
Kebetulan sekali saat itu Lisa dan paman nya juga sedang berada di jalan itu dan mereka melihat Ziva yang di kejar oleh sopir taxi yang ternyata maling.
Tiba-tiba, Ziva terjatuh karena tersandung sebuah batu, dan itu membuat lutut nya luka dan mengeluarkan sedikit darah.
"Ahh, sakit sekali." Ringis Ziva sambil memegang kaki nya.
"Serah kan tas itu, atau aku akan membuat mu menyesal!"Ucap sopir taxi tersebut.
Lisa dan paman nya pun buru-buru menghampiri Ziva karena takut jika pencuri itu menganggap Ziva yang seperti nya sudah sangat lelah berlari.
"Woy copet, sini Lo! Beraninya kok sama perempuan,paman gue nih lawan!"Ucap Lisa dengan lagak nya.
"Lisa, kamu bantu dia, biar kan paman yang menghadapi pencuri itu."Ucap paman nya Lisa.
"Jangan ikut campur!"Ucap pencuri tersebut kepada paman nya Lisa.
"Mengapa aku harus membiarkan bajingan seperti mu menyakiti seseorang wanita?" Ucap paman nya Lisa yang kemudian berkelahi dengan pencuri tersebut.
"Kak, ayo aku bantu bangun."Ucap Lisa kepada Ziva yang saat itu masih meringis kesakitan dengan lutut yang berdarah.
"Seperti nya aku tidak bisa bangun,ini sangat sakit."Ucap Ziva menahan perih di kaki nya.
"Setidaknya kakak harus berpindah dari posisi ini, ayo aku bantu memapah."Ucap Lisa dengan susah payah memapah Ziva ke pinggir jalan untuk mencari tempat aman.
Mereka pun berjalan ke pinggir jalan dan Lisa membantu Ziva untuk duduk di atas rumput dekat pinggir jalan tersebut.
"Huh, terima kasih banyak kau sudah membantu ku."Ucap Ziva kepada Lisa.
__ADS_1
"Sama-sama kak."Ucap Lisa yang kemudian duduk di sebelah Ziva sambil memperhatikan kaki Ziva.
"Apa kalian baik-baik saja?"Tanya paman nya Lisa yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Kami baik-baik saja, bagaimana dengan paman?"Tanya Lisa menatap wajah paman nya.
"Aku baik-baik saja, hanya terkena satu pukulan dan pencuri itu sudah di urus masa."Jelas paman nya Lisa.
"Terima kasih banyak, kalian sudah menolong ku,aku tidak tau apa yang akan terjadi kepada ku jika kalian tidak membantu ku."Ucap Ziva benar-benar berterima kasih kepada paman nya Lisa dan juga Lisa.
"Kaki mu luka, seperti nya harus segera di obati,di mana rumah mu? Aku akan mengantarmu pulang."Ucap paman nya Lisa.
"Iya kak, di luka mu banyak pasir harus segera di cuci jika tidak itu akan infeksi."Ucap Lisa.
"Rumah ku dekat sini, hanya saja sedikit masuk ke dalam gang, aku bisa sendiri."Ucap Ziva mencoba berdiri tapi kaki nya benar-benar sakit.
Mau tidak mau Ziva harus menerima bantuan mereka lagi, untuk pergi ke rumah ibu nya.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun tiba di rumah nya Ziva.
Terlihat ibu nya Ziva yang baru ingin keluar dari rumah nya.
"Ziva! Ziva apa yang terjadi!"Ucap ibu Rima dengan wajah panik dan buru-buru menghampiri Ziva.
"Ibu, cerita nya panjang, nanti aku akan ceritakan,kaki ku sangat sakit."Ucap Ziva kepada ibu nya.
"Yaudah ayo! Ayo masuk."Ucap Bu Rima.
__ADS_1
Mereka pun membawa Ziva masuk ke dalam rumah dan mendudukkan Ziva di sofa ruang tengah.
"Duduk lah,ibu akan mengambil obat dan air untuk luka mu."Ucap Bu Rima buru-buru ke dapur.
"Terima kasih banyak, kalian sudah membantu ku sampai ke rumah, maaf aku merasa bersalah sudah merepotkan kalian."Ucap Ziva kepada Lisa dan paman nya.
"Tidak apa-apa kak, aku dan paman ku mana mungkin membiarkan seseorang menyakiti orang lain, bukan begitu paman?"Tanya lisa kepada paman nya.
Namun paman nya tidak bicara apapun, melainkan menatap Ziva yang sedang meringis kesakitan.
"Heem!"Kode Lisa saat menyadari Paman nya sedang terpesona.
"Silahkan duduk dulu."Ucap Ziva kepada kedua orang yang sudah membantu nya itu.
"Tidak usah, kami permisi saja ya kak."Ucap Lisa kepada Ziva.
"Lisa, sebaiknya kita berhenti di sini dulu,paman juga lelah, lihat lah bibir paman juga memar."Ucap paman nya Lisa yang kemudian malah duduk di sofa sambil memegang bibir nya.
"Lah, hanya begitu saja."Ucap Lisa bingung karena biasanya Paman nya tidak pernah mengeluh sakit.
"Kalian duduk saja dulu di sini, karena kalian sudah membantu ku, sebaiknya istirahat saja dulu."Ucap Ziva.
"Baik lah kak."Jawab Lisa sambil melirik paman nya dengan penuh kekesalan.
Sementara itu Bu Rima pun datang dengan membawa semangkok air dan juga kotak p3k untuk mengobati kaki Ziva yang terluka.
Bersambung ….
__ADS_1