Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #42


__ADS_3

"Ngapain Lo ke rumah gue?"Tanya Dani saat melihat Lisa menghampiri nya.


"Dani, gue beneran minta maaf sama Lo, gue janji kalau Lo maafin gue, gue gak akan jadi pembuly lagi di sekolah,pliss, maafin gue ya."Ucap Lisa menatap Dani penuh harapan.


"Gue gak butuh omong kosong Lo Lisa, jangan karena cuma Lo sama paman Lo bantuin kakak gue, gue bakal lupain masalah kita, gak bisa."Jelas Dani yang ternyata benar-benar marah telah di hina oleh Lisa.


"Tapi ayang gue lakuin itu benar-benar gak berniat sama sekali bukan bikin Lo sakit hati Dani, sekarang kakak gue Miko juga dan marah banget sama gue, gue mohon maafin gue, gue janji gak bakal ulangin lagi perbuatan gue ini."Jelas Lisa dengan sungguh-sungguh.


Melihat Lisa yang sudah benar-benar menyesali perbuatannya, Dani menjadi tidak tega untuk terus marah dengan nya, sebagai teman satu sekolah dan satu kelas, dia juga tidak tega melihat Lisa di marahi semua siswa karena kejadian itu.


"Hmm, oke, gue maafin Lo kali ini, tapi lain kali agak lagi, Lo tau kan perbuatan Lo itu bisa ngerusak mental seseorang."tutur Dani.


"Beneran? Lo beneran maafin gue?"Tanya Lisa kaget dan terlihat sangat senang.


"Ya."


"Gue janji gak bakal ngulangin ini lagi, makasih Dani."Ucap Lisa terlihat kembali berwajah ceria.


"Sebaiknya kalian pulang, ini sudah larut."Ucap Dani lagi.


"Ya, gue tau, tapi gak ngusir juga kali."Tutur Lisa sambil tersenyum.


"Gak, gue gak ngusir, kan besok sekolah, Lo mau telat karena begadang?"Tanya Dani lagi.


"Tapi kayaknya paman gue, masih asik ngobrol sama kak Ziva deh."Tutur Lisa.


"Yaudah, masuk, di sini dingin."Ucap Dani lagi sambil menarik tangan Lisa masuk ke dalam rumah.


"Kok jantung gue serasa mau copot ya?" Batin Lisa sambil mengikuti Dani.

__ADS_1


Sementara itu di dalam rumah.


"Nama mu Ziva?"Tanya Evan kepada Ziva.


"Iya."Jawab Ziva singkat.


"Emm, apa kaki mu masih sakit?"Tanya Evan lagi.


"Sudah tidak, sekali lagi terima kasih ya mas Evan, sudah membantu ku."Tutur Ziva lagi.


"Oh, tidak masalah."Jelas Evan dengan wajah manis dan ramah nya itu.


"Heem, Paman,ayo pulang, sudah terlalu malam, aku takut papa akan marah."Jelas Lisa kepada paman nya.


"Eh, iya, ayo!"Ucap Evan berdiri dari duduknya.


"Sekali lagi, makasih ya om, Lisa, udah bantuin kakak saya."Jelas Dani yang baru saja bersikap ramah.


"Kak Ziva, aku pamit pulang dulu ya."Tutur Lisa dengan sikap manis dan lucu nya.


"Baik lah, lain kali mampir lagi."jelas Ziva sambil melambai kan tangan nya.


"Mampir apanya?"Gumam Dani pelan.


Setelah basa-basi itu, Lisa dan paman nya pun pamit pulang.


"Kak, sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kakak terluka dan sampai bertemu Lisa dan paman nya?"Tanya Dani yang kemudian duduk di sebelah Ziva.


"Tadi ada rampok yang mengejar ku, jadi aku terjatuh, setelah itu datang lah Lisa dan paman nya, mereka menolong ku dan mengantar ku ke rumah, aku juga tidak menyangka dia adalah teman sekolah mu, Dani dia cantik ya, dia juga sangat baik."Ucap Ziva berusaha megoda Dani.

__ADS_1


"Hey, kak, jangan bicara lagi, itu karena dia menolong mu kan? Kau juga terlihat ramah dengan paman nya."Balas Dani.


"Aishhh, apa-apaan kau ini, oh iya, ada masalah apa antara kau dan juga Lisa?"Tanya Ziva mengalihkan pembicaraan mereka.


"Tidak ada, hanya sedikit salah paham dan itu sudah selesai."jelas Dani kepada sang kakak.


"Bagus lah kalau begitu."Tutur Ziva.


"Kak sebaiknya kau istirahat sekarang, ini sudah larut."Ucap Dani lagi.


"Hmm, sebenarnya aku ingin ke apertemen Rita untuk mengambil pakaian, tapi sudah malam seperti ini, aku jadi takut, kaki ku juga sakit."Jelas Ziva terlihat sedikit meringis.


"Loh, di mana mereka? Sudah pulang ya?"Tanya Bu Rima yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaan dapur.


"Iya Bu, mereka sudah pulang."Jelas Dani.


"Hmm, yasudah, kalau begitu kalian berdua istirahat lah."Ucap Bu Rima kepada kedua anak nya.


"Bu, duduk lah dulu ada yang ingin aku bicarakan."Tutur Ziva kepada sang ibu.


"Ada apa?"Tanya Bu Rima kebingungan.


"Duduk saja."jelas Ziva sambil tersenyum.


Bu Rima pun menuruti permintaan Ziva dan duduk di samping kanan Ziva sementara Dani di sebelah kiri.


"Oh iya kak, kakak bilang mau mengambil pakaian di rumah kak Rita, apa Kaka sudah mendapatkan kontrakan?"Tanya Dani.


"Benar kah itu?"Tanya sang ibu lagi.

__ADS_1


Terlihat wajah kebingungan Dani dan ibu Rima, menunggu jawaban dari Ziva.


Bersambung ….


__ADS_2