Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #37


__ADS_3

"Daddy, kenapa Daddy makan tidak menunggu aku dan aunty?"Tanya Nikel dengan kepolosan nya.


"Emm, em, ayo makan lah, ini lumayan enak."Ucap Zafian dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Sementara itu, Nikel dan Ziva kembali saling pandang dan mengeleg kepala pelan.


"Ayo Nikel makan."Ucap Ziva meletakkan nasi dan beberapa lauk di piring Nikel.


"Aunty, aku mau sup nya."Ucap Nikel dengan senyum manisnya.


"Baik lah, ini untuk mu, makan yang banyak ya."Ucap Ziva.


"Aku juga."Ucap Zafian yang memberikan mangkuk nya kepada Ziva.


"Tuan, tapi sup nya di depan mata mu."Ucap Ziva dengan wajah bingung.


"Emm, aku mau yang itu."Bantah Zafian.


"Astaga."Keluh Ziva yang kemudian melayani dua bayi sekaligus.


"Aunty, ini sangat enak, bisa kah membuat ini setiap hari untuk ku?"Tanya Nikel dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Se, setiap hari?"Bingung Ziva.


"Ya, bisa, dia bisa sayang."Ucap Zafian dengan enteng nya.


"Tuaan!"Geram Ziva sambil menatap wajah Zafian seperti ingin mencabik-cabik nya.


"Apa? Kau bisa kan? Nikel, seperti nya dia tidak bisa."Goda Zafian yang membuat wajah sedih Nikel keluar.


"Eh, iya-iya, aunty akan mengusahakan nya ya, jangan sedih seperti itu."Ucap Ziva sambil memegang pipi Nikel.


"Benar kah aunty?"Tanya Nikel terlihat bahagia dan bersemangat.

__ADS_1


"Iya tentu saja."Senyum Ziva.


"Aku akan membawa makanan yang aunty buat untuk ku ke sekolah, dan akan membagikan nya kepada teman-teman,biar mereka tau masakan mommy sangat enak."Ucap Nikel sambil mengacungkan dua jempol nya.


"Ehh, iya sayang, baik lah, setiap pagi sebelum sekolah kau boleh ke sini, aku akan menyiapkan nya untuk mu."Ucap Ziva sesekali melirik geram ke arah Zafian.


"Itu akan lebih bagus, kau bekerja di rumah ku hanya dari pagi hingga sore, menemani Nikel, jadi apa salah nya bonus memasak, karena skil masak mu tidak terlalu buruk, maka aku menyetujui nya."Ucap Zafian dengan wajah jahil nya.


"Ayo Nikel,makan lagi."Ucap Ziva sambil memegang erat-erat sendok nya dan menatap penuh kesal ke arah Zafian.


Sementara itu Zafian terlihat sama sekali tidak peduli dan malah terus menikmati makan siang nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Terima kasih tuan traktiran nya."Ucap Rita saat keluar dari restoran bersama dengan Alex.


"Santai saja."Jawab Alex singkat.


"Bagaimana? Mau kembali ke kantor sekarang?"Tanya Alex kepada Rita.


"Iya tuan."Ucap Rita yang kemudian hendak melangkah menuju mobil Alex.


"Tunggu!"Ucap Alex menahan tangan Rita.


"A-apa?"Tanya Rita gugup karena saat itu merasakan tangan Alex yang memegang pergelangan tangan nya.


"Di bibir mu, ada sesuatu."Ucap Alex menujuk sudut bibir Rita.


"Ada apa tuan?"Bingung Rita memegang bibir nya.


Itu adalah sehelai rambut, mungkin rambut Rita yang rontok dan menempel di sudut bibir nya.


Rita memiliki rambut sebahu yang cukup cantik dan lebat, hanya saja sedikit rontok.

__ADS_1


Karena Rita masih tidak bisa meraih rambut nya itu, Alex pun akhirnya membantu Rita untuk mengambil nya.


"Jika masuk ke mulut ini akan bahaya."Gumam Alex.


Namun di sini lah keempat bola mata itu saling adu pandang.


Tidak hanya itu, jantung Rita berdegup semakin kencang saat menatap wajah Alex yang lumayan tampan.


"Ternyata dia cantik juga."Batin Alex ikut larut dalam pikiran nya sendiri.


"Eh, tuan, maksud ku em, Kita ke kantor sekarang?" Tanya Rita serba salah dan gugup.


"Jangan panggil aku tuan lagi, itu tidak pantas."Guam Alex sambil membuka kan pintu mobil untuk Rita.


"Baik pak, maksud ku pak Alex, terimakasih."Ucap Rita yang kemudian masuk ke dalam mobil.


Mereka pun meningal kan restoran tersebut dan kembali ke kantor.


Sementara itu di sisi lain.


"Ma, ada apa? Mas Adam bilang mama meminta ku ke sini setelah dari kantor."Ucap Dina kepada mama nya Adam.


"Ya, apa kamu sudah resign hari ini dari kantor nya Adam?"Tanya mama Mirna dengan wajah galak nya.


"Ya ma, sudah, seperti yang mama saran kan."Ucap Dina dengan senyum tipis nya.


"Bagus, kamu calon menantu mama yang paling baik dan paling penurut, sekarang mama mau tunjukkan sesuatu sama kamu."Ucap mama Mirna kepada Dina.


"Apa itu ma?"Tanya Dina penasaran.


Mama Mirna pun buru-buru ke kamar nya lalu beberapa menit kemudian dia kembali keluar dari kamar itu dengan membawa kotak yang lumayan besar entah apa isi dari dalam kotak tersebut.


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2