Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #71


__ADS_3

Namun siapa sangka Zafian malah menarik Ziva ke dalam pelukan nya, serta mengelus rambut Ziva dan mencoba untuk membuat nya tentang.


"Sudah, jangan menangis."Bujuk Zafian.


Entah kenapa Ziva kali ini membiarkan Zafian memeluk nya, dia yang biasanya memberontak kini malah merasa nyaman dalam pelukan Zafian.


Sementara itu di sisi lain.


"Bibi, aku pulang dulu ya, terima kasih hari ini sudah banyak mengajariku membuat es buah."Jelas Lisa yang kini sudah berdiri di depan pintu rumah Dani.


"Kau pulang dengan siapa? Apa perlu Dani mengantar mu?"Tanya Bu Rima khawatir jika Lisa akan pulang sendiri.


"Aku pulang bersama kak Miko bibi, dia sudah menunggu ku di gang sana."Ucap Lisa sambil tersenyum manis.


"Baik lah, kalau begitu, biar Dani yang mengantarkan mu ke depan ya."Ucap Bu Rima terlihat sangat peduli dengan Lisa.


"Oke bibi."Senyum Lisa.


"Yaudah,ayo."Ucap Dani berjalan mendahului Lisa.


"Aku pamit bibi."Ucap Lisa sambil melambai lambai kan tangan nya.


"Iya sayang, hati-hati!"Jawab Bu Rima dengan senyum termanis untuk Lisa.


Lisa dan Dani pun berjalan bersama sampai ke jalan raya.


"Seperti nya ibu gue suka sama Lo."Ucap Dani kepada Lisa.

__ADS_1


"Gue juga suka sama bibi, dia ramah dan baik banget."Jawab Lisa memuji ibu Rima.


"Kalau kayak gitu Lo sering-sering deh datang ke rumah gue ya."Ucap Dani.


"Emangnya boleh?"Tanya lisa lagi.


"Kenapa engak?"Jawab Dani dengan senyum memikat nya.


"Woy, gak usah mesra-mesraan dulu, gue capek nih nunggu!"Teriak Miko yang ada di dalam mobil.


"Sabar Napa sih kak!"Marah Lisa.


"Yaudah, sekarang Lo masuk mobil, bilang Miko, bawa mobil nya jangan ngebut."Bisik Dani.


"Oke siap, dada!"Ucap Lisa melambai kan tangan nya dan kemudian berlari kecil masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil Lisa menjauh, baru lah Dani berjalan kembali pulang ke rumah nya.


"Lisa manis banget, kenapa gue jadi mikirin dia terus ya?"Batin Dani mulai tak karuan.


Sementara itu di mobil Miko, Lisa juga tak kalah aneh nya.


"Dek, Lo ngapain sih senyum-senyum sendiri, Lo jatuh cinta ya sama Dani?"Tanya Miko sambil fokus mengemudi mobil nya.


"Apaan sih kak."Jawab Lisa malu-malu.


"Gak mau ngaku lagi, tapi hati-hati deh, kayaknya ria juga suka sama Dani."Ucap Miko.

__ADS_1


"Ria? Kenapa dia bisa suka Dani? Kakak tau dari mana?"Tanya Lisa dengan wajah kesal.


"Soal nya kemarin gue gak sengaja lihat dia memperhatikan Lo sama Dani di kantin sekolah, ya Lo hati-hati aja, Dani tuh ganteng siapa sih yang gak mau sama dia?"Goda Miko menyindir adik nya.


"Apaan sih kak, fokus aja fokus."Ucap Lisa mengalihkan pembicaraan.


Sementara itu di rumah sakit.


Hari semakin sore, terlihat Zafian dan yang lain nya kini sudah berada di depan rumah sakit dengan Nikel yang di gendong oleh Ziva, seperti nya mereka hendak bersiap-siap untuk kembali ke villa.


"Kak, seperti nya kak Ziva lelah, apa tidak sebaiknya antar kan dia pulang dulu? Ini sudah sore, jika di rumah nya mungkin dia akan istirahat dengan nyaman, perasaan nya juga terlihat kacau karena kejadian ini, sebaiknya dia istirahat."Ucap Monica yang sedari tadi memperhatikan Ziva yang terlihat trauma dan juga lelah.


"Tapi Nikel bagaimana."Ucap Zafian.


"Kak, aku tau, kau menyukai nya kan? Ambil kesempatan bagus ini, masalah Nikel biar aku yang mengurus nya, aku ini tante nya, aku juga sudah lama tidak dekat dengan nya jadi berikan aku waktu lebih bersama Nikel, agar dia juga bisa akrab dengan ku."Ucap Monica yang sebenarnya ingin membuat Zafian dan Ziva menjadi lebih dekat.


"Sok tau sekali, tapi baik lah, kau, kepala pelayan bawa Nikel kembali ke villa dan jaga dia, sementara aku akan mengantar kan Ziva ke apertemen, wajah nya juga terlihat pucat."Ucap Zafian dengan suara pelan.


"Baik, Nikel sayang, kau sama Tante dulu ya, kasian aunty Ziva, wajah nya sudah sangat pucat dan terlihat lelah, bagaimana jika dia sakit? Kau tidak mau itu kan? Kau pulang bersama Tante, Daddy mu akan mengantarkan aunty ke apertemen nya."Jelas Monica secara lembut kepada Nikel.


Nikel menatap wajah Ziva sejenak dan mengamati nya.


"Baik Tante, aunty pulang dan istirahat lah, besok datang lagi ya."Ucap Nikel sambil tersenyum kecil.


"Tapi, Monica, Nikel membutuhkan aku, biar kah aku yang menjaga nya."Ucap Ziva tak mau melepaskan Nikel.


Mereka tau jelas, jika Ziva saat ini trauma dan sangat tidak mau jika Nikel kenapa-kenapa lagi, segitu sayang nya dia terhadap Nikel.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2