
Sementara itu Zafian menjaga Nikel.
"Nikel, Daddy baru kali ini, melihat seseorang yang begitu hati-hati dalam menjaga mu, dia bahkan tidak mengakui jika tangan nya sedang sakit saat di pegang kuat oleh mu."Lirih Zafian sambil memegang tangan Nikel.
Sementara itu di dapur apertemen.
"Mau masak apa ya? Aku amsih belum tau jika Nikel suka makan apa? Jika aku masak sesuatu yang tidak dia suka, dia pasti tidak akan mau makan."Ucap Ziva kebingungan memikirkan menu makanan apa yang di sukai oleh Nikel.
Karena kebingungan, Ziva pun kembali ke ruang tengah untuk menanyakan nya kepada Zafian, sebagai Daddy nya, Zafian tentu tau apa makanan kesukaan Nikel, pikir Ziva.
Namun sat tiba di ruang tengah apertemen, Ziva kaget karena Zafian juga sudah ikut terlelap di samping Nikel dengan keadaan duduk dan kepala yang di letakkan di sofa tempat Nikel tidur.
"Astaga, secepat itu lah dia terlelap?"Batin Ziva.
Ziva yang melihat itu pun bergegas pergi mencari sesuatu di kamar apertemen tersebut.
"Kamar sebesar ini tidak mungkin tidak ada selimut kan?"Batin Ziva sambil membuka pintu kamar di lantai bawah itu.
Setelah mengambil selimut,dia pun kembali lagi ke ruang tengah.
"Dua orang ini sangat mirip, sama-sama manis, sama-sama tampan, tapi sama-sama dingin dan keras kepala."Gumam Ziva pelan sambil menyelimuti Zafian dan Nikel.
Setelah selesai, Ziva pun kembali ke dapur.
"Nikel kan masih kecil, aku rasa masak makanan yang berhubungan dengan sayur atau sup itu lebih bagus karena banyak nutrisi nya."Ucap Ziva yang akhirnya memilih masakan yang cocok untuk anak seumuran Nikel karena dia juga kebingungan Nikel suka makan apa, mau bertanya juga Zafian malah sudah tidur juga.
Satu jam pun berlalu.
__ADS_1
"Astaga pegal sekali."Ucap Zafian membuka mata nya karena merasa kannrasa pegal di bagian lehernya.
Namun saat membuka mata, Zafian bingung dengan selimut yang ada di tubuh nya dan juga Nikel.
"Ziva, apa dia yang menyelimuti aku?"Batin Zafian sambil pelan-pelan keluar dari dalam selimut.
Zafian yang merasa haus pun berjalan sedikit pelan menuju dapur dengan tangan yang memijat bagian tengkuk nya yang sedikit pegal.
Selangkah lebih dekat dengan dapur, Zafian mencium bau masakan yang cukup wangi dan membuat perut nya yang sudah lapar menjadi semakin lapar.
"Bau masakan ini, mengapa begitu harum?"Batin Zafian.
"Hmmm, semuanya sudah selesai, tinggal menunggu Nikel bangun dan makan."Gumam Ziva sambil menyajikan makanan di atas meja makan.
Sementara itu, tanpa di sadari oleh Ziva Zafian sedang mengamati nya dari jarak yang tidak terlalu jauh.
"Heem."Batuk Ziva, saat menyadari Zafian yang sedang memperhatikan nya.
"Eh, sudah selesai?"Tanya Zafian mendekati Ziva.
"Sudah tuan, hanya tinggal menunggu tuan muda Nikel bangun."Jawab Ziva.
"Baik lah, tuang kan aku segelas air."perintah Zafian yang kemudian duduk di kursi meja makan itu.
Ziva tidak menjawab nya, namun dia melakukan nya.
"Ini tuan."Ucap Ziva sambil menyodorkan segelas air putih.
__ADS_1
Namun Ziva kebingungan karena melihat tangan Zafian yang sedari tadi masih memegang bagian tengkuk nya.
"Maaf tuan, ada apa dengan tengkuk tuan?"Tanya Ziva penasaran.
"Sakit, mungkin karena aku tidur dengan posisi yang salah."Jawab Zafian terlihat menahan rasa pegal nya.
"Seperti nya harus di urut, agar tidak semakin sakit."Jelas Ziva lagi.
"Kalau begitu laku kan, jangan hanya bicara."gerutu Zafian dengan wajah kesal nya.
"Apa? Aku!?"Ucap Ziva seketika kaget dengan apa yang di katakan Zafian barusan.
"Lalu siapa lagi yang bisa melakukan itu selain kau di sini? Itu juga saran dari mu, kau harus bertanggung jawab."Gerutu Zafian tidak ada habis-habisnya.
"Maaf tuan, tapi aku tidak bisa mengurut takut nya leher tuan akan patah jika aku mengurut nya."Ucap Ziva sambil cengengesan.
"Alasan."Ketus Zafian.
"Daddy, aunty, apa yang sedang kalian lakukan?"Tanya Nikel yang tiba-tiba muncul di dapur tersebut.
"Nikel, kau sudah bangun?"Ucap Ziva memanfaatkan kesempatan itu untuk mengelak dari kegalakan Zafian.
"Aku bangun karena mencium aroma masakan yang sangat enak, aku benar-benar merasa kelaparan aunty."Ucap Nikel dengan wajah manja nya.
"Kalau begitu sakarang kita makan sama-sama ya, kebetulan aunty udah masak buat kamu."Ucap Ziva yang kemudian mengendong Nikel untuk duduk di kursi meja makan.
Namun mereka kaget melihat Zafian yang ternyata sudah mulai makan, dia bahkan makan dengan lahap, seperti orang yang kelaparan satu minggu tidak di kasih makan.
__ADS_1
Bersambung ….