Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #70


__ADS_3

Sementara itu Tampa di sadari oleh Lisa dan Bu Rima, Dani sedang menatap mereka dengan tatapan kagum, siapa sangka jika Lisa yang menyebalkan sangat lah asik.


"Kalian sedang apa?"Tanya Dani yang kemudian berjalan menuju Lisa dsn ibu nya yang sedang sibuk mengobrol sambil tertawa renyah.


"Eh, Dani, kau sudah pulang, lihat lah,Lisa dia malah membantu ibu mengupas buah untuk es buah."Ucap mama Rima terlihat senang.


"Hehe, Hay!"sapa Lisa kepada Dani dengan tangan yang sudah memerah karena buah naga.


"Bukan nya mau belajar bersama?"Tanya Dani kebingungan melihat Lisa.


"Lupakan saja, aku ingin es buah."Jawab nya tak mempedulikan Dani yang mengajak belajar.


"Astaga anak ini, yasudah aku bantu."Ucap Dani tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bagus ini untuk lebih dekat dengan Lisa.


Akhirnya belajar bersama pun gagal dan malah jadi bikin es buah bersama.


Semakin hari, Dani dan Lisa terlihat semakin dekat saja.


Sementara itu di sisinya lain.


Monica dan juga kepala pelayan,kini tiba di rumah sakit, seusai dari kantor polisi melaporkan Nunik mereka langsung melaju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Nikel dan juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Zafian dan Ziva.


"Monica, kepala pelayan."Ucap Ziva yang kaget karena Monica dan kepala pelayan tiba-tiba masuk ke dalam ruang rawat Nikel.


"Monica."Ucap Zafian yang saat itu sedang menemani Ziva memberi Nikel makan.

__ADS_1


"Kak Zafian, kak Ziva, bisa ikut aku keluar sebentar? Biar kan kepala pelayan yang menemani Nikel dulu, ada hal penting yang ingin aku bicarakan."Jelas Monica dengan wajah tegang nya.


"Baik lah."Ucap Zafian berdiri dari duduknya.


"Ada apa?"Tanya Ziva kebingungan.


"Kita bicarakan di luar saja."Jawab Monica lagi.


"Iya nona pengasuh, biar kan tuan muda saya yang menjaga nya."tutur kepala pelayan.


"Baik lah, Nikel aunty tingal sebentar ya."Ucap Ziva berpamitan dengan Nikel.


"Baik aunty."Jawab Nikel sambil tersenyum.


"Ada apa?"Tanya Zafian.


"Ya ada apa Monica?"Tanya Ziva penasaran.


"Ini kak, kalian lihat sendiri apa yang dia lakukan."Ucap Monica memberikan ponsel itu kepada Zafian dan Ziva.


Zafian dan Ziva pun melihat apa yang di putar di ponsel Monica dan kaget atas apa yang telah mereka lihat.


"Apa yang dia lakukan dari kamar Nikel?"Tanya Zafian kebingungan.


"Aku tau, pasti dia yang membuat Nikel jatuh, dia pasti menumpahkan sabun ke lantai kamar mandi Nikel, karena dia membenci ku,dia ingin aku mendapat kan masalah."Ucap Ziva yang ternyata sangat pintar dalam menyimpulkan masalah ini.

__ADS_1


"Tepat sekali, kak Ziva benar kak Zafian, dia lah yang menyebabkan semua ini, dia sudah kabur dari villa karena tau aku dan kepala pelayan menyelidiki cctv, dan aku sudah melaporkan nya ke polisi, meskipun dia kabur, cepat atau lambat dia akan di tangkap."Jelas Monica gercep.


"Ya tuhan, ini benar-benar terjadi karena aku, tapi mengapa harus Nikel yang terluka? Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri."Tagis Ziva sambil terduduk di kursi depan ruang rawat Nikel,rasa bersalah nya cukup besar.


"Kak Ziva, apa yang kau lakukan? Ini bukan salah mu, Nunik adalah maid yang jahat dia lah yang melakukan ini untuk kepentingan dirinya sendiri."Ucap Monica sambil mengkode ke arah Zafian.


Zafian yang mengerti pun akhirnya duduk di sebelah Ziva, dan membujuk nya.


"Maaf kan aku, aku baru tau jika Nunik akan memiliki akal jahat seperti ini, seharusnya aku sudah memecat nya sejak lama, dan aku juga minta maaf tadi sudah marah kepada mu."Tutur Zafian merasa bersalah kepada Ziva.


"Kak, aku melihat Nikel dulu."Tutur Monica tak mau menganggu dan buru-buru masuk ke dalam ruang rawat Nikel.


"Tuan, kau benar,aku ini pengasuh yang gagal."Ucap Ziva sambil menutup wajah nya menyembunyikan air matanya.


"Jangan menangis, Nikel akan memarahi aku jika melihat kau menagis."Tutur Zafian memegang kedua pipi Ziva dan mengelap air mata nya.


Ziva pun berhenti menangis mendengar perkataan Zafian, dia juga tidak mau Nikel khawatir dengan nya karena melihat dia menagis.


"Kau pengasuh yang baik, jangan suka menyalakan dirimu sendiri,aku lah yang salah dan tidak becus."Ucap Zafian kini menyalakan dirinya sendiri.


"Tidak tuan, anda cukup tegas, aku tau bagaimana kekhawatiran anda kepada Nikel,dia putra anda."Jawab Ziva sambil menundukkan kepalanya.


Namun siapa sangka Zafian malah menarik Ziva ke dalam pelukan nya, serta mengelus rambut Ziva dan mencoba untuk membuat nya tentang.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2