Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #60


__ADS_3

"wahh, rasa nya aku sangat senang sekali,bisa kembali masuk ke dalam mall yang serba lengkap ini, seperti nya hari ini aku akan makan Tteokbokki sudah lama sekali aku tidak makan itu."Ucap Ziva penuh semangat.


Siva sangat menyukai makanan pedas, apalagi itu makanan khas Korea Selatan, dan hanya di jual di mall itu dengan stok terbatas karena dari luar negeri.


Tteokbokki adalah makanan khas Korea Selatan, yang berbentuk putih seperti nasi lontong hanya saja dia bulat dan memanjang dan agak sedikit liat ketika di kunyah.


Itu adalah makanan favorit Ziva, Tteokbokki di jual di mall itu dalam keadaan mentah dan harus di oleh terlebih dahulu bumbunya.


Ziva pun mulai berjalan-jalan, di sekitar mall sambil mendorong keranjang belanjaan nya.


Dia berfikir untuk membeli buah-buahan dan beberapa susu serta lauk pauk lain untuk di letakan di kulkas nya, setelah itu baru lah nanti membeli Tteokbokki.


Sementara itu di sisi lain.


"Sial! Aku bandar-bandar di tingal kan oleh kak Alex di kantor cabang sendirian, seharusnya aku membawa mobil sendiri, dan sekarang malah naik taxi untuk pulang!"Umpat Monica yang sekarang sedang berada di dalam taxi.


"Kita mau ke mana nona?"Tanya sopir taxi tersebut kepada Monica.


"Vila xxx pak."Ucap Monica sambil memainkan ponselnya.


"Wah, ternyata nona orang dari vila xxx ya."Ucap sang sopir taxi yang sudah tidak asing lagi dengan vila xxx milik Zafian itu.


"Iya."Jawab Monica singkat karena mood nya hari ini benar-benar berantakan.


Flashback on

__ADS_1


"Sudah waktunya aku pulang, kak Alex di mana ya? Mengapa dia tidak ada di ruangan nya?"batin Monica sambil melihat ke ruang kerja Alex.


"Permisi buk Monica."Sapa salah satu karyawan kantor kepada Monica.


"Eh,iya, eh tunggu!"Ucap Monica kepada karyawan itu yabg hendak berlalu pergi.


"Ada apa buk?"Tanya karyawan tersebut.


"Pak Alex di mana? Mengapa dia tidak ada di ruangan nya?"Tanya Monica.


"Seperti nya pak Alex sudah keluar sejak tadi siang buk, saya juga tidak tau ke mana."Jelas sang karyawan.


"Ohh, baik lah, kau boleh pergi."Ucap Monica menahan amarahnya.


"Kak Alex sudah pergi sejak siang tadi? Pergi ke mana? Apa dia ... Argh! Sial, semuanya kacau,aku benar-benar kesal, dia yang di perintahkan Zafian untuk menemani ku, malah bersikap menyebalkan! Yasudah pulang sendiri saja."Umpat kecil Monica yang kesal karena Alex pergi tampa pamit dengan nya dan membuat dia harus pulang naik taxi.


Flashback off


"Wahh, enak sekali malam-malam seperti ini, makan Tteokbokki pedas, huh, mengapa orang-orang di media sosial ini begitu bodoh? Makan makanan enak, di foto dan di taruh di sosmed,aku jadi ingin memakannya untuk menghilangkan rasa kesal ini, hanya makanan pedas yang cocok."Ucap Monica bicara sendiri sambil melihat layar ponsel nya dengan kesal.


"Apa anda ingin makan Tteokbokki nona? Saya tau di mana mall yang menjual makan impor seorang Tteokbokki, karena dulu saya juga pernah melihat nya di mall itu saat menemani istri saya berbelanja."Ungkap sang sopir taxi yabg ternyata cukup baik nan ramah.


"Benar kah pak? Kalau begitu bawa aku ke mall itu, aku akan membayar mu lebih karena sudah memberitahu informasi ini."Ucap Monica dengan wajah serius nya.


"Baik nona."Jawab sang sopir yang kemudian melaju lebih kencang menuju mall tersebut.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di mall yang di katakan oleh sopir taxi tadi.


"Nona, ini mall nya, silahkan."Ucap sang sopir taxi.


"Terima kasih pak, ini ongkos nya, dan ini tips untuk mu."Ucap Monica yang kemudian turun dari taxi tersebut.


Sang sopir tersenyum bahagia menerima uang dari Monica.


Sementara itu Monica dengan cepat berjalan masuk ke dalam mall.


Sopir taxi itu pun pergi setelah melihat Monica masuk ke dalam mall.


Sementara itu Ziva baru saja selesai membeli semua kebutuhan yang tadi dia pikir kan beberapa lama.


"Semuanya sudah lengkap, sekarang tingal pergi ke bagian Tteokbokki dan memborong nya sampai habis."Ucap Ziva mendorong keranjang belanjaan nya yang lumayan sudah terisi banyak bahan makanan.


Dengan perasaan lega dan senang Ziva pun buru-buru melangkah ke bagian Tteokbokki dan makanan lain nya.


"Nah, itu dia Tteokbokki nya, akhirnya aku menemukan mu, astaga tingal satu, sebaiknya aku harus cepat-cepat sebelum rebutan dengan orang lain."Tutur Ziva yang kemudian meraih Tteokbokki yang hanya tinggal satu boks kecil itu.


"Kyaaa! Punya ku!"Teriak seorang wanita yang sebaya dengan Ziva namun terlihat beberapa tahun lebih muda dari nya.


Sontak Ziva yang mendengar teriakannya itu menoleh dan melihat siapa orang yang berani berebut Tteokbokki dengan nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2