
Satria mengendarai mobil dengan sedikit bernyanyi, aku tau....dia sedang menutupi rasa kesal dan kecewa nya saat aku menjawab iya, di pertanyaan dia " Jadi berangkat Bund?"
Jam 9 malam kami keluar dari komplek perumahan kami di daerah Bogor,
" Papih Ga Cape?" tanya ku pada Satria
" Gak tuh Bund!" Jawab nya dan mengusap pipi ku.
" Ada yang mau beli gak Bund?" Tanya nya Satria dan aku mengelengkan kepala ku.
" Tidur Bund, nanti saya bangunin bagitu sampe ke hotel"
" boleh?" Tanya ku, aku sebenarnanya khawatir bila Aku tidur, Satria sendiri lalu dia mengantuk
" Boleh Dong, ambil bantal nya belakang" Perintah Satria dan aku menurut. Bantal besar dengan motif kekeropi kesayangan ku memang selalu ada di mobil. aku bawa saat kami pindah mobil sekali pun.
Aku memcoba untuk memejamkan mata ku, kepala ku juga sakit, sakit karna membayangkan akan meninggalkan suami ku lagi.
" gak bisa tidur?" Tanya Satria
" Huuumhh " Jawab ku dan dia tersenyum, hampir mirip seperti mengejek ku.
Handphone ku berdering, ku lihat layar handphone ku, terbaca oleh ku " Just Mine " Dan aku langsung tertawa lalu menjawab " Iya Jas "
" Dimana teh?"
" Di jalan...ada apeh neh?"
" jahat bener sih...ya udah tutup nih yah" ucap Jasmine dan aku tertawa
" Ambekan ih "
" Bodo amat " Jawab nya dan aku semakin tertawa, aku bisa membayangkan wajah Jasmine seperti apa, saat dia merasa kesal.
__ADS_1
" Jas...ih "
" Apa sih aah iih aah iih, teteh lagi di kamar?" tanya Jasmine dan tawa ku meledak
" Kagak Jas, Gw di jalan" jawab ku dengan tertawa
" Beneran di jalan?!"
" iya...ada apa sih?"
" bisa ke rumah gak?"
" Bunda Sakit?" Tanya ku cukup cemas
" Iihhh ngomong nya ga di saring, gw bilangin bunda yah!" jawab Jasmine dan aku tertawa, Syukur lah berarti bunda sehat.
" Gw mau pamit balik ke Jerman Ah, tapi pengen peluk dulu...boleh gak?"
" kapan balik nya?" tanya ku dengan cepat
" Ok...gw mampir situ Jas"
Satu jam kemudian mobil Satria sampai di rumah Bunda, Beeuuhhh banyak orang sekali di rumah ini, dengan bergelayut manja saat aku jalan bersama Suami ku.
" Ciyeeeehhh nempel terus kaya simcard ama HandPhone nya" Canda Om Dimas dan aku tertawa, aku salim pada semua orang, tapi seperti biasa, mereka menepis tangan nya saat aku hendak mencium nya, mereka biasa mengusap kepala ku, sebagai rasa sayang pada sahabat keponakan tercinta nya.
" Dari mana Teh? Rapi amaat?" tanya Bunda Desi dengan memeluk aku
" Mau jalan Bund...training 3 bulan" Jawab ku dan semua orang menjerittttt
" Looeeeee Gila Teeeehhhhhh gelas" Cuit Om Heri dengan tawa nya dan Satria pun ikut tertawa sambil menjabat tangan semua orang di rumah ini.
Jasmine yang terakhir aku peluk, aku lama memeluk nya.
__ADS_1
" Laki loe kere? sampe loe di suruh ikut training gitu?" Ucap Jasmine pelan tapi tawa kami begitu besar.
Satria sudah 2 x berjumpa dengan keluarga nya Jasmine, Waktu 1 jam tidak cukup untuk kami bercerita dan bercerita.
" Teh...Bunda itu dulu kerja karna Si ayah kan Gak kerja, Tapi setelah Bunda Nikah dengan Daddy, Ngapain Bunda masih kerja...Teh" Cerita Bunda dengan merangkul Bahu ku
" Mending di rumah Aja, Nungguin laki pulang kerja!" Ucap Jasmine dan aku sedikit terkejut karna Jasmine bicara seperti itu
" Gw Berenti Kerja teh, Tanya Sam deh kalo Gak Percaya" Ucap Jasmine dan aku semakin tersenyum. Dulu saat kami Masih sering Kumpul bersama, Satu cita cita kami adalah Sukses dengan Pekerjaan kami, Tapi ternyata Semua bisa berubah, Jasmine mengubah haluan nya dan semua cerita di Rumah nya Jasmine akan menjadi pertimbangan aku untuk melanjutkan atau berhenti bekerja.
Kami Pamit pada semua orang, aku dan Jasmine berpelukan Erat.
" sering sering maen ke sini, biar gw gak ada teh, Temenin Bunda gw" pesan Jasmine pada ku
" Kapan Balik ke Jakarta lagi?" Tanya ku
" Bunda minta 6 bulan sekali gw Balik, Ada Brian, Gw ga bisa Janji, tapi bakal jadi prioritas gw" Jawab Jasmine, dia lebih bijak sekali setelah memiliki Brian, ternyata Pengaruh keberadaan seorang Brian membuat Jasmine semakin baik.
Kami melanjutkan perjalanan kami sudah jam 10 malam, dan tiba di Anyer tepat jam 12 malam.
" Tidur di sini yah, Pih! Udah malem! " Pinta ku ketika kami sudah tiba di kamar Hotel
" Gigi besok Sekolah Bund!" jawab Suami ku dan rasa nya aku menyesal sekali pada dua orang ini.
" Sini Peluk dulu" Ucap Satria dengan menarik tangan ku, Satria memeluk aku dan membelai rambut ku.
" Jaga kesehatan Bund, I Love you" Ucap Satria begitu tulus dan aku semakin memeluk nya
" papih juga yah...sehat sehat di sana, jangan lupa makan" Jawab ku dan Satria mencium kening ku.
" Hubungi saya kalo ada keluhan soal baby kita yah Bund!"
Dan akhirnya, perpisahan pun terjadi, Satria Pergi dan aku menangis di kamar ini.
__ADS_1
Tangis pilu karna rasa membayangkan akan menjalani hari tanpa Satria dan Gigi lagi, Rasa Rindu ini pasti akan menyiksa ku, dan aku.....aku tidak boleh salah mengambil keputusan besar dalam hidup ku.
Up nya cukup dulu yah guys, Lagi ga konsen banget. Selamat beraktivitas dan sayangi keluarga kita selalu, salam sayang untuk semua keluarga saya yang sedang berlibur di Jakarta.