya Laki laki yang duduk di samping Bapak, seperti nya dia anak pertama Bapak
" Kasih waktu satu minggu lah Pah" jawab ku
" Gak Gak, Ga ada waktu satu minggu, Teteh di Jakarta.... kalo teteh mau, harus nikah hari ini, Kalo teteh ga mau nihak dengan Laki laki itu, teteh harus pulang ke rumah ini, papa bakal jaga teteh 24 jam" protes papa ku
What nikah hari ini? ucap ku dalam hati, Gila Bangeeettt....tapi bila harus tinggal kembali di rumah ini, berat untuk ku, pekerjaan ku, hari hari ku yang sudah biasa bebas tanpa pengawasan papa dan mama, belum lagi nanti bagaimana dengan rasa kangen ku pada satria...aku sudah memilih nya hari itu, aku sudah menyerahkan sesuatu yang berharga untuk satria, walau kami melakukan suka sama suka, tapi apa jadi nya hidup ku nanti bila harus menjalani hari sebagai Janda bukan perawan bukan.
Akhir nya aku menjawab Iya, Papa menerima jawaban ku, dan semua orang bernafas lega.
__ADS_1
" satriaa" Panggil Papa ku, Satria yang sedang berdiri di pojokan langsung menjawab " Iya Om"
" Kamu siap nikahi anak saya saat ini" tanya Papa
" Siap Om" Jawab nya, dan aku tersenyum nyinyir pada nya, Begitu mudah nya dia mendapatkan restu dari Papa, dan semua karna ulah ku sendiri.
Satria sudah duduk di kursi, para ipar nya satria sudah berpindah tempat duduk, mereka bersama Mama duduk di ruang keluarga, aku hanya tersenyum tidak jelas, Binggung aku, apalagi si kembar selalu bertanya ino itu pada ku, padahal aku sangat malas menjawab nya.
" Siap Siap Teh, Jam 11 akad" ucap Papa ku yang berjalan lalu duduk di samping ku, Papa mengusap Rambut ku, memeluk bahu ku dan aku merebahkan kepalaku di pundak nya.
" Si teteh Mau nikah "
" Maaf yah Pah, Vanny bikin papa kecewa!" ucap ku dan papa terus mengusap kepala ku.
Jam 11 tiba datang, Heeyyy aku seorang pengantin wanita tanpa persiapan apapun, pernikahan dadakan ini membuat aku hanya memakai baju Gamis lebaran ditahun lalu, di hari pernikahan ku, Hhhhhaaddduuuhhh sungguh memalukan.
" ngapain kamu kesini Sat?" tanya ku ketika sartia datang masuk ke kamar ku
" Numpang ganti kemeja, Van" Jawab nya dan semakin dekat ku.
" Saya sibuk nyari kamu, Van"
" Bodo amat" jawab ku dan menghindar dari serangan bibir nya Satria
" Ishh Gak Sopan ama Suami" keluh nya dengan terus memcoba mencium ku lagi
" Belom jadi suami Tau, masih bisa saya batalin nih" ancam ku dan Satria tertawa dengan mengusap pipi ku
" Enak aja batalin, Badan udah abis di hajarin Papa mu Van, Tangan udah gemeter di suruh Push up Mlulu, Enak bener di batalin, Saya bisa culik kamu loh" protes Satria dengan mencium singkat bibir ku.
SATRIA
Tepat Jam 11 siang, Hari selasa di minggu terakhir di Bulan November, Hanya dengan menggunakan Baju koko putih dan celana Jeans biru, aku Satria Putra Dewantara mengucapkan ikrar pernikahan ku dengan Wanita cantik pilihan ku bernama Stevanny Leonnydhia Prakoso.
" Saya terima nikah dan kawin nya Stevanny Leonnydhia Prakoso binti Bapak Dandi Prakoso dengan Mas Kawin uang satu juta rupiah di bayar tunai" Ucap ku dalam satu tarikan nafas. aku menunggu pak penghulu bertanya pada para saksi pernikahan dadakan ku, apakah Sah ikrar ku tadi, dan para saksi menjawab Sah, Lalu Pak penghulu Berucap " SAH". Aku berucap Syukur Alhamdulillah lalu mengucap wajah ku sendiri dengan kedua tangan ku..." Lega " ucap ku dalam hati.
Nasihat dari Pak Penghulu yang duduk di depan ku, aku dengar kan baik baik, Doa doa untuk keselamatan dan harapan hidup yang lebih baik dalam ber rumah tangga nanti menjadi penutup acara pernikahan ku.
Aku mulai mencium tangan Si Om, Papa mertua ku, aku meminta maaf lagi pada nya, Si om memeluk aku dengan erat. Dia berkaca kaca saat melepaskan pelukan ku. " Papa titip Vanny Yah Sat" Ucap nya, Dan aku menjawab nya " Iya Pah" aku memberanikan diri memanggil nya Papa, dan si Papa menepuk nepuk pipi ku.
Lalu aku mencium tangan Si tante, banyak doa dari nya untuk pernikahan ku dengan putri sambung nya,
Lalu Bapak...Bapak langsung memeluk aku, bapak menangis dan aku pun ikut larut dalam tangisan bapak ini.
" Jaga istri iya baik baik, iya udah nikah sekarang, Ga boleh Manja lagi" Ucap bapak dengan terus memeluk aku. Lalu bergantian 3 abang ku yang luar biasa, mereka memeluk aku dengan erat.
__ADS_1
" Selamat yah Ya...abang lega sekarang" Ucap Bang Rimba, aku mengucapkan terima kasih pada nya,
Kemudian Bang Cakra yang tersenyum pada ku " Hebat ya...cinta satu malam, acara persiapan pernikahan dalam satu jam, Irit bener" ucap nya dengan memeluk aku, aku tertawa dan Bang cakra mengusap kepala ku. Kemudian Bang Yudha, dia memeluk aku juga, " Selamat Ya, kasih tau abang, kalo perlu sesuatu" ucap Bang Yudha dan aku mengucapkan terima kasih, Lalu Istri ku...mana Istri ku.