Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #31


__ADS_3

Ziva yang merasa bahagia karena mendapat kan maaf dari Zafian pun buru-buru membenarkan rambut dan mata nya yang sedikit semabab itu.


"Huh, setelah ini, aku harus lebih hati-hati, aku tidak boleh membuat tuan Zafian marah lagi, itu sangat mengerikan, bisa-bisa aku kehilangan pekerjaan yang sangat aku butuhkan, aduh Ziva kau harus profesional."Batin Ziva menyemangati dirinya sendiri.


Tidak lama kemudian mereka pun tiba didepan gerbang sekolah Nikel.


"Ayo!"Ajak Zafian kepada Ziva.


"Iya tuan."Jawab Ziva dengan patuh nya turun dari mobil dan berjalan di belakang Zafian untuk masuk ke dalam sekolah Nikel.


Kebetulan saat itu bel sekolah masih belum berbunyi dan Nikel masih ada di dalam perkarangan sekolah nya.


Terlihat Nikel yang sedang asik bermain dengan beberapa teman sekolah nya di atas selucuran.


Nikel yang melihat Ziva dan Haikal datang menjemput nya pun berlari ke arah Ziva sambil berteriak.


"Momy! Panggil Nikel saat melihat Ziva dan Zafian masuk ke dalam perkarangan sekolah nya.


Sontak saja Ziva dan Haikal berhenti melangkah dan saling pandang satu sama lain karena mendengar panggilan yang di ucap kan Nikel barusan untuk Ziva.


"Mo,momy?"Ucap Ziva kebingungan.


"Momy, bagaimana tangan mu,apa sudah sedikit baikaan?"Tanya Nikel kepada Ziva.

__ADS_1


Ziva yang cangung pun berlutut di hadapan Nikel yang saat itu tinggi nya baru sebawah pingan Ziva.


"Nikel, ada apa?"tanya Ziva memelan kan suara nya.


Bukan nya menjawab Nikel malah menghambur ke dalam pelukan Ziva.


"Nikel!"Ucap Zafian melirik ke arah Nikel dengan wajah bingung.


"Aunty,aku mohon kali ini bantu lah aku, teman-teman ku selalu bilang jika aku tidak punya ibu, mereka mengejek ku,aku mohon kali ini pura-pura lah jadi ibu ku."Bisik Nikel sambil memeluk erat Ziva.


Sementara itu dari belakang Nikel, beberapa orang teman-teman seusianya datang menghampiri nya.


"Nikel, apa kau punya ibu?"Tanya salah satu dari beberapa teman nya Nikel itu.


Nikel pun melepaskan pelukan nya dan menatap teman-teman nya itu.


"Ya, dia Momy nya Nikel."Ucap Zafian yang saat itu seolah kerja sama dengan Nikel.


"Wahh, Momy mu sangat cantik dan masih muda ternyata."Ucap beberapa anak lain.


"Nikel maaf kan kami ya, sebelum nya kami tidak tau kalau kau sudah punya ibu."Ucap teman nikel yang lain nya.


"Ya, tentu saja Momy ku sangat cantik, terima kasih teman-teman, dan aku tidak marah dengan kalian,aku sudah memaafkan kalian."Ucap Nikel dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


"Nikel, ayo sekarang masuk mobil bersama momy, Daddy akan bicara dengan guru mu sebentar ya."Ucap Zafian kepada Nikel.


"Baik Daddy, ayo momy!"Ajak Nikel kepada Ziva.


"Semuanya kami pulang dulu ya!"Ucap Ziva yang kemudian mengendong Nikel dan berjalan keluar dari perkarangan sekolah untuk menuju mobil.


"Dada Nikel,dada Tante cantik!"Ucap anak-anak itu dengan wajah bahagia.


Nikel dan Ziva pun menunggu Zafian di dalam mobil.


Sementara Zafian,dia berjalan pergi ke ruang guru untuk menanyakan sesuatu.


"Taun Zafian, maaf sudah membuat anda menunggu, silahkan duduk."Ucap kepsek TK tersebut kepada Zafian.


"Tidak perlu."Ucap Zafian dingin.


"Ada apa tuan? Apa ada sesuatu yang terjadi kepada Nikel?"Tanya sang kepsek itu mulai khawatir jika menyingung Zafian itu akan membuat sekolah TK tutup seketika.


"Kau tau? Mengapa kau tidak mendidik anak-anak di sini dengan benar? Tidak ada yang boleh menyinggung soal ibu kepada Nikel, aku tidak mau mental anakku terganggu."Jelas Zafian dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.


"Benar kah begitu? Maaf tuan, tapi kami sama sekali tidak mengetahui jika anak-anak lain akan mengejek teman mereka seperti itu, mungkin karena mereka tidak pernah melihat Nikel di jemput oleh ibu nya, tapi kami bisa berjanji untuk menasehati mereka dan melarang mereka untuk mengejek Nikel seperti itu, namanya juga anak-anak tuan, kami mohon pengertiannya."Ucap sang kepsek dengan wajah panik nya.


"Lakukan yang terbaik jika kalian masih mau aku bantu."Ucap Zafian yang kemudian berjalan keluar dengan wajah dingin dan menakutkan bagi orang yang berada di bawah bantuan nya.

__ADS_1


Terlihat wajah pucat sang kepsek yang saat itu keringat dingin nya mulai keluar membasahi jidat nya, dia khawatir jika Zafian akan menarik dana yang di salur kan oleh nya selama ini, sekolah TK elite itu ternyata berada di bawah bimbingan dana dari Zafian.


Bersambung ….


__ADS_2