Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #21


__ADS_3

"Huh, sangat melelahkan sekali, tapi aku harus kuat, aku tidak boleh menyusahkan ibu,aku sudah dewasa dan sudah seharusnya belajar bekerja."Ucap Dani yang sekarang sedang duduk sambil menyeka keringat nya yang bercucuran.


Setelah istirahat beberapa menit, dia pun kembali bekerja, meski hari sudah mulai gelap.


Sementara itu di RS tempat Ziva di rawat.


Jam menunjukkan pukul 06:20


"Hati-hati."Ucap Zafian lepas Ziva yang sat itu berjalan pelan dengan tangan yang masih di perban agar tidak terlalu sakit dan banyak gerak.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil Zafian.


"Daddy,aku duduk di belakang saja dengan aunty, agar aku bisa menjaga aunty."Pinta Nikel kepada Zafian.


"Baik lah."Jawab Zafian dengan senyum tipis nya.


Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, Zafian pun menyalakan mesin mobil dan kemudian melaju meningal kan rumah sakit tersebut.


"Ini sudah sore, kau mau langsung aku antar ke rumah mu saja?"Tanya Zafian kepada Ziva sambil fokus mengemudi mobil nya.


Ziva terdiam sejenak, dia berfikir bagaimana nanti jika dia pulang ke apertemen Rita dan Rita tau keadaan nya sekarang, itu akan membuat Rita khawatir dan tidak akan bisa fokus bekerja, apalagi jika dia pulang ke rumah ibu nya, itu akan tambah rumit ibu dan adik nya pasti akan lebih khawatir.


"Aunty, mengapa aunty diam? Apa aunty tidak punya rumah?"Tanya Nikel blak-blakan.


"Bu, bukan begitu Nikel, aku punya rumah, Hanya saja aku takut membuat orang rumah akan khawatir."Lirih Ziva terlihat serba salah.


"Emm, kalau begitu, bagaimana jika aunty tidur di villa saja? Benar kan Dady?"Tawar Nikel kepada Ziva.

__ADS_1


"Eh, em,anu iya, iya benar, untuk malam ini kau menginap di villa saja."Jelas Zafian terlihat sedikit gugup.


"Baik lah,tapi apa aku tidak akan merepotkan?"Tanya Ziva khawatir jika dirinya akan membuat Nikel dan Zafian kerepotan.


"Tentu saja tidak!"Jawab Zafian dan Nikel terlihat begitu kompak.


"Eh, iya, iya terima kasih."Ucap Ziva malah kaget dengan jawaban kedua orang itu yang serempak dan sama.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk membawa Ziva ke villa saja.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di villa.


Ziva turun dari mobil dengan di bantu oleh Zafian sementara Nikel sudah berjalan masuk dan menunggu di depan pintu villa.


"Tidak apa-apa tuan, aku bisa, aku bisa sendiri."Ucap Ziva merasa gugup karena Zafian membantu nya dengan memegang tangan nya.


"Kau yakin bisa sendiri?"Tanya Zafian dengan tatapan aneh nya itu.


"Siap kan kamar untuk nya!"Perintah Zafian kepada kepala pelayan di villa tersebut.


"Astaga,ada apa dengan tangan nona pengasuh?"Ucap maid itu dengan wajah kaget.


"Sudah lah, siap kan kamar dan jangan banyak tanya."Jawab Zafian membawa Ziva untuk duduk di sofa ruang tengah villa sambil menunggu kepala pelayan menyiapkan kamar untuk nya.


"Huh, ini sangat sakit."Ucap Ziva dengan keringat dingin nya.


"Kau bilang tidak sakit lagi."Ucap Zafian sambil duduk di sebelah Ziva.

__ADS_1


"Ah, em, iya tuan, ini hanya ngilu sedikit saja."Ucap Ziva sambil cengengesan.


Ziva takut jika dia ketahuan oleh Zafian karena dia berbohong, sebenarnya itu masih sangat sakit, namun dia takut jika Nikel akan tambah merasa bersalah.


"Nikel, sekarang kau masuk lah ke kamar mu dan tidur ya, biar Daddy yang menemani aunty di sini."Ucap Zafian kepada Nikel.


"Tidak Daddy, aku nanti akan tidur dengan aunty saja, agar aku bisa menjaga aunty."Lirih Nikel.


"Nikel sayang, kau harus tidur sekarang ya, besok kau akan sekolah, dengar kan apa yang di katakan Daddy mu, dan biar kan aunty tidur sendiri saja, aunty sudah baik-baik saja."Ucap Ziva berusaha membujuk Nikel.


"Emm, baik lah aunty, Daddy kalau begitu tolong jaga aunty ya."Ucap Nikel yang kemudian berjalan menuju kamar nya.


Sementara Zafian hanya mengangguk kan kepala nya.


"Dia sangat perhatian kepada mu, aku bahkan tidak pernah mendapat kan perhatian sebesar itu dari Nikel, aku pikir kau akan kesulitan mengasuh nya, tapi malah sebaliknya."Gumam Zafian.


"Cukup bicara dengan pelan dengan nya, ajari dia hal-hal baik, maka dia akan baik."Jawab Ziva.


"Jadi maksud mu, aku mengajar dia hal-hal jahat, sehingga dia tidak menuruti aku?"Tanya Zafian dengan kesal.


"Astaga,bukan, bukan begitu tuan."Kesal Ziva karena Zafian sudah salah paham.


"Lupakan saja, aku ingin bertanya sesuatu kepada mu."Ucap Zafian mengalihkan pembicaraan.


"Ya, ada apa tuan?"Tanya Ziva lagi.


"Apa kau punya keluarga?"Tanya Zafian sambil menatap Ziva.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Zafian, sontak Ziva kaget dan bingung karena dia tidak tau harus menjawab apa, sebelum nya Zafian pasti sudah mendengar semuanya dari Alex.


Bersambung ….


__ADS_2