
Namun saat setelah Adam selesai mengatakan hal itu, suasana pun menjadi hening, karena seluruh tamu yang tadinya asik berbincang kini terdiam, mata mereka tertuju ke satu arah.
Terlihat seorang laki-laki tampan mengendong anak laki-laki yang juga tak kalah tampan nya.
Sementara itu di sebelah mereka,ada seorang perempuan cantik yang berjalan penuh wibawa, mereka terlihat seperti sebuah keluarga konglomerat yang penuh kebahagiaan.
"Astaga, itu Ziva?"Lirih Adam dengan tatapan hampir tidak berkedip.
"Mengapa kau menatap nya seperti itu?"Tanya Dina sambil mencubit lengan Adam.
"Wahh, itu adalah tuan Zafian Muner, aku tidak menyangka dia akan datang di pernikahan orang bawahan seperti ini."Ucap tamu yang kenal dengan Zafian.
Sementara Ziva hanya tersenyum tipis mendekati kedua mempelai.
"Maaf, kami telat, karena aku sangat sibuk."Ucap Ziva menyalami Adam.
"Adam, ini Ziva?"Tanya mama nya Adam,mama Mirna.
"Ah, mama, maksud ku mantan mama mertua, apa matamu sudah rabun? Kau bahkan tidak bisa mengenal ku dengan baik."Ucap Ziva sambil tersenyum.
"Ziva, jaga cara bicara mu,ini adalah pesta pernikahan kami."Ucap Dina.
"Sayang, aku dan Nikel menunggu di sana, kau wakili aku juga untuk memberikan selamat kepada mereka."Ucap Zafian yang kemudian membawa Nikel jauh dari Ziva yang tengah balas dendam itu.
"Baik sayang."Jawab Ziva tersebut manis.
"Wahh, Ziva, aku kira kau tidak akan mendapatkan laki-laki lagi, setelah berpisah dengan anak ku, ternyata, kau sudah mengaet laki-laki kaya lagi ya."nyinyir mama Mirna.
"Ya, daripada dirimu,mama, sampai sekarang kau masih tidak laku, Kakek ku pun tidak suka dengan mu,kalau dia masih ada."Jawab Ziva sambil menatap wajah mama nya Adam.
__ADS_1
"Kau!"Marah nya hendak mukul Ziva.
"Mama, tahan,ini banyak orang, malu."Ucap Adam kepada ibu nya.
Mama Mirna pun menahan emosi nya, dia kaget karena melihat Ziva yang sekarang bukan lah yang dulu lagi, yang bisa dia tindas dengan seenaknya.
"Ziva, terima kasih kau sudah mau datang, aku sangat menghargai mu, tapi tolong jangan buat kekacauan."Ucap Adam menatap dalam Ziva.
"Tidak,aku juga akan kembali sebentar lagi, oh iya, Dina, gaun yang kau pakai ini, warna nya sudah hampir luntur ya, sama, aku juga dulu memakai gaun usang dan menjijikkan ini, ini ada Hadiah untuk mu, sampo, setelah kau selesai kau mandi ya, agar badan mu tidak gatal."Ucap Ziva kepada Dina.
Dina pun merasa hina, dia sendiri juga dari tadi sudah gatal-gatal karena gaun yang menjijikkan itu, namun dia tidak bisa melawan Ziva, dia juga harus menjaga imej nya di depan para tamu undangan.
"Baik lah, cuaca panas, aku permisi dulu."Ucap Ziva yang kemudian melangkah kan kaki nya segera pergi menghampiri Zafian dan Nikel yabg sudah menunggu nya.
"Arghh! Kurang hajar!"Ucap Dina yang hendak melangkah mengejar Ziva.
Namun Adam menahan nya.
Sementara itu
"Apa sudah selesai?"Tanya Zafian kepada Ziva.
"Sudah, ayo kita pergi dari sini."Ucap Ziva kepada Zafian.
Zafian pun mengangguk dan membuka pintu mobil nya.
Mereka pun buru-buru pergi dari tempat itu.
"Kau sudah merasa lega?"Tanya Zafian kepada Ziva.
__ADS_1
"Iya, terima kasih sudah membantu ku."Ucap Ziva Sambil tersenyum manis menatap Zafian.
"Heem."Kode Nikel yang saat ini duduk di kursi bagian belakang.
"Astaga, maaf sayang, aunty lupa, terima kasih ya ganteng nya aunty."Ucap Ziva menoleh dan melihat Nikel di belakang nya.
"Aunty, boleh tidak, aku memagil aunty dengan sebutan momy?"Tanya Nikel tiba-tiba.
Seketika Zafian dan Ziva terdiam, mereka saling pandang satu sama lain.
"Aku mohon, setujui dia."Ucap Zafian sambil mengemudi mobil nya.
"Dengan senang hati."Jawab Ziva.
"Wahh, aku ada mommy, terima kasih banyak Momy!"Ucap Nikel terlihat sangat bahagia.
"Terima kasih sayang."Ucap Zafian sambil memegang tangan Ziva.
Ziva mengganguk kan kepala nya sambil tersenyum manis.
"Sekarang bagaimana jika kita pergi ke restoran, aku sangat lapar, aku ingin makan."Ucap Ziva sambil memegang perutnya.
"Ide bagus."Jawab Nikel sambil tersenyum.
"Baik lah, karena kalian berdua sudah kelaparan, aku akan membawa kalian ke restoran paling mahal, dan kalian bisa makan sepuasnya dengan menu makanan terenak."Ucap Zafian kepada Nikel dan Ziva.
"Yey!"Sorak Nikel dan Ziva kompak.
Zafian tidak pernah merasakan kehangatan keluarga seperti ini, serta wajah bahagia Nikel yang sangat senang ketika Ziva hadir di dalam kehidupan mereka.
__ADS_1
Hal ini semakin membuat Zafian mencitai Ziva, apalagi dia sudah pernah menanam benih baru di tubuh Ziva, rasanya dia sudah tidak sabar ingin melamar Ziva, meminta Ziva menjadi istri nya, sekaligus ibu pengganti untuk Nikel sang buah hati, di tambah Ziva yang sudah mulai membalas perasaan cinta nya, saat ini Zafian di liputi rasa bahagia.
Bersambung ....