Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #54


__ADS_3

"Bukan kah kemarin kau juga mask sendirian? Mengapa harus bersama dengan mereka?"Tanya Zafian balik.


"Itu, itu karena ya, dan tuan mengapa masih di sini? Tunggu lah di ruang tengah,ini akan lama."Ucap Ziva hampir kehabisan kata-kata menghadapi Zafian yang semakin hari sikap nya semakin aneh.


"Ini villa ku, mengapa aku harus mendengarkan mu? Aku mau di sini."Jawab nya singkat dan kemudian duduk di kursi yang ada di meja makan di dapur tersebut.


"Huh, baik lah baik."Leguh Ziva akhirnya pasrah dengan apa yang terjadi saat ini.


Ziva pun mulai membuat sup, meskipun rasanya sangat cangung,saat masak di perhatikan seseorang seperti Zafian.


Sampai-sampai,saat mengiris bawang saja, tangan nya gemetar.


"Aww! Astaga sakit sekali!"Ucap Ziva saat tampa sengaja tangan nya terkena ujung pisau sat mengiris bawang putih.


Sontak Zafian yang melihat itu buru-buru menghampiri Ziva.


"Mengapa kau ceroboh sekali? Coba aku lihat!"Ucap Zafian yang kemudian mengambil tangan Ziva yang sedikit mengeluarkan darah dan memasukan itu ke dalam mulutnya tampa ragu.


"Tuan!" Ucap Ziva berusaha mencegah nya tapi sudah terlambat.


Sementara itu di luar dapur villa.


"Apa yang kalian lakukan mengintip di sini?"Tanya Nunik yang seperti nya hendak berjalan ke dapur.


"Hentikan Nunik! Apa kau mau mendapat masalah? Tuan Zafian melarang kita ke dapur,nona pengasuh sedang masak!"Ucap kepala pelayan menarik tangan Nunik.


"Lalu apa masalah nya? Lepas kan aku! Aku tidak akan membiarkan dia menggoda tuan Zafian."Ucap Nunik tidak perduli dan terus berjalan ke dapur.


Sementara itu.


"Apa masih sakit?"Tanya Zafian sambil melepaskan jari telunjuk Ziva dari mulut nya.

__ADS_1


"Tu,tuan, mengapa kau melakukan itu?"Tanya Ziva dengan tatapan tidak percaya jika laki-laki tampan bertubuh kekar dan tinggi itu kini berdiri di hadapan nya bak seorang penyelamat seperti dewa.


Belum sempat mengatakan apapun lagi, Zafian malah memasukkan kembali jari Ziva ke dalam mulutnya untuk mengurangi rasa sakit dan perih itu.


Namun, tampa mereka sadari, Nunik si ular liar sedang mengamati mereka.


"Astaga, jadi? Jadi benar? Dia sudah mengoda tuan Zafian! Aku terlambat."Batin Nunik yang kesal melihat kemesraan antara Ziva dan Zafian.


Karena takut ketahuan oleh Zafian Nunik pun memilih untuk kembali keluar dari dapur itu.


"Benar-benar wanita murahan! Menyebalkan!"Umpat Nunik sambil berjalan pergi dari dalam dapur.


Sementara itu maid dan kepala pelayan hanya bisa menertawakan kebodohan Nunik dari jauh.


"Sudah di bilang jangan masuk eh malah masuk."Tutur kepala pelayan kepada maid satu nya.


"Ya,si Nunik tidak ada habis-habisnya mempermalukan diri sendiri."Jawab maid itu.


"Tuan, aku rasa sudah cukup,luka nya pun hanya sedikit, tidak perlu obat sebanyak ini, aku hanya perlu menempelkan nya dengan hanplast."ucap Ziva.


"Biar aku saja."Ucap Zafian yang mengotak-atik, kotak p3k mencari hanplast dan kemudian menempelkan ke tangan Ziva.


"Sudah selesai."Tutur nya lagi.


"Terima kasih banyak tuan, aku akan lanjut memasak."Ucap Ziva agak sedikit gugup namun dia tetap melanjutkan pekerjaan nya.


Sementara itu Zafian tidak pergi dari samping Ziva.


"Tuan, ada apa lagi?"Tanya Ziva menatap Zafian.


"Ada apa? Tidak ada apa-apa,aku hanya ingin melihat mu."Jawab nya dengan santai.

__ADS_1


"Melihat ku?"Kaget Ziva.


"Jangan kepedean, aku ingin melihat cara masak mu, apakah itu bersih?"Bantah Zafian dengan wajah yang sedikit merah.


"Seperti nya tuan Zafian ini pintar sekali berdalih."Batin Ziva kesal.


Tak lagi memikirkan masalah Zafian yang terus mengamati nya, Ziva pun terus membuat sup.


"Mengapa wanita ini cantik sekali? Bahkan saat memasak, pantas saja Nikel suka pada nya, Zafian bodoh mengapa kau memikirkan hal ini?"Batin Zafian sedang berkelahi dengan dirinya sendiri.


Seperti yang sering di katakan semua orang, es akan lebih mudah cair ketika di gabung kan dengan air panas.


Tapi ini bukan soal es dan air panas, melainkan soal Ziva dan Zafian.


Di sisi lain.


"Nikel, kau hari ini membawa begitu banyak makanan?"Tanya guru nya Nikel.


"Iya Bu, dan aku ingin teman-teman ku semuanya merasakan makanan ini, ini di masak oleh momy ku."Ucap Nikel sambil tersenyum ceria.


"Wahh,benar kah? Kalau begitu, ayo biar ibu yang membantu mu."Tutur sang guru yang kini menjadi lebih memperhatikan Nikel.


"Terima kasih Bu."Ucap Nikel dengan senang hati.


Guru itu pun melakukan apa yang ingin di lakukan Nikel tadi. Membagikan makanan itu ke teman-teman Nikel.


"Wahh, Nikel, masakan momy mu, benar-benar enak!"Ucap salah satu teman Nikel yang kemarin mengejek Nikel.


Nikel yang mendengar itu merasa lebih bahagia, kini ia bisa tersenyum lega, karena tidak ada lagi teman-teman yang mengejek nya tidak punya ibu sejak kedatangan Ziva di sekolah kemarin.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2