Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #57


__ADS_3

Tampa mereka ketahui, kepala pelayan sedang mengintip dari pintu dapur dengan tatapan kaget karena tidak menyangka jika majikan mereka memiliki sifat manja seperti itu, sifat yang tidak pernah mereka lihat selama ini.


"Itu tuan Zafian apa tuan muda Nikel?"Tanya kepala pelayan kepada maid bawahan nya.


"Kepala pelayan, jangan main-main, jika tuan Zafian tau kita sedang mengintip, habis lah kita."Tutur sang maid.


"Kau itu yang terlalu berisik."Ucap kepala pelayan.


"Diam lah."Ucap maid.


Kini malah mereka berdua yang berkelahi saat melihat kemesraan Ziva dan Zafian.


"Sudah tuan, kalau begitu aku permisi dulu ke depan, ingin menunggu tuan muda Nikel pulang."Ucap Ziva mencari-cari alasan untuk tidak ada di dalam situasi cangung ini.


"Pulang apanya? Ini masih jam sembilan."Ucap Zafian dengan wajah datar.


"Lalu, apa aku harus terus di sini dan melihat tuan muda makan?"Jawab Ziva tak kalah kesal nya.


"Terserah kau saja."Balas Zafian kembali melanjutkan makan nya.


Ziva yang kesal pun berdiri dari duduknya dan berjalan cepat meningal kan ruang makan dapur vila tersebut.


Sementara Zafian yang menyadari jika Ziva sedang kesal pun memilih untuk menghentikan aktivitas makan nya dan buru-buru mengejar Ziva.


"Hey! Kau marah kepada ku?"Tanya Zafian sambil mengikuti Ziva yang berjalan keluar dari vila.


"Marah apa nya?"Jawab Ziva tampa menoleh ke belakang.


"Aku bicara di belakang mu, kau tidak sopan sekali tidak menoleh seperti itu!"Gerutu Zafian.


Ziva pun menghentikan langkahnya dan berbalik.

__ADS_1


Duk ... Tampa sengaja Zafian menabrak Ziva yang tiba-tiba berhenti.


"Aw!"Leguh Ziva sambil memegang jidat nya yang. Saat itu terkena dada Zafian.


"Kau tidak apa-apa?"Tanya Zafian kaget sambil menatap jidat Ziva.


"Tidak apa-apa bagaimana? Sini aku lihat." Ucap Zafian yang kemudian meniup jidat Ziva dengan lembut nya.


"Astaga, mengapa Wanggi sekali."Batin Ziva sambil menatap wajah laki-laki yang bener cm lebih tinggi dari nya itu.


"Sudah, lain kali hati-hati."Ucap Zafian kembali ke posisi semula.


"Hati-hati apanya? Suruh siapa mengikuti aku dari belakang?"Bentak Ziva.


"Kau membentak majikan mu? Hey! Apa kau lupa aku ini siapa?"Ucap Zafian kembali meninggikan suara nya.


Pertengkaran pun terjadi, kedua nya saling berkelahi seperti tom and Jerry saja.


"Pak Lan, itu kenapa? Apa sedari tadi pagi, Daddy dan aunty sudah bertengkar di sana?"Tanya Nikel yang melihat mereka dari dalam mobil.


"Aku tidak tau tuan muda, seperti nya mereka sedang bergurau saja."jawab pak Lan mengalihkan perhatian Nikel karena itu tidak baik untuk anak-anak.


"Mana mungkin bergurau, mereka kan bukan anjing dan kucing."Batin Nikel yang kemudian turun dari mobil dan menghampiri Zafian dan Ziva.


"Kau yang meningal kan aku di saat aku sedang makan."marah Zafian.


"Tuan, mengikuti aku sampai aku terbentur siapa yang salah?"Umpat Ziva tidak ada takut nya.


"Hey, Daddy, aunty!"Teriak Nikel yang sedari tadi mendengar kan pertengkaran dua orang itu.


"Diam!"Ucap Ziva dan Zafian secara bersamaan.

__ADS_1


"Astaga, tuan muda di bentak!"Ucap pak Lan kaget.


"Nikel."Lirih Ziva baru menyadari jika itu adalah Nikel.


"Eh, Nikel,kapan kau pulang."Tanya Zafian.


"Kalian ini kenapa? Sudah seperti anak kecil saja, berkelahi di depan villa, apa kalian tidak malu di lihat para tetangga?"Tanya Nikel mulai menceramahi kedua orang itu.


"Apa? Dia yang mulai duluan."Ucap Zafian.


"Tidak,dia yang mulai duluan!"Jelas Ziva yang kemudian berjalan ke belakang Nikel untuk mendapatkan perlindungan.


"Daddy, sekarang ayo masuk, dan minta maaf kepada aunty Ziva."Ucap Nikel yang ternyata berada di pihak Ziva.


"Apa? Mengapa harus Daddy? Kau itu anak siapa? Mengapa berada di pihak nya?"kesal Zafian menujuk Ziva.


"Jangan menujuk ku tuan."Ucap Ziva dengan tatapan galak nya.


"Daddy! Ya sudah, aunty ayo kita masuk, jangan pedulikan Daddy jika dia belum minta maaf."Ucap Nikel yang kemudian memegang tangan Ziva dan membawa nya masuk ke dalam villa.


Sementara itu, Zafian di tingal kan di laur sendiri.


"Wleeee!"Nyinyir Ziva sambil menjulurkan lidahnya dan mengikuti Nikel masuk ke dalam villa dengan bangga.


"Awas kau! Akan ku makan mulut mu yang menyebalkan itu!"Umpat Zafian dengan suara kecil.


Sementara itu Nikel membawa Ziva ke kamar nya.


"Aunty, kedepannya jika Daddy menindas mu, jangan Takut, bilang saja kepada ku,aku akan memberi dia pelajaran."Tutur Nikel dengan wajah kesal nya.


Sementara Ziva hanya bisa tersenyum manis melihat wajah lucu Nikel yang sedang marah itu.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2