Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #48


__ADS_3

"aunty, apa aunty sedang lapar?" Tanya Nikel kepada Ziva dengan wajah bingung.


"Emm, sedikit."Jawab Ziva sambil cengar-cengir.


"Sebentar, aku pangil kan Daddy dulu."Ucap Nikel yang kemudian berlari ke arah Zafian yang saat itu baru saja masuk ke dalam apartemen.


"Ada apa Nikel?"Tanya Zafian kepada Nikel.


"Daddy, aunty, dia kelaparan dan aku mendengar perut nya yang berbunyi."Tutur Nikel.


"Benar kah?"Tanya Zafian lagi.


Nikel menjawab pertanyaan Zafian dengan anggukan kepala.


Sementara Ziva menutup wajah dengan kedua tangan nya karena menahan malu melihat tingkah Nikel yang mengadu kepada Zafian jika dirinya sedang kelaparan.


"Ayo kita ke dapur, lihat apa yang bisa di masak untuk makan siang ini."Jelas Zafian kepada Nikel.


"Daddy bisa masak?"Tanya Nikel bingung.


"Tentu saja."Jawab Zafian dengan lagak nya.


"Tuan, jangan, sebaiknya biar saya saja yang masak."Ucap Ziva khawatir jika Zafian akan memberangkatkan dapur nya.


"Kau tidak perlu meragukan skill masak ku!"Jawab Zafian dengan wajah datar nya.


"Sudah aunty, biar kan saja, aku juga penasaran, bagaimana dengan rasa masakan Daddy."Ucap Nikel mengiyakan tawaran Daddy nya yang ingin masak.


"Kakau gitu tunggu di sini, jangan ke dapur, dan jangan menangil Daddy atau pun mengintip, itu akan membuat Daddy marah."Tutur Zafian sudah seperti kisah dongeng saja.


Sontak Nikel dan Ziva mengganguk kan kepala, meskipun dengan raut wajah yang khawatir.

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Zafian pun berjalan ke dapur untuk memasak.


Sementara itu Ziva dan Nikel bermain bersama di ruang tengah apartemen.


"Apa yang harus aku masak? Aku bahkan tidak pernah tau bagaimana menggoreng telur."Batin Zafian melihat wajan dan juga kompor gas.


Sebelum nya Zafian tidak pernah senekat ini untuk memegang peralatan dapur, tapi entah mengapa saat melihat Ziva yang kaki nya sedang terluka dai menjadi tidak tega untuk menyuruh Ziva melakukan pekerjaan.


Zafian pun akhirnya memberanikan diri untuk mengambil wajah dan juga menyalakan kompor y, untuk membuat telor ceplok saja.


Satu jam pun berlalu.


Terlihat Zafian yang membawa sepiring nasi dan juga sesuatu di sebelah tangan kana nya.


"Makan lah, aku sudah bersusah payah memasak ini untuk mu!"Ucap Zafian meletakkan makanan yang dia masak tersebut di atas meja depan sofa yang di duduki Ziva dan Nikel.


Ziva dan Nikel sontak kaget dan saling pandang.


"Telor ceplok! Aku hanya bisa membuat itu."Ucap Zafian yang kemudian duduk dan memainkan ponselnya.


"Daddy, ini lebih terlihat seperti pantat wajan kepala pelayan di villa."turur Nikel dengan mimik wajah yang tidak bisa di artikan ekspresi nya penuh ngeri.


"Apa kata mu? Coba ulangi sekali lagi, Daddy ingin mendengar nya."Ucap Zafian terlihat marah.


"Tidak, tidak, ayo aunty makan lah, aku seorang nya sudah kenyang."Ucap Nikel sambil bergidik negeri.


"Em, anu, seperti nya aku juga sudah kenyang tuan,apa sebaiknya tuan saja yang makan ini?"Tanya Ziva dengan ketakutan.


"Apa maksud mu? Kalian ini ya, benar-benar tidak menghargai usaha orang lain."Ketus Zafian yang kemudian hendak mengambil makanan tersebut.


"Eh, iya-iya, aku makan, aku makan."Ucap Ziva tidak sampai hati menolak nya lagi karena wajah Zafian sudah terlihat cukup menakutkan.

__ADS_1


"Bagus, makan sekarang."Ucap nya dengan tatapan tajam.


Ziva pun mau tidak mau memakan makanan gosong yang di masak oleh Zafian itu.


"Astaga, rasanya sungguh pait, dan asin."Batin Ziva.


Namun karena takut Zafian tersinggung lagi, Ziva pun berusaha untuk menghabiskan nya.


"Kasian aunty, terlihat sangat tertekan sekali."Batin Nikel menatap wajah masam Ziva setiap kali memasukkan makanan itu ke mulut nya.


Beberapa menit kemudian, Ziva pun akhirnya selesai makan, meskipun tidak enak, setidaknya dia kehilangan rasa laparnya untuk sementara waktu.


"Terima kasih untuk banyak untuk makan siang nya tuan, aku benar-benar kenyang."Ucap Ziva sambil tersenyum pasrah.


"Bagus kalau begitu."Ucap Zafian tampa menoleh ke arah Ziva.


"Aunty, cepat sembuh ya, aku ingin bermain dengan aunty lagi di taman."Ucap Nikel dengan wajah sedih nya.


"Iya, besok sudah sembuh, janji."Jawab Ziva sambil mengacungkan jari kelingking nya ke pada Nikel.


"Yeay!" Sorak Nikel dengan bahagia nya.


Jam sudah menunjukkan pukul 15:20 sore.


Terdengar suara klakson mobil di luar apartemen, seperti nya ada Yang datang.


"Nikel, ayo pulang sekarang, sopir pribadi Daddy sudah datang menjemput."Ucap Zafian kepada Nikel.


"Baik Daddy."Jawab Nikel yang kemudian berjalan ke arah Ziva untuk berpamitan.


Meskipun begitu, wajah Nikel terlihat begitu sedih, Ziva yang melihat nya merasa gagal menjadi seorang pengasuh yang baik.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2