Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #88


__ADS_3

Mereka pun tiba di restoran yang cukup mewah dan sangat besar itu, ketiganya masuk ke dalam restoran tersebut untuk segera makan.


Siang itu mereka habiskan dengan jalan-jalan,dan menikmati kehangatan keluarga yang utuh yang sudah lama di dambakan oleh Zafian mau pun Nikel yang merindukan sosok ibu.


Malam harinya.


"Bi, bawa Nikel masuk kamar ya, dia sudah sangat mengantuk."Ucap Zafian kepada kepala pelayan.


"Baik tuan."Jawab kepala pelayan,yang kemudian mengendong Nikel dan berjalan pergi membawa Nikel masuk ke dalam kamar.


"Aku bagaimana?"Tanya Ziva kepada Zafian.


"Bagaimana apanya?"Jawab Zafian lagi.


"Kau tidak mengantar ku ke apartemen?"Tanya Ziva lagi.


"Malam ini kau menginap di sini."Ucap Zafian yang kemudian menarik tangan Ziva, dan mengendong nya lalu menaiki tangga menuju kamar nya.


"Lepas kan aku, astaga!"Kesal Ziva saat kini tubuh nya sudah terbanting ke atas kasur oleh Zafian.


"Huh, pinggang ku sangat sakit."Ucap Zafian yang kini ikut melempar kan tubuh nya di sebelah Ziva


"Siapa yang menyuruh mu mengendong ku sampai ke kamar?"Marah Ziva lagi.


"Aku mau."Ucap Zafian Lirih.


"Mau? Mau apa?"Tanya Ziva kebingungan.


"Aku mau kau."Ucap Zafian yang kemudian menarik tengkuk Ziva dan mencium lembut bibir Ziva.


Ziva yang sudah terbiasa akan perbuatan mesum sekaligus manja dari Zafian ini pun, hanya membalas permainan nakal laki-laki yang kini sudah di cintai nya dengan sepenuh hati itu.

__ADS_1


Malam ini mereka kembali melakukan nya.


Kalian tau lah ya, imajinasi kan sendiri saja oke, Author lagi puasa hehe.


Beberapa hari pun berjalan dengan sangat lancar, tidak ada hambatan apapun, Ziva semakin mencintai Zafian, begitu juga sebaliknya, Zafian juga sangat mencintai Ziva.


Bahkan saat ini mereka sudah memutuskan untuk tinggal di villa saja, karena hubungan kedua nya sudah begitu erat.


Siang ini Ziva tingal sendirian di vila, Zafian sedang pergi ke kantor sementara Nikel masih di sekolah.


Sementara itu di sisi lain.


"Apa cincin yang ku pesan sudah ready?"Tanya Zafian kepada pelayan di sebuah toko perhiasan terbesar di kota itu.


"Sudah tuan, ini dia, Ini adalah berlian yang tuan ingin kan."Ucap pelayan tersebut.


"Baik, terimakasih."Ucap Zafian mengambil cincin berlian yang berada di dalam kotak unggu tersebut dan menyimpan nya di dalam saku jas yang dia gunakan.


Namun karena buru-buru, diri nya tampa sengaja menabrak seorang wanita yang seperti nya juga hendak pergi dari toko perhiasan tersebut.


"Ahh!"Leguh wanita itu.


"Astaga, maaf-maaf, maaf kan aku."Ucap Zafian yang kemudian membantu wanita itu berdiri.


"Tidak,aku lah yang salah, aku tidak hati-hati."Ucap perempuan tersebut menatap wajah Zafian.


Zafian pun balik menatap nya dengan tatapan kaget.


"Alina?" ucap Zafian kaget.


"Alina? Siapa Alina?"Tanya wanita itu dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Kau benar-benar Alina? Kau masih hidup?" Ucap Zafian memegang pundak wanita itu.


"Maaf tuan, aku ini Naira, bukan Alina."Jelas nya.


"Tidak,kau adalah Alina,kau istri ku."Ucap Zafian yang kemudian memeluk wanita itu dengan erat.


"Astaga, apa-apaan? Tuan aku ini Naira,dan aku belum menikah."Ucap perempuan itu dengan wajah kaget nya.


Seketika, Zafian pun melepaskan pelukan tersebut dan menatap sekali lagi wajah wanita itu.


"Kau mengatakan hal benar?"Tanya Zafian dengan lembut.


Wanita itu mengangguk.


"Tapi mengapa wajah mu sangat mirip dengan wajah istri ku?"Ucap Zafian lagi.


Ya wajah perempuan itu, terlihat sangat mirip dengan wajah Alina, ibu nya Nikel, istri nya Zafian yang sudah lama meningal.


"Benar kah tuan? Seperti nya aku pernah mendengar nama Alina, almarhum ibu ku pernah menceritakan kepada ku bahwa aku memiliki seorang kembaran yang sudah lama menghilang, apakah itu dia? Tuan tolong pertemukan aku dengan istri mu yang mirip dengan ku itu, aku ingin bertemu, karena aku juga sedang mencari kembaran ku datang ke kota ini atas permintaan terakhir dari almarhum ibu ku."Ucap perempuan itu yang kini memegang tangan Zafian.


"Dari sini lah, Zafian baru sadar, jika wanita yang mirip dengan Alina yang ada di hadapannya adalah kembaran Alina.


"Ma,maaf, maaf kan aku, Alina sudah lama meningal."Ucap Zafian lagi.


"Apa? meningal?"kaget wanita itu.


"Ya, dia sudah meningal saat melahirkan anak pertama kami."Ucap Zafian yang kini menitikkan air matanya.


"Hikss, tidak, tidak mungkin, Alina, aku baru saja bahagia saat mendapat petunjuk atas dirimu, mengapa harus begini kenyataan nya?"Tangis Naira.


Zafian pun ikut sedih, dia juga tidak menyangka kebetulan ini akan datang secara tiba-tiba, Naira mengaku memiliki kembaran, dan hal ini sudah jelas karena wajah Alina dan Naira benar-benar mirip 100%

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2