
Sementara itu Bu Rima pun datang dengan membawa semangkok air dan juga kotak p3k untuk mengobati kaki Ziva yang terluka.
"Bibi,biar kan aku saja yang mengobati kaki nya."Ucap Lisa kepada ibu Rima.
"Baik lah, nak, terima kasih, biar kan aku mengambil air untuk kalian dulu."Ucap Bu Rima yang kemudian berjalan kembali ke dapur untuk mengambil minuman setelah menyerahkan air dan juga p3k kepada Lisa.
Lisa pun mulai mengobati kaki Ziva dengan pelan-pelan,dia tau itu sangat sakit.
"Siapa nama mu"Tanya Ziva kepada Lisa.
"Nama ku Lisa kak, dan dia paman ku, Evan."Jelas Lisa dengan sopan nya sambil mengobati luka di lutut Ziva.
"Terima kasih banyak ya Lisa mas Evan kalian sudah membantu ku. Seperti nya kau masih sekolah ya?"Tanya Ziva lagi kepada Lisa.
"Sama-sama."Jawab Evan masih menatap Ziva dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Sama-sama kak sudah selesai ini. Oh iya aku masih kelas dua SMA."Ucap Lisa sambil menempelkan plaster di lutut Ziva.
"Terima kasih banyak, sekarang duduk lah, ternyata kau sama dengan adikku ya, dia juga kelas dua SMA."Tutur Ziva lagi.
"Wahh, sekolah mana? Siapa namanya kak?"Tanya Lisa penasaran.
"Permisi!"Ucap seseorang yang baru masuk ke dalam rumah dengan pakaian kotor penuh keringat dan juga wajah yang sedikit memerah.
Sontak semua mata menoleh ke arah sang pemilik suara tersebut.
"Dani?"Ucap Lisa kaget dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1
"Lisa! Ngapain Lo ke sini?"Ucap Dani dengan nada bicara marah.
Lisa tidak bisa menjawab nya,dia hanya diam sambil menatap Dani seribu bahasa.
"Dani, kamu dari mana saja?"Tanya Ziva menatap dari dari ujung kaki sampai ujung rambut yang terlihat sangat lusuh.
Sementara itu Bu Rima baru keluar dari dapur dengan beberapa gelas air minum serta beberapa cemilan.
"Dadi, kau sudah pulang? Ibu sangat khawatir kepada mu, tapi saat tadi ibu ingin pergi mencari mu,ibu melihat dua orang baik ini membantu kakak mu."Jelas Bu Rima.
"Lisa kamu kenal Dani?"tanya Ziva kepada Lisa.
"Em, i-iya kak. Dani teman sekelas ku."Ucap Lisa gugup.
"Wah, kebetulan sekali ya, Lisa meminta ku untuk mencari rumah teman nya Dani, dan ternyata orang yang kita tolong adalah kakak nya Dani, Lisa ini keberuntungan."Ucap Evan yang terlihat sangat ramah.
"Tidak apa-apa, nanti akan aku ceritakan, sekarang kau lebih baik mandi badan mu bau keringat."Tutur Ziva.
Dani terdiam, dia pun menuruti apa yang di ucapkan kakak nya dan berlalu pergi untuk segera mandi.
"Ayo silahkan di minum, Ziva, ibu ke dapur dulu ya."Ucap Bu Rima yang kemudian kembali berlalu ke dapur.
"Terima kasih bibi."Jawab Evan dan juga Lisa secara bersamaan.
"Lisa, ada apa kau mencari Dani, tapi sepertinya ini kebetulan yang sangat luar biasa ya."Ucap Ziva sebagai seorang kakak dari Dani, dia pasti penasaran karena tiba-tiba ada gadis cantik dan baik seperti Lisa datang mencari Dani malah dengan paman nya.
"Emm, tidak ada kak, hanya ada sedikit salah paham,jadi aku datang mencari Dani untuk minta maaf."jelas Lisa sambil mendudukkan kepalanya.
__ADS_1
Hari ini, Lisa memaksa paman nya untuk menemani nya mencari rumah Dani untuk minta maaf karena Miko sama sekali tidak mau ikut dengan nya.
"Aku mengerti, selesai kan masalah kalian setelah Dani selesai mandi oke."Ucap Ziva dengan senyum manisnya.
"Astaga, perempuan ini, mengapa manis sekali."Batin Evan yang sedari tadi masih curi-curi pandang dengan Ziva.
Empat puluh menit pun berlalu.
Kini Dani sudah selesai mandi dan terlihat sudah rapi, dia berjalan menghampiri Ziva dengan wajah khawatir melihat kaki sang kakak yang terluka.
"Kak, ada apa dengan kaki mu? Dan kau Lisa, mengapa masih di sini?"Ucap Dani sambil melirik Lisa dengan tatapan tajam.
"Dani, aku tidak apa-apa, Lisa, bukan kah kalian berdua sedang ada masalah? Ayo cepat mengobrol lah di luar."Ucap Ziva berusaha menjadi pendengah masalah antara Lisa Dani.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan atau di bahas kak, aku tidak ada masalah apapun dengan nya."Jelas Dani terlihat sangat membenci Lisa.
"Dani, kau adalah seorang laki-laki kan? Ayo, jangan seperti itu, keluar dan bicara lah baik-baik."Bujuk Ziva.
Karena menghormati sang kakak, Dani pun akhirnya pasrah dan berjalan keluar dari rumah nya dengan wajah datar.
"Ayo Lisa, pergi lah, paman akan menunggu di sini."Ucap Evan kepada Lisa.
"Baik lah paman, sebentar ya."Ucap Lisa berdiri dari duduknya dan pergi menghampiri Dani di luar rumah.
Ziva dan Evan mengangguk paham.
Bersambung ….
__ADS_1