Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #55


__ADS_3

Hari ini Nikel lebih bahagia dari sebelumnya, karena teman-teman nya sudah tidak pernah mengejek nya sebagai anak yang tidak punya ibu lagi.


Sementara itu di sisi lain.


"Nona muda, ini adalah ruangan anda, silahkan masuk."Ucap Alex mempersilahkan Monica masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan untuk Monica.


"Terima kasih kak Alex."Ucap Monica cukup terpesona akan desain ruangan itu.


"Bagaimana, apa nona muda puas dan nyaman dengan ruangan ini?"Tanya Alex yang juga ikut masuk ke dalam ruangan Monica itu.


"Ya,kak Alex,ini cukup bagus,aku merasa nyaman dengan dekorasi dan tempat duduk nya."Tutur Monica sambil meletakkan tas nya di meja kerja nya.


"Baik lah nona muda, di sebelah sana ruangan saya, jika ingin menanyakan sesuatu jangan sungkan-sungkan."ucap Alex sambil tersenyum manis.


"Hmm, kak Alex, bisa kah jangan menangil ku nona muda lagi?"Tanya Monica yang kini berdiri di hadapan Alex dengan tatapan penuh arti.


"Eh, em, mengapa begitu nona? Aku akan di hukum tuan Zafian jika aku memagil mu dengan cara tidak sopan."Ucap Alex.


"Tidak masalah, di kantor ko cukup pangil aku nama saja, aku agak sedikit risih dan merasa tidak enak jika kak Alex memagil ku dengan sebutan itu, soal Zafian pemarah itu, biar aku yang menangani nya."Tutur Monica dengan segenap keberanian.


"Baik lah nona, eh maksud ku Monica, jika tidak ada yang akan di bahas lagi, aku permisi ke ruangan ku dulu."Tutur Alex merasa sedikit tidak nyaman dengan keadaan ini.


"Mengapa buru-buru? Aku bahkan belum di perkenalkan dengan para karyawan."Jelas Monica kaget karena Alex tiba-tiba saja ingin pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Astaga, aku hampir lupa, ayo nona, maksud ku Monica, aku perkenalkan ke karyawan kita."Tutur Alex tak ada habisnya salah sebut.


Mereka pun berjalan menuju ruang kerja para karyawan yang cukup besar dan luas.


"Permisi!"Ucap Alex.


"Pak Alex, seperti nya dia bersama seseorang, siapa itu?"Gumam lara karyawan.


"Maaf sudah menganggu waktu kerja kalian, aku hanya ingin memberikan sedikit informasi baru."Tutur Alex dengan mata yang tertuju kepada meja kerja Rita yang masih kosong.


"Ada apa pak Alex?"Tanya salah satu karyawan yang seperti nya mewakili karyawan lain.


"Heem, baik, tidak perlu basa basi lagi, perkenalkan, ini adalah direktur perusahaan cabang, nona besar Monica, adik dari tuan Zafian, beliau akan memimpin perusahaan cabang sebagai perintah dari tuan Zafian."Ucap Alex tudepoin.


"Wah, dia sangat tegas dan cantik!"Bisik para karyawan laki-laki.


"Selamat siang Bu direktur! Selamat datang!"Jawab seluruh karyawan kompak.


"Mereka ramah sekali."Gumam Monica.


Beberapa patah kata basa-basi pun di lontarkan oleh Monica untuk membuat para karyawan terbiasa dan suka kepada nya, ia juga berusaha terlihat ramah sebagai mana mestinya seorang pemimpin.


"Oh iya, di mana Rita? Mengapa jam segini dia belum datang?"Tanya Alex yang sedari tadi melihat meja kerja Rita yang masih kosong.

__ADS_1


"Pak, seperti nya buk Rita tidak masuk kerja hari ini, karena biasa nya dia tidak pernah telat."Tutur salah satu karyawan yang merupakan bawahan nya Rita.


"Begitu ya?"Tanya Alex yang wajah nya kini terlihat berubah 20% menjadi sedikit tidak bersemangat.


"Ya pak!"Jawab karyawan itu.


"Baik lah, semua nya lanjut bekerja,kami akan kembali keluar."Ucap Alex yang kemudian berjalan keluar dengan perasaan campur aduk.


Sementara itu Monica menjadi bingung dengan ekspresi Alex, ia pun ikut berjalan di belakang Alex.


"Seperti nya pak Alex sangat sedih ketika Bu Rita tidak datang."Tutur karyawan saling berbisik.


"Sudah lah, kau tau sendiri akhir-akhir ini Bu Rita dan pak Alex itu mulai dekat,aku rasa ada hubungan sepesial."Tawa karyawan lain.


"Biar kan saja, jangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, ayo kembali bekerja." Tutur mereka yang kemudian kembali menatap komputer masing-masing.


Sementara itu, Monica kembali ke ruangannya dan Alex juga kembali ke ruangannya.


"Rita sakit? Mengapa dia tidak mengirimkan pesan ijin pada ku? Bukan kah kemarin kami sudah sempat bertukar nomer telpon saat makan siang?"Batin Alex mulai meras khawatir dan peduli kepada Rita.


Alex lun menjadi tidak fokus dengan pikiran nya sendiri, ia terus memikirkan Rita, rasanya sehari saja tidak mendengar kecerewetan Rita, dunia nya terasa cukup kosong, apakah ini perasaan cinta yang mulai tumbuh dengan sendirinya? Atau hal lain?


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2