
Sementara itu, acara pernikahan pun akan segera di mulai.
Terlihat Zafian yang saat ini sedang berdiri tegap menunggu kedatangan Ziva di atas altar, perasaan nya sudah campur aduk, dia benar-benar gugup akan hari bahagia ini.
"Nenek, lihat itu momy!"Teriak Nikel menujuk ke arah Ziva, yang saat itu berjalan anggun dengan dua orang pengiring pengantin di sebalah nya, ya itu Monica dan Rita.
"Astaga, Nikel momy mu cantik sekali."Ucap mama nya Zafian yang datang beberapa hari lalu untuk menghadiri pernikahan anak nya.
"Zafian tidak salah pilih."Ucap papa nya Zafian.
Sementara ibu nya Ziva menitikkan air mata bahagia melihat sang anak yang akhirnya kembali menemukan kebahagiaan sesungguhnya.
Sementara itu Dani dan Lisa yang sedang asik menyambut para tamu menatap dari kejauhan sang kakak yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.
Dan Zafian, dia hampir tidak bisa berkata-kata, wajah cantik Ziva, gaun indah itu, dan juga senyum wanita yang paling di cintai nya itu membuat dia seperti di sihir dan tidak bisa bergerak.
Sungguh saat ini Ziva terlihat seperti seorang ratu.
Pernikahan pun akhirnya di mulai, moncia dan Rita menyerahkan Ziva kepada Zafian dengan penuh kebahagiaan.
"Tuan Zafian Muner, apa anda siap menjadi suami dari nona Zivanna? Menemani nya dalam keadaan apapun? Menemani nya sampai tua? Baik dia sakit maupun sehat? Dan berjanji akan membuat nya menjadi wanita satu-satunya di rumah tangga kalian?"Tanya sang pendeta dengan detail.
"Aku sangat siap."Jawab Zafian mantap.
Begitu juga sebaliknya, sang pendeta menanyakan hal yang sama terhadap Ziva.
"Aku benar-benar siap."Jawab Ziva dengan senyum manisnya.
"Selamat, kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri."Ucap sang pendeta.
Suara tepuk tangan pun mulai bergemuruh mengisi gedung pernikahan tersebut.
__ADS_1
Sebuah cincin berlian pun kini melingkari jari manis milik Ziva.
"Cium!" Teriak moncia sambil bertepuk tangan.
"Cium! Iya ayo!"Ucap Rita lagi.
Tampa aba-aba, Zafian menarik tengkuk Ziva dan mencium lembut bibir Ziva, membuat siapapun yang menyaksikan nya merasa iri dengan kebahagiaan mereka.
Sementara itu Alex menatap wajah Rita dengan penuh senyum.
Namun mereka masih dalam tahap perundangan, menunggu sampai Rita siap baru lah Alex akan melakukan pernikahan.
Setelah beberapa menit, acara pernikahan pun selesai, kini tingal lah acara perjamuan untuk para tamu yang sudah menghadiri pernikahan mereka.
Semua orang pun mulai memberikan selamat kepada Zafian dan juga Ziva.
Sementara itu di sisi lain gedung resepsi.
"Astaga, apa kau baik-baik saja?"Tanya laki-laki itu yang kemudian membantu wanita itu berdiri.
"Aku baik-baik saja, maaf aku terburu-buru."Ucap moncia menatap laki-laki yang di tabrak nya.
Ya itu adalah moncia, karena terlalu banyak minum ia pun buru-buru ketoilet hingga jatuh.
"Astaga dia tampan sekali."Batin Monica.
"Bidadari."Batin laki-laki itu yang ternyata juga menatap Monica.
"Nama ku Monica."Ucap Monica tiba-tiba mengambil inisiatif untuk berkenalan dan tidak ingin membuang-buang kesempatan emas berkenalan dengan pria tampan.
"Aku Evan."Ucap nya sedikit cangung.
__ADS_1
Ya ternyata itu adalah paman nya Lisa, Evan.
"Anda kenal kak Zafian?"Tanya Monica lagi.
"Oh tidak, aku datang karena menemani keponakan ku, Lisa."Jelas nya.
"Astaga,ini kebetulan sekali, Lisa pacar nya Dani, adik nya kakak ipar ku?"Ucap Monica lagi.
"Iya, benar, dan kau, adik dari mempelai laki-laki?"Tanya Evan lagi.
Monica pun mengangguk kan kepala nya, dan mereka pun lanjut ngobrol.
Sementara itu di sisi lain.
"Apa yang kau masak ini? Rasanya benar-benar tidak enak! Ayo cepat masak ulang! Atau aku akan kembali menyiram mu dengan air panas seperti kemarin?"Sergah mama Mirna kepada Dina.
"Ma! Aku sudah memasak ulang dua kali,mama ini ingin masakan seperti apa?"Ucap nya melawan.
Mendengar ucapan Dina, mama Mirna pun mengambil air panas dan menyirami tangan Dina. Begitu terus setiap harinya, Dina selalu mendapat kan prilaku buruk dari sang mama mertua, sementara Adam suaminya, sekarang malah jarang sekali pulang ke rumah.
"Aaah, sakit ma! Sakit ma!"Teriak Dina.
Sejak menikah Dina harus menerima kenyataan bahwa mama mertua dan suaminya benar-benar kejam.
Entah ini hukuman buat Dina karena Dina sudah merusak kebahagiaan Ziva.
Sementara Ziva yang di buat menderita dulu kini malah hidup bahagia.
Penderitaan Ziva kini berpindah kepada Dina.
Banyak pelajaran yang perlu di ambil dari kisah ini, kita tentu harus berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
__ADS_1
TAMAT.