
Senin yang sepi, senin tanpa Ocehan Istri ku, hanya ada suara Gigi yang sekarang semakin mirip dengan Bunda nya di setiap ocehannya, dan aku tersenyum.
" Papih belum Tidur?" tanya Gigi pada ku saat kami berdua di dalam mobil
" Belum!" jawab ku singkat
" Nanti ngantuk dong di rumah sakit" ucap Gigi dengan gemas dan mimik wajah yang lucu
" Gak....siang nanti kan bisa tidur" Jawab ku
" Gitu yah Pih?" tanya Gigi
" Ya gitu !"
" Kaya bunda ih ngomong nya, Yah Gitu" Ucap Gigi dan Aku tertawa.
Pagi setelah mengantar Gigi sekolah, aku praktek di poli umum sampai jam 11 siang, lalu tidur di meja kerja ku, ruangan ini akan di pakai oleh Shanti jam 1 siang nanti, dan aku sangat mengantuk saat ini, rasa nya aku sudah tidak sanggup untuk pindah ke ruangan istirahat Dokter atau cepat kembali ke rumah.
Shanti
Jadwal poli hari ini jam 1 siang, seperti biasa aku datang 1 jam di awal, mempersiapkan diri sebelum memulai pekerjaan ku.
Ku buka pintu ruangan dimana aku akan praktek siang ini. " Wawww pemandangan langka" Ucap ku dalam hati, aku lihat laki laki tampan sedang tertidur pulas dengan wajah lelah nya.
dia terlalu lelah, bahkan saat aku mengambil kursi dan duduk di dekat nya, dia tetap diam saja, tidur yang terlalu pulas.
" Satria...kenapa kamu ga tertarik dengan saya sih?" Tanya ku pelan dan terus memperhatikan wajah nya, dengkuran halus nya begitu terdengar dan rasanya ingin sekali menemani nya tidur di siang ini. pikiran yang liar, pikiran yang Gila dan aku tersenyum lagi seorang diri.
" Kamu cinta sekali pada istri mu Sat?"
__ADS_1
" Apa lebih nya dia di banding saya Hah?" Tanya ku lagi dalam hati, ku beranikan diri untuk mengusap rambut nya, mengusap rambut tanpa mengenai kepala nya, agar dia tertidur dan tidak terganggu oleh aktifitas ku.
Ku ambil handphone pintar ku, mendekatkan wajah ku dan wajah nya lalu mengambil pose terbaik ini.
" Good...kamu tampan dan saya cantik" Ucap ku setelah puas melihat hasil photo pertama kami, tapi kemudian rasa nya belum puas dan ku ambil photo ke dua kami, sampai akhirnya aku tertawa karna berhasil mengambil photo ciuman singkat kami.
" Biarin lah lagi tidur gini, yang penting gw bisa cium tuh bibir" Ucap ku lalu mengoyangkan lengan nya.
" Sattt...bangun dong " ucap ku dengan datar dan pura pura kesal.
" Heyyy..." Satria dia mulai bangun dengan membuka mata nya pelan
" Sorry ke tiduran, mau pake ruangan yah?" Tanya nya lalu tersenyum pada ku.
" Busssyyeettt senyum nya manis banget, padahal baru bangun gitu " Keluh ku dalam hati. Lalu cepat cepat aku jawab
" Iya udah Jam 1 kurang, mau nyimpen Tas doang sih, sama Charge Handphone di bawah meja" Jawab ku dan Satria tersenyum Lagi.
" sorry Sat " ucap ku dengan cepat
" Gw yang sorry, belom on banget gw" Jawab Satria dan melepaskan tangan nya di lengan ku.
" ok...gw jalan, Met kerja dokter shanti" Ucap Satria dan aku tertawa.
Ini pertama kali nya, Satria begitu ramah dan bicara dengan nada ceria seperti ini, biasa nya dia itu jutek, dan aku selalu gemas pada nya.
" Awal yang Baik Sat...kemajuan. Pelan pelan kita jalanin yah Sat" ucap ku sambil tertawa kecil dan membayangkan bisa menjadi kekasih nya dokter Satria.
Stevanny
__ADS_1
Ada Ardhian di hotel tempat ku training, aku semangat sekali hari ini, aku akan bertanya dan meminta saran nya untuk masalah ku. dia itu teman ku, dia pasti bisa memberikan saran terbaik nya.
Aku ingin selesai dengan training ini, aku ingin kembali ke KCU saja lalu membuat surat Resign dan berhenti bekerja. aku akan fokus pada keluarga ku, pada suami dan anak anak kami.
Tapi begitu sulit untuk bisa bicara dengan nya, Ardhian itu selalu di kelilingi oleh orang orang, sebagai Boss, keberadaan Ardhian di nilai penting di acara ini.
Ardhian
" Van..." Aku memanggil nya, lalu dia tersenyum dan aku mendekati nya.
" Baru Mau Makan?" Tanya ku lagi, aku melihat dia memegang piring lengkap dengan nasi dan lauk nya.
" Iya...tadi Sholat dulu" Jawab nya dan aku tersenyum
" Boleh saya temenin gak?" Tanya ku dengan ramah
" Boleh...kebeneran ada yang mau di tanya" jawab Vanny dan aku tersenyum.
Aku menarik satu kursi untuk nya, mempersilahkan nya duduk dan kemudian aku duduk di dekat nya.
" Arddhhh....pada liatin kita loh" keluh Vanny pada ku
" Biarin...biar jadi Gosip Van, seru" Ucap ku dan Vanny tertawa, aku juga tertawa untuk menghargai tawa nya yang begitu lepas.
" Ardh " Vanny memanggil ku, panggilan yang begitu merdu di telingga ku
" Iya Van" jawab ku dengan lembut juga.
" Kalo mau berenti ikut training ini gimana cara nya yah?" Tanya nya dan aku sontak kaget luar biasa, namun aku mencoba santai, mencoba biasa nya.
__ADS_1
" Memang ada apa van?" Tanya ku
" Gw pengen berenti kerja Ardh, anak dan laki gw.....butuh gw" Jawab Vanny dan aku Tersenyum, tapi tidak di hati ku, aku pasti nya sangat sedih saat ini. Keputusan Vanny yang begitu mendadak bahkan ini belum ada 2 minggu, saat dia menyatakan kesiapan nya mengikuti training ini, dia begitu cepat berubah, beda sekali cara berpikir nya dengan Vanny yang aku kenal dulu.