
Sontak saja Alex yabg mendengar ucapan Rita pun terdiam dan menatap Rita dengan tatapan bingung sekaligus cangung,dia tidak pernah melakukan hubungan sedekat ini dengan perempuan beberapa tahun belakangan ini.
"Pak Alex, mengapa anda bengong?"Tanya Rita kebingungan melihat Alex yabg bengong menatap wajahnya.
"Ah, em, tidak ada, kau cantik."reflek Alex mengatakan hal yang seharusnya tidak terucap dari bibir nya.
"A-apa?"Tanya Rita kaget mendengar ucapan Alex barusan.
"Ah, itu, sebaik nya aku pergi dulu, ada yang harus aku selesaikan di kantor."Terlihat wajah malu Alex menatap Rita.
"Secepat itu kah?"Tanya Rita kebingungan.
"Aku baru ingat, ada tugas dari tuan Zafian, aku permisi dulu, kau sebaiknya istirahat."Ucap Alex buru-buru.
Rita pun tak bisa berkata apa-apa lagi, melihat Alex yang buru-buru pergi dari apertemen nya dengan wajah yang sedikit memerah.
"Ada apa dengan dia? Apa dia sedang malu? Tapi Barusan? Barusan dia memuji ku?"Batin Rita tak kalah bagaimana nya mendapatkan kan perhatian serta pujian dari Alex.
Jujur saja, Rita sudah mulai menaruh perasaan terhadap Alex, perilaku Alex yang seperti itu membuat nya semakin jatuh cinta kepada laki-laki yang kini menjadi atasan nya di kantor itu.
"Astaga, aku benar-benar senang, tidak sia-sia aku demam."Ucap Rita yang kemudian menutup kembali pintu apartemen dan berlari girang ke kamar nya, seolah sakit yang dia rasakan sudah menghilang dari tubuh nya.
__ADS_1
Sementara itu Alex mengendarai mobil dengan perasaan campur aduk.
"Apa yang telah aku lakukan? Aku barusan memuji nya dan malah malu seperti ini,pergi dengan tiba-tiba, seharusnya aku pede saja!"Umpat Alex sambil memukul stir nya.
Kedua nya kini sudah seperti sepasang remaja yang sedang saling jatuh cinta.
Flashback off.
Membayangkan wajah Rita yang cantik sambil menatap langit-langit kamar nya, membuat Alex akhirnya tertidur pulas.
Sementara itu di villa Zafian.
"Dari mana saja kau? Mengapa baru pulang jam segini?"Tanya Zafian kepada adik nya, ya itu Monica.
"Di mana Alex?"Ucap Zafian lagi.
Zafian khawatir terhadap Monica sehingga dia tidak tidur untuk menunggu Monica pulang ke villa, dia khawatir karena Monica baru saja di kota itu takut terjadi sesuatu.
"Sudah lah kak, masalah ini, kau tanyakan saja sendiri kepada Alex, kenapa dia meningal kan aku di kantor sendiri, dan akhirnya aku pulang baik taxi."Jawab Monica yang kemudian berlalu menuju dapur villa.
"Apa? Dia meningal kan mu?"Tanya Zafian tidak percaya dan akhirnya mengikuti Monica ke dapur untuk mengetahui lebih lengkap lagi.
__ADS_1
"Ya, sudah lah, tidak perlu di bahas, apa kepala pelayan sudah tidur? Aku ini makan Tteokbokki."Ucap Monica sambil memegang Tteokbokki yang tadi.
"Tteokbokki? Kau mau makan ini malam-malam untuk apa? Ini makanan pedas."Ucap Zafian.
"Untuk menghilangkan stres!"Gerutu Monica lagi.
"Masa saja sendiri, jangan manja, kau tinggalkan membuat bumbu nya saja."jelas Zafian sambil memperhatikan Tteokbokki yang di pegang Monica.
"Hmm, kak, kau tau? Hari ini, aku rebutan Tteokbokki dengan seorang perempuan cantik, dia tinggi,putih, cantik cantik sekali."Ucap Monica kembali mengingat Ziva yang tadi rebutan Tteokbokki dengan nya.
"Mengapa bisa rebutan? Dan kau bisa mendapatkan nya?"Tutur Zafian penasaran.
"Ya, dia merelakan Tteokbokki ini untuk ku, karena aku sedih dan sempat curhat kepada nya,dia juga baik dan mengatakan tidak perlu membayar Tteokbokki ini, huh, andai saja aku kembali bertemu dengan nya, aku pasti akan sangat bahagia."Tutur Monica sambil tersenyum kecil.
"Kau itu hanya tidak punya teman, makanya menyukai orang pertama yang baik dengan mu di kota ini, lagian dia pasti hanya iba dengan mu, rambut acak-acakan baju tidak rapi, seperti orang terbuang dari keluarga."gumama Zafian dengan enteng nya.
"Apa? Aku tidak seperti itu, sudah lah, pantas saja kau tidak menikah lagi sampai sekarang, menilai perempuan saja tidak tau, tau nya hanya buat kesal orang saja!"Marah Monica.
"Apa-apaan kau ini, aku tampan dan aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau termasuk wanita, hanya saja, aku belum menginginkan nya."Ucap Zafian tak mau kalah dengan sang adik.
"Aku tidak percaya, sampai kapan kau seperti itu? Sudah lah, makan Tteokbokki nya besok saja, aku sudah lelah dan mengantuk."Ucap Monica yang akhirnya berlalu pergi meningal kan Zafian setelah meletakkan Tteokbokki itu ke dalam kulkas di dapur vila.
__ADS_1
"Huh, sungguh tidak bisa di tebak, sangat suka melawan ucapan ku!"Gumam Zafian Kesal dan mengikuti Monica dari belakang karena dia juga ingin istirahat.
Bersambung ....