
Mereka pun terus mengintip Rita dan juga Alex yang sedang saling tatap.
"Rita, jadi ini semua kau yang merencanakan nya?"Tanya Alex.
"Aku, aku, em, pak Alex, sebenarnya aku, sebelum itu aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf sudah menjauh dari mu, sebelum nya itu pemerintah Moncia, aku pikir dia adalah wanita jahat tapi ternyata,demi menebus kesalahannya dan menginginkan kita bersama, dia membantu ku mempersiapkan semua ini, dan aku tidak mau menyia-nyiakan nya, pak Alex! Mau kah kau bersama dengan ku"Ucap Rita dengan lucunya mengutarakan perasaannya kepada Alex.
Sementara Alex melongo mendengar ucapan gadis itu.
Sejenak Alex terdiam, namun kemudian dia menampilkan senyum nya.
"Di ulang ya."Ucap nya yang kemudian memegang tangan Rita.
"Aku sudah menyukai mu sejak pertama kali bertemu, dan aku juga bodoh tidak mengutarakan perasaan ku, sekarang ijinkan aku yang mengutarakan nya, maaf kan aku yang bodoh ini, Rita, mau kah kau menjadi milikku?"Tanya Alex kepada Rita.
Sontak Rita mengangguk dan kemudian menghabur ke dalam pelukan Alex.
Seketika itu suara tepuk tangan pun bergemuruh,Ziva, Zafian dsn juga Monica keluar dari persembunyian mereka dan menghampiri sepasang kekasih yang baru jadian itu.
"Kak Alex, Rita, selemat ya, dengan ini aku jadi tenang, aku tentang sudah menembus kesalahan ku."Ucap Monica sambil tersenyum.
"Monica, aku tidak menyangka kau menjadi wanita hebat seperti ini, aku bangga untuk mu."Ucap Ziva menatap Monica.
"Alex, aku dan adiku benar-benar minta maaf kepada mu."Ucap Zafian kepada Alex.
"Tuan, kalian sudah baik sekali kepada ku, untuk nona Monica maaf kan aku sudah berkata kasar beberapa hari lalu."Ucap Alex.
"Sudah, lupakan, sebagai perayaan atas jadian nya kalian bagaimana kita makan barbeque?"Ucap Moncia.
Semuanya pun bersorak dan mengangguk setuju.
__ADS_1
Sementara Zafian dan Ziva saling tersenyum satu sama lain.
Ziva merasa lega melihat sahabatnya sudah menemukan kebahagiaan yang tepat ya itu Alex.
Setidaknya kini satu masalah sudah selesai.
Sementara itu di sisi lain.
"Lisa, terima kasih atas makan malam nya, aku permisi pulang dulu."Ucap Dani kepada Lisa.
Saat ini Dani dan Lisa sudah berada di depan gerbang rumah Lisa.
"Emm, sama-sama, gue, gue minta maaf udah salah paham sama Lo, bahkan gue ngediamin Lo beberapa hari."Ucap Lisa terlihat Sedih.
"Ngapain sedih sih, sekarang Lo ada gue, jangan mudah di tipu orang lagi, dan besok gue bakal kasih pelajaran sama Ria karena dia udah berani ganggu Lo."Ucap Dani Tampa sengaja menujukkan sikap peduli nya untuk Lisa.
"Makasih banyak Lo terlalu baik, emm peduli banget juga sama gue."Tutur Lisa.
"Apa?"Kaget Lisa sambil membelalak kan mata nya.
"Eh, maaf-maaf, gue pulang dulu ya."Ucap nya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Gue juga kok."Jawab Lisa sambil tersenyum.
Sontak Dani kaget, mulut nya mengagaga, dia tidak menyangka jika Lisa menjawab hal yang dia harapkan.
"Apa? Apa gue boleh denger sekali lagi?"Tanya Dani kepada Lisa.
"Udah deh,sana pulang!"Teriak Lisa sambil menutupi rasa malunya.
__ADS_1
"Ayo dong,plisss!"Ucap Dani penuh harapan.
"Masa iya kayak gini, gak ada romantis-romantis nya, gue tunggu besok di sekolah deh."Ucap Lisa sambil tersipu malu.
"Oke siapa takut!"Jawab Dani gentel.
Lisa pun tersenyum bahagia, rasanya dia benar-benar mimpi mendapatkan seorang laki-laki yang cukup baik dan mengerti kepribadian nya meskipun di antara mereka pernah ada masalah yang cukup fatal.
Dani pun ijin pulang dengan perasaan bahagia, dia tidak sabar menunggu besok, untuk mengutarakan perasaan kepada Lisa.
Sementara itu di sisi lain.
Setelah mengantar Monica kembali ke villa, Zafian pun mengantar kan Ziva ke apartemen, karena Nikel juga sudah tertidur lelap.
"Tuan, terima kasih banyak, anda sudah mendengar kan nasihat ku, Monica juga, aku tidak menyangka dia akan berubah jadi sebaik itu dan mengikhlaskan Alex."Ucap Ziva kepada Zafian.
"Ziva, bisa kah kau tidak memanggil ku dengan sebutan itu lagi? Aku ingin kau memanggilku dengan nama saja."Ucap Zafian yang saat ini tengah berdiri di depan pintu apartemen Ziva.
"Emm, mengapa?"Tanya Ziva bingung.
"Karena aku mencintaimu."Ucap Zafian menarik tengkuk Ziva dan mencium lembut bibir Ziva.
Sontak Ziva membelalak kan mata nya, ini sudah kali ke berapa Zafian mencium dan menunjukkan perasaan nya terhadap Ziva.
Ciuman itu pun kini berpindah ke leher, membuat Ziva semakin tidak karuan.
"Tu,tuan, jangan."Ucap Ziva menatap Zafian dengan tatapan sendu.
Namun,bukan nya, menghentikan aksinya, Zafian malah mengendong Ziva, menutup pintu apartemen, dan membawa Ziva masuk ke kamar di apartemen tersebut.
__ADS_1
Bersambung ....