
Sementara itu Ziva seperti nya sudah melupakan janji nya kepada Nikel hari ini.
"Nikel, seperti nya dia akan telat, kau berngkat dengan sopir pribadi dulu ya, Hari ini, dan bawa bekal Dani kepala pelayan seperti biasa nya,jika kau menunggu Ziva, kau akan telat."Ucapan Zafian membujuk Nikel.
"Tidak mau Daddy, aku hanya akan makan masakan aunty hari ini."Tolak Nikel.
"Nikel, ayo lah, jangan seperti itu, kau harus sekolah, besok dia pasti akan menepati janji nya."Bujun Zafian dengan pelan.
"Hmm, baik lah Daddy."Jawab Nikel pasrah.
Dan akhirnya, hari itu Nikel pun berangkat dengan sopir pribadi Zafian serta bekal dari kepala pelayan.
"Di mana Ziva? Mengapa dia tidak datang?"Tanya Zafian kepada Alex.
"Saya sudah mengecek apartemen nya tuan dan seperti nya kosong tidak ada orang."Jelas Alex yang tadi sudah di utus Zafian untuk menjemput Ziva di apertemen nya.
"Kurang ajar,apa dia kabur?"Batin Zafian mulai berfikiran negatif tentang Ziva.
Sementara itu di sisi lain.
"Ziva! Ada apa dengan kaki mu?"Tanya Rita buru-buru menghampiri Ziva.
"Hanya kecelakaan kecil, jangan khawatir."Tutur Ziva kepada Rita.
__ADS_1
"Astaga, kau ini, sampai kapan harus ceroboh."omel Rita Tampa henti.
"Ya,ya,aku tau."jawab Ziva pasrah karena sahabat nya itu memang lah cerewet, itu semua karena dia sayang terhadap Ziva, dan Ziva pun tak ingin membuat nya khawatir.
"Dari mana saja kau? Mengapa baru datang hari ini? Apa kau tau bagaimana khawatir nya aku?"Tanya Rita yang seperti nya baru saja ingin berangkat ke kantor.
"Maaf kan aku, kau sudah mengkhawatirkan aku ya?"Tanya Ziva dengan jalan yang sedikit pincang karena lutut nya yang sakit.
"Ya,kau tidak mengabari aku, tapi aku juga tidak bisa menelpon mu akhir-akhir ini, aku sangat sibuk, ada sedikit masalah di kantor."Jelas Rita kepada Ziva.
"Tidak apa,aku ke sini juga ingin mengambil baju-baju ku, dan juga aku ingin memberi tahu kepada mu kalau aku sudah mendapatkan tempat tinggal baru."Jelas Ziva kepada sang sahabat.
"Benar kah? Hmm, aku juga ada sedikit berita penting untuk mu, ayo masuk ke dalam dulu."Ucap Rita sambil membantu Ziva untuk masuk ke dalam apartemen nya.
"Kau benar-benar ingin tinggal sendiri? Berikan aku alamat tempat tinggal mu, aku khawatir jika tidak melihat mu nanti."jelas Rita kepada Ziva.
"Baik lah, nanti jika kau ingin mengunjungi tempat tinggal ku kau bisa menelpon ku terlebih dahulu. Apa yang ingin kau bicarakan pada ku?"Tutur Ziva sambil tersenyum lega.
"Emm, kau tau, aku sebelumnya tidak menyangka ini, ternyata pak Alex itu, dia adalah asisten CEO yang mengurus perusahaan cabang tempat ku bekerja."Jelas Rita dengan wajah yang terlihat sangat senang.
"Apa? Alex? Jadi maksud mu, perusahaan tempat kau bekerja itu adalah perusahaan cabang milik Zafian majikan ku?"Tanya Ziva dengan begitu cepat mengambil kesimpulan.
"Nah benar, begitu lah yang ingin aku jelaskan."Tutur Rita.
__ADS_1
"Wahh, bagus lah jika begitu, ngomong-ngomong, mengapa wajah mu sedikit merah saat membicarakan tentang Alex, apa kau sudah naksir dengan nya?"Goda Ziva yang tau betul bagaimana dengan sahabat nya itu.
"Kyaa, diam lah, kalau begitu sekarang aku bantu kau beres-beres."Ucap Rita berdiri dari duduknya dengan wajah malu-malu.
"Kau mencoba menyembunyikan nya dari ku? Kau mengalihkan pembicaraan?"Teriak Ziva mengoda sahabat nya dengan sangat jahil.
Satu jam berlalu, kini Rita sudah selesai membantu Ziva membereskan barang-barang nya, untuk di bawa ke tempat tinggal Ziva yang baru.
"Aku senang kau akhirnya bisa mandiri dan kembali ceria seperti ini."Ucap Rita sambil memegang koper Ziva.
"Hmm, ini semua juga berkat kalian yang selalu mensupport ku."Jawab Ziva.
Saat ini, mereka sedang berdiri di depan apartemen Rita, sedang menunggu taxi untuk mengantarkan Ziva pulang, karena sebentar lagi juga Rita akan ke kantor.
"Itu dia taxi nya, kau hati-hati lah pulang, jangan lupa kabari aku jika terjadi hal yang buruk dengan mu."Kebiasaan Rita yang selalu khawatir dan selalu mengingat kan ziva tidak pernah lupa.
"Kau juga, jangan bisa nya hanya menyembunyikan masalah dari ku."Ucap Ziva yang kemudian masuk ke dalam taxi.
"Ya,ya, aku mengerti."Ucap Rita sambil melambaikan tangan nya.
Setelah berpamitan dengan Rita, Ziva pun pergi meninggal apartemen sahabat nya itu, untuk kembali ke apartemen nya.
Bersambung ….
__ADS_1