My Vanny

My Vanny
Banyakkk...Saya berharap banyak


__ADS_3

Pagi ini di rumah Nyonya Satria, Ramai dengan tawa keponakan ku, tawa tawa mereka itu lebih menghidupkan rumah besar kami ini, bapak sudah kembali mengelilingi komplek di kawal 3 abang ku, ipar ipar ku sedang masak di dapur, dan Nyonya yang nama nya mengisi Full hati ku sedang asyik bercerita dengan keponakan kami, Mereka selalu bertanya dan bertanya, dia sudah seperti MBAH goggle yang bisa menjawab semua pertanyaan keponakan ku dan aku selalu tersenyum mendengar jawaban dari semua pertanyaan yang di ajukan.


Sarapan Pagi di hidangkan oleh Chief handal, ada Mbak Hasna, Mbak Efi dan Mbak Indah, sedang Vanny istri ku lebih banyak berkomentar seperti seperti Chief Renata, dan keponakan ku sebagai komentator yang menyaksikan di layar televisi, tapi komentar mereka lebih pedas dari pada mulut netizen, dan kami yang laki laki hanya bisa tersenyum dan tertawa.


Hanya kami laki laki yang makan di meja makan, yang lain memilih untuk makan di sofa ruang keluarga saja.


" Kapan Iya mau gabung ke rumah Sakit Permata?" tanya Bapak setelah kami makan bersama


" Gw cape ...gw harus di rumah sakit, gw harus ngurus kebon teh bapak juga" keluh Bang Yudha


" Gw Ga bisa bantu...gw bakal di perbantukan lagi ke luar " Jawab Bang Cakra dengan Cepat. abang ku yang satu ini memang hebat, kemampuan akademis nya memang selalu di atas rata rata kami.


" Abang Ga bisa...posisi abang riskan untuk pegang jabatan lain, bisa bisa kita di kira Korupsi dan lain lain, Jelas jelas rumah sakit itu hasil jerih payah Bapak" Ucap Bang Rimba dengan tegas


" Loe ya...loe bantuin Yudha, Loe pegang kebon teh atau rumah sakit lah" Perintah Bang Cakra seperti Boss Besar saja.


" Nanti lah Bang...iya belum bisa, Kebon teh....iya ga paham, kalo ke rumah sakit bapak, minimal iya udah udah punya Sub Specialis, iya mau ambil specialis dulu tahun ini" Jawab ku dan semua mata memandang ku.


" Bagus itu Ya, Ambil specialis secepat nya, Bapak Dukung kamu" Ucap Bapak dengan menepuk bahu ku


" mau ambil specialis apa?" Tanya Bang Rimba


" Mungkin anak, Iya pengen punya banyak anak" Jawab ku dan semua orang tertawa


" Ambil penyakit dalam aja!" seru Bang Yudha setelah selesai tertawa

__ADS_1


" kalo ada biaya, kasih tau gw, Gw yang modalin" Seru bang Cakra dan aku tersenyum.


" Iyaaahh gampang...nanti iya nanti ngobrol sama Vanny dulu " Jawab ku dengan melirik ke arah istri cantik ku yang sedang mengepang rambut nya Gigi.


Jam 08.30 pagi acara latihan rutin ku, 3 abang ku, bapak, juga keponakan laki laki ikut serta datang ke ruko tempat aku dan Reno melatih Teakwondo.


Stevanny.


Lelah rasa nya badan ku ini, rumah ramai penuh dengan keluarga Dewantara yang full team dan jam 8 nanti malam, Satria akan mengantar aku kembali ke Anyer.


Setelah sholat Ashar semua orang pamit, mereka akan menyiapkan hari esok tentu nya, hari yang sibuk lagi dan Satria meminta aku beristirahat di kamar.


" Rebahan Bund...coba dulu" Ajak Satria menepuk sofa di kamar kami, dengan senyum manis aku ber jalan mendekat lalu duduk di samping nya.


" Sini kaki nya " Ucap Satria, Dia menggeser duduk nya, lalu mengangkat kaki ku dan di simpan di paha nya.


" Kamu pasti Cape, biar saya pijat" Ucap nya dan Blusshhhh hati ini meleleh karna perhatian nya.


Satria mulai memijat telapak kaki ku, dengan punggung yang aku rebahkan di bantal besar, terasa nyaman sekali untuk ku, nyaman karna perlakuan manis nya dan semoga ini akan terus berlanjut, tidak berhenti di hari ini saja.


" Bund...boleh tanya gak?" tanya Satria dan aku tersenyum, seperti nya ada yang ingin di bahas oleh suami ku.


" Boleh...ada apa Pih?" Tanya ku


" Cicilan mobil berapa bulan lagi?"

__ADS_1


" 6 bulan lagi " Jawab ku malu malu


" kita lunasin Yah!" pinta Satria dengan terus memijat kaki ku


" gak gak....itu debit Gaji saya, cicilan pake harga karyawan bank" Jawab ku dengan cepat.


" Ok " Jawab Satria dengan tersenyum, dia seperti nya tidak ingin terlalu berdebat dengan ku.


" Bund " Satria memanggil ku lagi


" Apaan sih Pih!"


" Jangan marah yah, Bund!" Ucap satria dan aku tertawa


" Serius banget sih Pih...ada apa?" Tanya ku semakin penasaran


" Please....saya ga ada maksud apa apa, Saya cuma pengen tanya, Berapa yang kamu kirim buat Mama di Bandung?" Tanya Satria hati hati sekali dan aku tertawa.


" Pihhhh....Mama dan Papa itu ga dapet jatah rutin dari saya, Papa selalu menolak setiap saya transfer uang, uang nya pasti balik di transfer Papa " Jawab ku dan Satria tersenyum


" Papa bilang, Uang bulanan pensiunan nya cukup untuk Mama dan Papa, Jadi papa menolak uang dari 3 anak nya" Jawab ku menjelaskan pada suami ku.


" Emang ada apa sih? curiga yah..aku kirim uang ke Bandung?" Tanya ku dan kali ini Satria yang tertawa.


" Kamu itu istri saya Bund, saya pengen banget bisa tanggung jawab, apapun itu kebutuhan kamu" Jawab Satria dan aku tersenyum

__ADS_1


" pasti ada mau nya Nih Pih?" Tanya ku dengan tertawa


" Banyakkkkk..... saya berharap banyak dari kamu " Jawab nya dengan serius.


__ADS_2