
"kau memperhatikan aku? Kau tidak berniat buruk pada ku kan."Tanya Zafian dengan pede nya.
"tuan, aku harap anda tidak begitu percaya diri, karena aku tidak memperhatikan anda."Ucap Ziva ketus.
"Kemari lah, ada hal yang ingin aku bicarakan kepada mu."Ucap Zafian lagi.
"Hal apa lagi?"Tanya Ziva bingung.
"Mendekat!"Ketus Zafian.
Mau tidak mau Ziva lun melangkah lebih dekat ke sofa tempat Zafian duduk.
Namun secara tiba-tiba Zafian menarik tangan Ziva sehingga Siva jatuh dan menindih tubuh Zafian di atas sofa itu.
"Tu,tuan, anda benar-benar keterlaluan!"Ringis Ziva merasa tidak nyaman dengan posisi nya saat ini.
Ziva berusaha memberontak untuk bangun dari atas tubuh Zafian, namun sayang nya Zafian malah menahan Ziva agar tidak bangun.
"Jangan bergerak atau kau akan membuat sesuatu di bawah sana bangun!"Ucap Zafian menatap wajah Ziva.
Seperti nya Zafian kini menujukkan perasaan nya secara terang-terangan kepada Ziva.
"Tuan, lepas kan! Anda ingin bicara apa? Mengapa harus seperti ini!"Bisik Ziva marah.
"Aku hanya ingin mengatakan, tidak jadi."Ucap Zafian yang ternyata hanya berbohong.
Sementara itu mobil Monica masuk ke gerbang villa.
Terlihat Monica yang buru-buru turun dari mobil nya dan berlari masuk ke dalam vila.
Seperti nya ada barang penting yang tertinggal sehingga dia buru-buru seperti itu.
__ADS_1
"Astaga! Apa yang kalian lakukan!"Jerit Monica saat melihat Ziva dan Zafian yang ada di atas sofa ruang tengah.
Monica yang buru-buru malah jadi terpaku akan pemandangan yang tidak senonoh ini.
Mendengar suara orang, sontak Ziva mendorong Zafian dan menjauh dari sofa itu.
"Astaga, Monica bodoh pengganggu."Batin Zafian.
"Kamu!"Tujukan Monica ke arah Ziva.
"Kau? Mo? Monica?"Ucap Ziva sedikit lupa namun berusaha mengingat nya dengan benar.
"Kak, kak Ziva?"Ucap Monica tak habis fikir akan bertemu Ziva di rumah nya sendiri.
"Kalian, kalian saling kenal?"Tanya Zafian bingung.
"Kak Tteokbokki! Wahh! Akhirnya aku bertemu dengan mu lagi."Ucap Monica menghampiri Ziva dan memegang tangan nya.
"Ya, kakak ini? Di sini?"Tanya Monica seolah ingin penjelasan dari Zafian atau Ziva.
"Oh, aku, aku pengasuh nya Nikel."jelas Ziva.
"Ya, iya Monica Ziva adalah pengasuh nya Nikel, aku tidak menyangka kalian sudah saling kenal, jadi yang kau ceritakan tadi malam adalah Ziva?"Tanya Zafian yabg ikut berdiri dan kemudian menghampiri Monica dan Ziva.
"Iya, dia adalah malaikat Tteokbokki itu."Ucap Monica terlihat sangat senang.
"Astaga,kau ini bisa saja."Tutur Ziva malu.
"Wahh, aku tidak menyangka jika kak Ziva adalah pengasuh Nikel, pantas saja Nikel sering bercerita dan memuji mu dengan penuh kasih sayang, ternyata kau benar-benar malaikat yang baik itu."puji Monica.
"Tidak seperti itu."Malu Ziva saat Monica terus memuji nya.
__ADS_1
"Kau menganggpa kembali Monica?"Tanya Zafian kepada Monica sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Heem, aku ingin mengambil laptop ku yang tertinggal, yasudah kalian lanjut kan saja, aku ke ambil laptop dan langsung pergi, kak Ziva, heem semangat."Ucap Monica memberikan kode keras dan kemudian pergi dari hadapan Zafian dan Monica.
"Astaga, semangat apanya?"Tanya Ziva kebingungan.
Sementara Zafian hanya menggelengkan kepalanya merasa tidak tau.
Setelah beberapa menit Monica kembali keluar sambil membawa laptop di tangan nya dan kembali mengeluarkan kata-kata.
"Kak Zafian, aku rasa di villa ini banyak kamar, jangan bermain di sofa."Ucap Monica yang kemudian berlalu keluar.
Sontak saja ini semakin membuat Ziva malu dan pipi nya pun mulai menimbulkan warna merah merona.
"Ini semua gara-gara tuan, nona Monica jadi salah paham!"Ucap Ziva dengan wajah marah nya.
"Mengapa? Dia tidak salah paham."Jawab Zafian.
"Lalu yang di katakan nya tadi itu apa? Apa itu bukan kesalah pahaman?"Marah Ziva.
"Kau marah pada ku?"Tanya Zafian memegang kedua pundak Ziva.
Namun Ziva tak menjawab nya, dia hanya memanyunkan bibirnya dengan pandangan yang di arahkan ke arah lain.
Rasanya dia cukup kesal dengan apa yang telah di lakukan Zafian kepada nya sehingga membuat Monica salah paham dan ia pun menjadi malu.
"Jangan seperti itu, atau aku akan memakan mu."Ucap Zafian merasa gemas melihat wajah ngambek Ziva.
Bukan nya menenangkan, Ziva malah semakin marah kepada Zafian,dan berlalu pergi dari ruang tengah itu.
Bersambung ....
__ADS_1