Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #66


__ADS_3

Deg ... Perasaan tidak enak mulai muncul di hati Rita, dia merasa Monica agak sedikit sombong dan cara nya menatap Alex juga terlihat sangat berbeda,wajah nya yang tadi galak saat melihat Alex malah jadi tersenyum manis dan manja.


Rita pun kembali duduk di kursi nya.


"Rita, kau baik-baik saja kan?"Tanya teman yang duduk di belakang Rita.


"Eh, iya, aku baik-baik saja."jawab Rita dengan wajah yang sedikit berbeda.


"Dia itu buk Monica, adik nya tuan Zafian, dia sekarang mengurus perusahaan cabang, bersama dengan pak Alex."Ucap teman kantor Rita itu menjelaskan.


"Oh, begitu ya."Jawab Rita singkat namun dengan raut wajah yang sedikit berbeda.


"Iya,wajah nya sedikit galak, namun ketika dengan pak Alex itu berbeda."Tutur nya lagi.


"Sudah lah, biar kan saja, ayo kembali bekerja."Ucap Rita sambil tersenyum paksa.


Meskipun wajah nya terlihat baik-baik saja, namun berbeda dengan hati nya, jujur saja keadaan nya masih sedikit belum pulih dari demam kemarin, tapi karena ingin cepat-cepat bertemu Alex, ia malah masuk kerja dengan secepat mungkin.


Tapi Rita merasa kan sesuatu yang begitu aneh di hatinya, dia merasa sedikit risih dengan kedekatan Monica dan Alex.


Apakah ini yang di namakan cemburu? Ya seperti nya begitu.


Sementara itu di dalam ruangan Alex.


"Ada apa kak Alex?"Tanya Monica.


"Aku hanya ingin minta maaf soal kemarin, jujur aku pergi untuk menjenguk Rita yang sedang sakit, setelah pulang aku buru-buru pergi untuk menyelesaikan beberapa tugas lain, dan setelah itu aku melupakan jika kau masih di kantor."Jelas Alex.


"Begitu, sebenarnya seistimewa apa Rita? Sehingga kak Alex sampai segitu peduli nya kepada dia?"Tanya Monica menahan cemburu di hati nya.


"Emm, aku, sudah lupakan saja, bukan kah siang ini akan ada rapat? Ayo siap-siap."Ucap Alex mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Baik."Jawab Monica singkat dan kemudian berjalan keluar dari ruangan Alex dengan perasaan kesal.


"Rita, tadi dia sudah masuk kerja? Apa dia sudah sembuh?"batin Alex.


Sementara itu di ruangan Monica.


"Jadi dia, dia perempuan yang membuat kak Alex meluapkan aku semalam? Seistimewa apa dia sehingga kak Alex begitu perhatian kepada nya?"Batin Monica memanas.


Seperti nya di sebelah kantor cabang sedang terjadi cinta segitiga.


"Ini tidak boleh di biar kan, aku tidak mau sampai kak Alex di rebut oleh orang lain!"Gerutu Monica yang seperti nya sangat mencintai Alex.


Monica pun mulai tidak fokus akan pekerjaan nya.


Siang hari nya, pukul 01:22


Tok...Tok...tok.


"Masuk."Ucap Monica singkat.


"Permisi buk Monica, ini berkas yang anda suruh saya kerjakan untuk rapat siang ini sudah selesai saya kerjakan."Tutur Rita.


"Letakan di situ."Ucap Monica tampa menoleh.


"Baik buk."jawab Rita yang kemudian meletakkan berkas tersebut ke meja kerja Rita.


Setelah Rita keluar dari ruangan nya, baru lah Monica menoleh ke arah Rita.


"Tidak ada bagus-bagus nya."Batin Monica terlihat membenci Rita.


Sementara itu di sisi lain.

__ADS_1


"Aunty! Aku sudah pulang!"Teriak Nikel sambil berlari menghampiri Ziva.


"Sayang, kau sudah pulang ya, ayo aunty temani ganti baju."tutur Ziva sambil mengedong Nikel ke kamar nya.


Sementara Nikel menjadi sangat manja dan meletakkan kepalanya di pundak Ziva.


"Anak itu."Nyinyir Zafian iri.


Seperti biasa, setelah pulang sekolah, Nikel pasti akan selalu bermain dengan Ziva di taman dekat sampai vila.


"Aunty, hari ini aku sedikit sedih."Ucap Nikel mencoba curhat dengan sang pengasuh nya.


"Ada apa sayang?"Tanya Ziva perihatin.


"Satu bulan lagi, aku sudah mau lulus dari TK dan acara kelulusan semua teman pasti mengajak mama dan papa mereka."Ucap Nikel menundukkan kepalanya.


"Astaga, kau kan juga ada Daddy dan aunty, aunty berjanji akan pergi ke sekolah mu di hari kelulusan itu."Ucap Ziva membujuk Nikel.


"Tapi, aunty bukan mommy ku."Lirih Nikel dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nikel, kau tidak boleh sedih seperti ini, meskipun aku ini bukan momy kandung mu, aunty kan masih bisa pura-pura menjadi mommy kandung ku di sana nanti."Ucap Ziva yang mengerti akan perasaan Nikel saat ini.


"Mengapa harus pura-pura? Mengapa tidak benar-benar saja, aunty aku mohon,jadi lah mommy ku, kau sangat baik."Bujun Nikel dengan penuh harapan.


Deg ... Jantung Ziva seakan ingin berhenti berdetak, rasanya dia benar-benar kaget mendengar ucapan Nikel barusan.


"Emm, Nikel, jangan seperti itu, kau harus fokus dulu dengan pelajaran mu, ayo lah, jangan menagis."Ucap Ziva berusaha mengalihkan pembicaraan Nikel dengan nya.


Sementara itu dari sisi jendela samping taman, Zafian sedang mengamati bagaimana cara Ziva membujuk Nikel yang sedang bersedih karena tidak memiliki mommy untuk hadir di acara kelulusan TK nya nanti.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2