
"Daddy, ada apa dengan Tante? Bukan kah tadi dia seperti macan? Mengapa di depan paman Alex dia malah jadi seperti ulat bulu?"Gumam Nikel sambil menatap wajahnya Zafian.
"Sudah lah, ayo keluar, jangan memikirkan masalah orang dewasa,kau itu masih kecil."Tutur Zafian sambil memegang tangan Nikel dan menuntun nya keluar dari kamar.
"Aku sudah besar Daddy, aku bukan anak kecil lagi."Ucap Nikel membantah ucapan Daddy nya.
Sementara itu di luar gerbang vila.
Mobil Alex baru saja keluar dari villa, dan taxi yang di tumpangi Ziva pun tiba di gerbang vila.
Seperti nya Ziva dan Monica masih belum saat nya bertemu.
Setelah membayar ongkos taxi,Ziva pun masuk ke dalam gerbang villa, terlihat Nikel yang sudah menunggu nya di depan pintu villa.
"Aunty!"Pangil Nikel sambil berlari ke arah Ziva.
"Selamat pagi sayang!"Ucap Ziva dengan wajah bahagia nya saat bertemu Nikel.
"Anak itu."Geram Zafian saat Nikel melepaskan genggaman tangan nya dan berlari menuju Ziva.
"Nikel, sudah mau berangkat ke sekolah ya? Ini bekal yang sudah aunty siap kan untuk mu."Ucap Ziva sambil menyerahkan rantang bersisi makanan yang sudah dia siap kan.
"Terima kasih banyak aunty, oh iya Tante ku datang, nanti aku akan perkenalkan dengan aunty setelah aku pulang sekolah, tunggu aku di villa ya!"Ucap Nikel dengan suara lantang sehingga membuat Zafian mendengar nya meskipun agak jauh.
"Benar kah? Baik lah kalau begitu, sekarang masuk lah ke mobil, pak Lan sudah menunggu mu."Ucap Ziva mengatakan itu kepada Nikel.
__ADS_1
"Mari tuan muda."Ucap sopir pribadi Zafian yang biasa di panggil pak Lan oleh seisi villa.
"Baik lah, aunty dada!"Ucap Nikel yang kemudian masuk ke dalam mobil yang pintar nya sudah di buka. Oleh pak Lan.
"Pak Lan, hati-hati ya."Ucap Ziva kepada pak Lan.
"Mengerti nona pengasuh."jawab pak Lan dengan sopan nya.
Pak Lan pun menyalakan mesin mobil dan kemudian melaju meningal villa untuk mengantarkan Nikel ke sekolah nya.
Setelah melihat mobil pak Lan jauh, Ziva baru lah berjalan menuju pintu masuk villa besar itu.
"Apa kau hanya membawakan makanan untuk Nikel saja?"Tanya Zafian kepada Ziva.
"Tuan tidak meminta ku membawakan makanan untuk tuan juga, apa di villa kepala pelayan tidak masak?"Tanya Ziva dengan wajah bingung.
"Tapi tuan muda adalah tuan ku, aku pengasuh nya, jadi aku harus menuruti apa yang dia minta, itu sudah benar kan tuan Zafian?"Ziva malah balik bertanya.
"Kalau begitu, mulai hari ini, kau juga harus menjadi pengasuh ku, cepat buat kan sarapan ku."Perintah Zafian dengan mulut enteng nya.
"Apa? Mengapa bisa seperti itu?"Ucap Ziva kaget sampai-sampai memelototi Zafian.
"Mengapa tidak bisa? Aku akan menambah gaji mu dua kali lipat jika kau menurut dengan ku."Tegas Zafian.
Glek ... Glek ... Ziva menelan Silvia nya merasa terpesona dengan tawaran Zafian barusan.
__ADS_1
"Tuan mau makan apa? Aku akan membuat kan nya segera."Tutur Ziva tanpa kata menolak.
"Cepat sekali berubah pikiran? Aku ingin makan sup ayam, seperti yang kemarin kau buat kan untuk Nikel."Tutur Zafian membayangkan sup lezat buatan Ziva yang dia makan dua hari lalu.
"Oke!"Jawab Ziva singkat dan kemudian berlalu pergi ke dapur villa.
"Dasar mata duitan."Geram Zafian yang kemudian mengikuti Ziva dari belakang.
....
"Nona pengasuh, apa yang nona butuh kan di dapur? Aku akan menyiapkan nya segera."Ucap maid yang saat ini sedang memasak di dapur villa.
"Aku ingin membuat sup untuk tuan Zafian."Ucap Ziva kepada sang maid.
"Tapi nona?"Ungkap sang maid kebingungan, padahal Zafian bisa menyuruh mereka, mengapa Zafian malah menyuruh Ziva, Batin nya.
"Biar kan saja."Ucap Zafian yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"Baik, baik tuan, ayo silahkan nona."Ucap sang maid tak berani membantah lagi.
"Tingal kan dapur ini."Perintah Zafian lagi.
Tampa basa-basi, maid dan kepala pelayan yang baru hendak pergi ke dapur pun langsung meningal kan dan mengurung kan niat untuk ke dapur.
"Tuan, mengapa mereka di suruh pergi?Bukan kah lebih bagus juga mereka di sini? Dan bisa membantu ku?"Tanya Ziva.
__ADS_1
Saat ini yang ada di dapur vila hanya lah tersisa Ziva dan Zafian saja, hal ini tentu kembali mengundang rasa cangung Ziva.
Bersambung ....